MAKASSAR, BKM — Massa Aliansi Barisan Elemen Aktivis Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (14/5). Mereka menyoal kepemimpinan Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.
Selain itu, ada salah satu poin yang mempersoalkan camat diduga korupsi tapi mendapat jabatan strategis.
“Artinya, di wilayah pemerintahan ketika sudah cacat prosedur dan ketika diberikan jabatan kembali dia akan korupsi kembali. Kalau itu OPD-nya di camat,” ucap Jenderal Lapangan Thalib.
Dia mengatakan, pejabat yang dimaksud telah melakukan praktik korupsi. Namun tidak disebutkan secara detail pejabat yang dimaksud dalam tuntutan tersebut.
“Artinya, penempatan pejabat ASN yang tidak sesuai prosedur itu terindikasi cacat prosedural. Artinya, mereka itu diduga korupsi tapi tetap diberikan jabatan strategis,” katanya.
Aspirasi lain yang disampaikan adalah terkait alokasi anggaran budidaya pisang cavendis yang disebut bersumber dari APBD sebesar Rp30 miliar. Mereka pun menyertakan nama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
“Kami menyikapi persoalan ini karena anggaran yang digunakan untuk pisang cavendis ini sangatlah besar. Diambil dari APBD sebesar Rp30 miliar,” ungkap Thalib.
Saat dikonfirmasi soal sikap Pemprov Sulsel yang menegaskan anggaran budidaya pisang cavendis tak pernah menggunakan APBD, dia berdalih bahwa pihaknya mendapat informasi dari media dan juga pernah dipersoalkan oleh Apdesi.
“Kalau kami pendalaman dari belanja daerah itu kami dapat dari informasi media. Kemudian kemarin Pj Gubernur juga mendapat kritik soal pisang dari Apdesi. Di situ kan kita bisa melihat secara dampak empiris memang diambil dari APBD,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin menegaskan, program budidaya pisang cavendis sama sekali tidak menggunakan sumber APBD.
“Sama sekali tidak ada program budidaya pisang menggunakan APBD. Sepeser pun tidak ada yang keluar dari APBD,” tegasnya.
Dia mengatakan, sumber anggaran dalam program budidaya pisang itu melalui mitra yang dibangun oleh Pj Gubernur Sulsel. Hal ini justru sangat strategis karena tidak membebani APBD.
“Itu bagusnya Pj Gubernur karena banyak jaringannya di luar. Jadi melalui mitra,” kuncinya. (jun)

