pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Parpol Intens Bertemu Gagas Koalisasi Jelang Pilwali

MAKASSAR, BKM — Sejumlah partai politik (Parpol) kian intens menjalin komunikasi guna menghadapi kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) Makassar 27 November mendatang.Parpol itu yakni Nasdem, Golkar, Gerindra, Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Tak hanya pertemuan antara elite Parpol di Kota Makassar, namun juga dilakukan pada tingkat provinsi. Seperti pertemuan antara Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif dengan Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin bersama Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni”matullah Erbe.
Awalnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Munafri Arifuddin alias Appi sudah melakukan dua hingga tiga kali pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan cabang (DPC) PKB Makassar Fauzi Andi Wawo.

Bahkan kedua Parpol itu tengah merencanakan koalisi ‘Pisang Ijo’ antara Golkar dengan PKB.
Hal ini dilakukan lantaran secara kalkulasi, tak ada satu pun Parpol yang bisa mengusung sendiri. Maka butuh koalisi. Para elite Parpol semua tingkatan bergerilya untuk menjajaki kolaborasi.
Appi memimpin rombongan melakukan kunjungan ke Kantor DPC PKB Makassar, Jalan Hertasning, Sabtu (20/4) malam. Sementara dari PKB yang menyambut Appi cs diantaranya Ketua DPW Sulsel Azhar Arsyad yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel, Ketua DPC PKB Makassar Fauzi Andi Wawo serta caleg DPRD Makassar dari PKB di seluruh Dapil, seperti Fahrizal Arrahman Husain, Basdir, Zulhajar, Imam Musakkar dan Andi Makmur Burhanuddin. Bahkan Fadly ”Padi Reborn” ikut duduk bersama rombongan yang merupakan sahabat dari Fauzi Andi Wawo.
Menurut Fauzi, ini merupakan kunjungan balasan dari Appi setelah sebelumnya rombongan DPC PKB Makassar melakukan kunjungan silaturahmi di Kantor Golkar Makassar pada Ramadan lalu.

Fauzi menyampaikan Golkar Makassar sangat intens melakukan penjajakan untuk berkolaborasi dengan PKB Makassar.
“Betul, Golkar sejauh ini paling intens membangun komunikasi dan silaturahmi dengan PKB. Tentu kami apresiasi, dan hubungan kita sangat baik,”jelas Fauzi.
Banyak yang dibahas saat kunjungan balasan ini. Salah satunya kemungkinan kolaborasi di Pilwali Makassar antara Golkar dan PKB.
“Kami (PKB) akan membuka ruang sebesar besarnya untuk kolaborasi di Pilkada Makassar. Untuk Golkar Makassar khususnya Pak Appi yang sangat intens. Bahkan Pak Appi berharap agar PKB dapat memprioritaskan untuk diusung,” ungkapnya.
Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad akan putuskan sikap maju pada Pilwali awal Agustus mendatang. Meski selama ini namanya disebut-sebut akan bertarung di Pilwali dan Pilgub Sulsel.

“Insyaallah awal Agustus saya putuskan. Apakah maju di Pilwali Makassar dan Pilgub Sulsel atau tidak sama sekali,” ujar Azhar, Senin (22/4).
Penegasan itu untuk menjawab semua pihak yang menginginkannya bertarung di Pilwali. “Kalau ditanya kesiapan saya, jangankan Pilgub dan Pilwali, Pilpres pun saya siap. Mengapa? Karena saya ketua parpol dan saya politisi,” tegas Azhar.
Itulah mengapa balihonya banyak terpasang. Namun bukan berarti hanya dirinya yang akan maju. Melainkan sebuah bentuk ajakan bahwa PKB membuka ruang kepada seluruh figur, baik dari internal ataupun eksternal untuk mendaftar di PKB sebagai bakal calon kepala daerah.
“PKB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendaftar di PKB. Bukan hanya dirinya semata, dan kita sudah mulai buka pendaftaran secara serentak,” imbuhnya.
Untuk saat ini, lanjut Azhar, baliho yang terpasang itu adalah sebagai bentuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Apalagi sudah dua bakal calon wali kota yang intens melakukan komunikasi dengan PKB.

Terbaru, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menjajaki peluang untuk berkoalisi. Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem dan DPD PKS Kota Makassar melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi di bulan Syawal usai Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah. Pertemuan tersebut berlangsung di salah satu kafe di Kota Makassar, Minggu malam (21/4).
Hadir Ketua DPD Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi, Ketua DPD PKS Makassar Anwar Faruq serta anggota fraksi dari masing-masing partai.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Makassar yang akrab disapa Cicu mengatakan pertemuan bersama jajaran pengurus PKS untuk mempererat tali silaturahmi. “Ngobrol santai bersama jajaran PKS Kota Makassar. Kita berharap silaturahmi tetap terjaga. Apalagi ini masih bulan Syawal. Baru saja Lebaran Idulfitri,” ujarnya.
Cicu juga menyebut dalam pertemuan ini membahas peluang koalisi PKS dan Partai Nasdem jelang Pilwali Makassar. Kedua partai ini sama-sama mengusung pasangan calon presiden Anies Baswedan dan calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024. Apalagi Nasdem sebagai Parpol pemenang Pemilu di Kota Makassar yang meraih delapan kursi dan PKS memegang enam kursi di legislatif.
“Harapannya Partai Nasdem dan PKS Kota Makassar bisa menjajaki koalisi di Pilkada Kota Makassar sebagai sesama koalisi di Pilpres kemarin,” ungkap Cicu yang juga Ketua Komisi D DPRD Sulsel.

