pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gimmick Politik di Pilkada

Astika Stury Mahmud Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Alauddin Makassar

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah merilis tanggal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 yang akan dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Tanggal resmi pelaksanaannya telah ditetapkan dan diatur dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

Berdasarkan peraturan tersebut, KPU menetapkan pilkada 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024. Bercermin dari pemilu kemarin, beberapa kali timbul pertanyaan dari kalangan Gen Z tentang apakah pilkada 2024 juga akan menimbulkan gimmick-gimmick kampanye yang sama seperti saat pemilu kemarin?

Tentu hal ini harus diperhatikan, mengingat media sosial sudah menjadi sarana kampanye yang masif dalam menarik suara Gen Z untuk memilih. Dari berbagai sumber, pemilih dari kalangan Gen Z terbilang sangat mendominasi yaitu sebesar 57,45 persen. Tentunya kita perlu peran Gen Z dalam memilih dan menentukan hak suaranya.

Mengingat bahwa kebanyakan Gen Z aktif berpolitik dalam sosial media, sehingga adanya gimmick kampanye dan bias dari sosial media bisa saja mempengaruhi Gen Z dalam memilih dan memandang politik khususnya untuk pilkada 2024 pada November nanti.

Sebagai kalangan yang aktif dalam sosial media, tentunya untuk menentukan pilihan dalam berpolitik pun terkadang Gen Z juga akan sangat terpengaruh dari bias konten kampanye yang mereka tonton, agar bisa lebih bijak memilih Gen Z sebagai kaum yang harusnya melek politik juga harus memperbanyak referensi tentang politik dan pemerintahan masa kini di Indonesia.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa Gen Z sebagai generasi muda yang apolitis, menganggap politik itu kotor sehingga kurangnya partisipasi, namun hal ini tentunya tidak pernah lepas dari banyak nyakasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang mereka konsumsi dari berita yang beredar di media sosial. Termasuk terlalu banyak gimmick dan gaya konten politik yang berlebihan berimbas kepada cara Gen Z dalam memandang dan memilih pasangan politik mereka nanti, khusus pada pilkada 2024 yang akan datang.

Untuk itu saya berharap agar kiranya Gen Z jangan buta politik. Karena saya percaya bahwa buta yang sesungguhnya adalah buta terhadap politik. Sebagai generasi penerus sudah sepatutnya kita ikut berpartisipasi untuk meramaikan kontestasi demokrasi yang akan datang.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa Gen Z harus berpegang teguh kepada pemimpin yang memang memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin. Jangan ikut-ikutan memilih calon yang belum pasti kepemimpinannya, karena bagaimana lima tahun daerah kita tentu berada pada tangan calon yang akan kita pilih nantinya. (jar)



×


Gimmick Politik di Pilkada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link