pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Apatis Politik

Ainun Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol Unismuh Makassar

DALAM kontestasi pilkada yang akan dilaksanakan, pasangan calon (paslon) akan saling bersaing dalam memperebutkan suara, khususnya dari kalangan anak muda. Karena itu, anak muda harus bisa lebih kritis agar tidak sekadar menjadi objek politik semata. Anak muda harus terlibat dalam menyuarakan aspirasi guna menentukan arah kebijakan ke depan.
Saat ini visi Indonesia Emas tahun 2045 senantiasa dinarasikan oleh berbagai tokoh publik lantaran pada tahun tersebut mayoritas warga negara berada pada usia yang produktif. Namun hal itu hanya akan menjadi angan semata ketika anak muda hari ini masih berada dalam ketidakpastian lantaran sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Hal inilah yang harus disuarakan oleh anak muda. Karena kita dapat melihat fenomena betapa banyaknya rakyat yang belum memiliki pekerjaan sampai hari ini. Lebih miris lagi, banyak diantaranya bergelar sarjana.
Anak muda yang sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan tentunya membutuhkan dukungan dari arah kebijakan pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Ke depannya yang diharapkan memiliki visi penciptaan lapangan kerja yang memadai.
Fenomena kesulitan dalam mencari pekerjaan tentunya bukan merupakan bagian dari sikap pesimis, namun merupakan realitas yang harus segera ditangani dengan dukungan arah kebijakan. Oleh sebab itu anak muda hendaknya tidak mudah dalam memberikan suaranya. Anak muda harus melihat terlebih dahulu visi dan misi setiap kandidat yang hendak berkontestasi pada pilkada nantinya.

Bahkan bila perlu kita harus mencari kesempatan untuk berdialog dengan para kontestan dalam rangka menguji visi misi para paslon. Sebab paslon yang terpilih akan menentukan nasib anak muda lima tahun yang akan datang. Karena itu kita harus benar-benar teliti.
Lapangan pekerjaan tentunya akan berdmpak pada ketidakstabilan ekonomi. Ketika lapangan kerja terbatas, masyarakat menghadapi kesulitan dalam mencari dan mempertahankan pekerjaan. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun.
Momentum pilkada kali ini tentunya menjadi harapan besar bagi masyarakat akan hadirnya terobosan baru yang dapat memudahkan kita dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan.

Selaku anak muda kita tentunya tidak boleh apatis dalam momentum politik. Kita tidak boleh disesatkan dengan narasi yang mengatakan tidak ada gunanya peduli dengan politik. Sebab narasi ini justru berpotensi menyuburkan perilaku korupsi, kolusi,dan nepotisme yang akan berdampak pada menurunnya kesejahteraan masyarakat.
Dalam filosofi demokrasi, pemimpin yang terpilih merupakan pelayan masyarakat. Sebab dalam demokrasi, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Oleh sebab itu kita harus tetap berisik dalam menguji setiap visi dan misi para kontestan. Sebaliknya, kontestan harus berani berdialog dengan masyarakat. Selain bertujuan untuk mengetahui visi dan misi, kita juga dapat menguji kemampuan komunikasi politik yang dimiliki oleh para kandidat. Sebab kemampuan komunikasi yang baik tentunya akan mampu memberikan pendidikan politik yang baik pula bagi masyarakat. (yus)



×


Jangan Apatis Politik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link