Sementara itu, pengurus PKS Kota Makassar Azwar Rasmin menuturkan partainya tidak menutup kemungkinan koalisi di nasional bisa berlanjut sampai ke tingkat daerah. Terlebih dalam kesempatan itu, PKS yang menginisiasi pertemuan tersebut sangat berharap hubungan antara Nasdem dan PKS bisa lebih erat lagi dalam menghadapi Pilwali Makassar.
“Kan kita koalisi bersama di Pilpres. Siapa tahu kita bisa lanjut di sini (Pilkada Makassar). Apakah bisa mengusung sama-sama,” terang anggota DPRD Fraksi PKS Makassar ini.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ingin berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam mengusung Indira Jusuf Ismail sebagai calon wali kota pada Pilwali mendatang. Sekretaris DPC PPP Kota Makassar Rahmat Taqwa Qurais mengaku telah membangun komunikasi dengan Indira.

“PPP Kota Makassar menjajaki untuk mengusung Ibu Indira Jusuf Ismail pada Pilwali Kota Makassar tahun ini. Sudah komunikasi juga. Bahkan kami sudah beberapa bulan meminta ke Ibu (Indira) dan Pak Wali (Danny Pomanto),” kata Rahmat beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini menyebutkan, kesuksesan yang diraih oleh Danny Pomanto mesti dilanjutkan. Ia pun melihat sosok yang tepat melanjutkan pemerintahan Danny adalah Indira Jusuf Ismail.
PPP sebagai salah satu partai koalisi pemerintahan Danny Pomanto mengharapkan kesuksesan yang sudah diraih sampai hari ini harus dilanjutkan di periode berikutnya.

“Sehingga kami memilih untuk membuka komunikasi ke Ibu Indira Jusuf Ismail untuk diusung sebagai calon wali kota pada Pilwalkot Kota Makassar tahun ini,” tandasnya.
Hanya saja, PPP belum bertemu dengan pengurus DPC PDIP Kota Makassar. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel Imam Fauzan. Ia menegaskan belum ada terbangun koalisi, apalagi nama calon yang diajukan partanya, kecuali di Kabupaten Gowa.
Hasil Pileg 14 Februari lalu, Nasdem berhasil meloloskan delapan kadernya ke DPRD Makassar, disusul Golkar, PKS, dan Gerindra masing-masing enam kursi. Berikutnya ada PKB, PDIP dan PPP masing masing lima kursi, sementara PAN dan Demokrat hanya mengontrol masing-masing tig kursi, Hanura dua serta Perindo satu kursi.

Pemerhati politik dari lembaga survei PT Indeks Poltika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mencermati bila Pilwali Makassar berpotensi diikuti tiga hingga empat pasangan calon. “Keempatnya yakni gerbong Golkar dengan PKB dan figurnya juga semakin terang Appi untuk calon wali kota dan Azhar Arsyad dari PKB sebagai calon wakil. Kalau benar ini terjadi, maka koalisi yang efektif, sebab Appi butuh garis besar NU,” ucap Suwadi.
Kedua yang berpotensi adalah calon Nadem Fatmawati Rusdi meski butuh koalisi, tapi sisa dua kursi, apakah berkoalisi dengan Gerindra atau Partai Gerindra juga membentuk poros sendiri. “Gerindra juga belum memiliki kader yang muncul untuk 01, apakah Najmuddin atau Andi Seto Gadisrta Asapa. Kalau keduanya serius, mungkin Gerindra akan membentuk poros ketiga. Kalau keduanya tidak maju, maka akan ada kemungkinan Gerindra menyiapkan kader untuk 02 seperti Fadel Taupan Ansar dan Erick Horas,” jelasnya.

Suwadi menambahkan bila istri Danny Pomanto yakni Indira Yusuf Ismail besar kemungkinan maju dan koalisi paling efektif yakni PDIP. Tentu berpotensi menggandeng PPP dan Demokrat. “Kita tetap menunggu figur-figur yang lain, seperti Imam Fauzan dan HM Aras dari PPP. Adapun PAN dan PKS juga kelihatannya akan mendorong kader untuk 02,” jelas Suwadi.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekuti PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus melihat Pilwali Makassar tengah menghadapi krisis figur yang selama ini menjadi figur vote getter di Makassar. “Itu karena figur sekualitas Fatmawati Rusdi, Rudianto Lallo, Rahmatika Dewi, Syamsu Rizal, Fadli Ananda, kemungkinan tak akan maju. Hanya ada nama Munafri Arifuddin yang kemungkinan bisa maju meski belum pasti,” jelas Nurmal Idrus, Selasa (23/4).
Hal itu memengaruhi bangunan koalisi yang membuat komunikasi antar Parpol lebih sulit dilakukan karena tak ada ketersediaan figur bagus di setiap parpol. “Maka, kemunculan figur-figur alternatif sangat lumrah terjadi. Seperti munculnya nama Rusdin Abdullah, Andi Seto, Najamuddin dan lainnya. Saya kira, Parpol bakal kesulitan untuk mendorong kadernya kali ini. Kecuali, ada yang berani mengorbankan posisinya di legislatif yang sudah aman,” jelas Nurmal yang pernah menjabat ketua KPU Kota Makassar. (jun-rif)



×


Parpol Intens Bertemu Gagas Koalisasi Jelang Pilwali

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link