MAKASSAR, BKM — Kondisi cuaca di Sulawesi Selatan saat ini memasuki masa pancaroba atau peralihan ke periode musim kemarau. Jadi, walaupun kadang suhu udara terasa cukup panas, namun ada kalanya curah hujan tetap tinggi di beberapa wilayah.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha mengatakan, wilayah Sulsel bagian utara dan Sulsel bagian timur, di bulan April hingga Mei ini, curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi. Apalagi untuk wilayah Sulsel bagian timur, saat ini berada di periode musim hujan, dan puncaknya diperkirakan terjadi di bulan Juni mendatang.
Itulah mengapa wilayah Luwu Raya, Tana Toraja, dan daerah Sidrap hingga Enrekang, intensitas hujan tercatat cukup tinggi. Bahkan karena tingginya intensitas hujan di wilayah utara dan timur Sulsel, terjadi bencana alam di beberapa kabupaten. Seperti terjadinya banjir di Luwu, dan bencana tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang.
Diapun mengingatkan masyarakat, khususnya instansi/pemerintah daerah untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. “Mengingat beberapa hari terakhir telah dilaporkan kejadian banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang di Sulsel bagian utara dan Sulsel bagian timur,” jelas Rizky Yudha saat dihubungi BKM, Jumat (3/5).
Sementara itu, untuk wilayah Sulsel bagian barat, anomali cuaca kerap terjadi. Terkadang kondisi panas terik, tiba-tiba turun hujan. “Karena memang kondisi musim di wilayah tersebut sudah menuju ke periode musim kemarau,” ungkap Rizky.
Berdasarkan peta peringatan dini curah hujan tinggi untuk dasarian I pada Mei 2024, mulai 1-10 Mei, ada beberapa wilayah yang berstatus waspada, siaga, bahkan awas.
Daerah yang masuk kategori awas adalah Kabupaten Sidrap. Sementara yang berstatus siaga diantaranya Kabupaten Bone, Sinjai, Tana Toraja, Enrekang, Luwu,dan Pinrang. Sedang untuk kategori waspada diantaranya Wajo, Palopo, Luwu Utara. (rhm)

