pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menunggu Poros IAS-Adnan

Respons Nasdem dan PAN Dukung ASS-Fatma, Amran Kedepankan Profesionalitas

MAKASSAR, BKM — Satu pasangan bakal calon yang akan bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel November 2024 telah hadir. Duet bacagub Andi Sudirman Sulaiman dan bacawagub Fatmawati Rusdi sudah dideklarasikan oleh Partai Nasdem. Disusul isyarat dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Penetapan pasangan ASS-Fatma berlangsung dalam rapat pleno yang digelar di Nasdem Building Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu malam (26/5). Rapat dipimpin langsung Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse.
Dalam hitungan jam, PAN Sulsel menyusul mengajukan nama pasangan mantan gubernur Sulsel dan mantan wakil wali kota Makassar itu. Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi berkunjung ke Nasdem Building usai digelarnya rapat pleno.
Ashabul Kahfi yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI ini memastikan partainya mendukung usul Nasdem yang lebih awal mengajukan paket ASS-Fatma. “PAN mendukung pengajukan paket Pak Andi Sudirman Sulaiman dengan Fatmawati Rusdi di pilgub Sulsel,” ujarnya.
Ketika ditanya alasan PAN mendukung ASS-Fatma, Kahfi yang pernah tercatat wakil ketua DPRD Sulsel ini mengemukakan bila sejak pilgub 2018 lalu, PAN menjadi salah satu partai pengusung ASS ketika maju bersama Prof Nurdin Abdullah.
Tak hanya di pilgub, PAN juga tetap bersama Nasdem di pemilihan bupati (pilbup) Sinjai, Bantaeng dan daerah lainnya. “Kita berkoalisi dengan Nasdem di beberapa pilkada, temasuk Kabupaten Sinjai,” kata Kahfi.

Dalam rapat pleno yang digelar Partai Nasdem Sulsel yang dipimpin langsung RMS didampingi Sekretaris Syaharuddin Alrif, sejumlah nama bakal calon bupati Sinjai disebut. Yakni Mahyanto, H Badris, Kartini Ottong, Hasan Basri Ambarala, Muzayyin Arif, dan Andi Ichsan Hamid.
RMS dan Kahfi menyebut, koalisi mengusung ASS-Fatma ini akan terus mendapat dukungan, seperti Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Terkait usulan paket Nasdem ASS-Fatma, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang merupakan kakak kandung bacagub Andi Sudirman Sulaiman, mengaku akan mengedepankan profesionalitas. “Biarlah takdir berputar putar pada orbitnya. Aku Menteri Pertanian, aku profesional,” ujarnya di sela kunjungan di kantor Gubernur Sulsel, Senin (27/5).
Namun jika berbicara terkait dengan calon pemimpin publik, dirinya menekankan untuk memberikan perhatian penuh terhadap pertanian. Terutama dalam hal pemaksimalan pendukungnya mulai dari pengairan, pupuk hingga benih yang bisa segera ditanam oleh para petani.
“Kiat kita adalah untuk meningkatkan produksi padi pasang pompa traktor dan berikan benih,” ujarnya.

Poros Baru

Pengamat politik dari Unhas Dr Ali Armunanto yang dimintai tanggapannya, menegaskan bahwa jika melihat dinamika yang berkembang, polarisasi kekuatan politik sepertinya mengarah pada dua nama pasangan calon (paslon), yakni ASS-Fatma dan Danny-Indah.
”Dengan adanya dua pasangan ini, calon lain mulai semakin sempit ruang geraknya, mulai dari pilihan pasangannya hingga partai pengusung. Demikian pula partai, mereka semakin berhati-hati dalam kalkulasi politiknya untuk mengusung pasangan baru atau bergabung dengan yang telah ada,” ujarnya, kemarin.
Terpisah, pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur Aprianto mengatakan, jika melihat trend koalisi dan polarisasi dukungan partai politik, sepertinya mengarah pada terbentuknya dua paslon untuk pilgub Sulsel.
”Argumentasinya adalah arah dukungan partai akan sangat pragmatis dan mengikuti aransemen arah dukungan Istana. Bahkan secara pragmatis pula, potensi paslon tunggal pun sangat mungkin terjadi di pilgub Sulsel. Upaya political blocking untuk memborong dukungan partai-partai juga sementara berjalan,” ujar Luhur.
Menurut Luhur, realitas politik Sulsel saat ini didominasi poros AAS Building dan poros Amirullah. Peluang kontestasi ASS vs Danny paling mungkin terjadi, dengan syarat Danny masih mampu mengkonsolidasi dukungan partai selain PDIP. Pasangan ASS dan Fatma yang sudah hampir final, akan lebih enjoy mengatur ritme kontestasi.
“Kalau Danny berhasil mencukupkan syarat dukungan, maka opsi-opsi pasangan wakil bisa mengarah ke beberapa calon. Indah Putri atau Adnan Purichta. Sebenarnya masih terbuka peluang poros IAS-Adnan. Mereka bisa menjadi kekuatan alternatif, tentu saja jika mereka mampu mencukupkan syarat dukungan partai,” tandasnya. (jun)

Danny Ungkap Skenario
Lawan Kotak Kosong

BAKAL calon gubernur Mohammad Ramdhan Pomanto berharap agar Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ikut bersamanya. Tak hanya itu, Wali Kota Makassar dua periode ini juga tetap penuh harap agar PPP dan Golkar dapat bersamanya di pilgub Sulsel.
Danny pun menyampaikan selamat kepada ASS dan Fatma sebagai bakal pasangan cagub dan cawagub Sulsel. “Saya ucapkan selamat kepada Ibu Fatma dan Pak Andi Sudirman. Itu berarti kristalisasi politik di Makassar akan lebih cepat karena sudah ada pasangan,” ujarnya.

Diakui, pihaknya telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai politik. Termasuk dengan PDIP yang sudah siap mengusung namanya. Danny akan melihat sejauh mana hasil komunikasi politik itu melalui wujud koalisi partai. “Komunikasi sudah ada tapi saya tidak pernah sampaikan kepada kita semua,” ujarnya.
Menurut Danny, jika koalisi itu terbentuk, ia siap melawan siapa saja, termasuk pasangan ASS- Fatma. “Ya, harus optimis. Semua politik itu sama. Kalau lawannya seperti ini, maka yang dilawan juga harus seperti ini,” kata Ketua IKA Unhas Wilayah Sulsel itu di sela-sela rapat kerja IKA Unhas Wilayah Sulsel di Four Points Hotel, Makassar, Senin (27/5).
“Saya melawan siapa pun selalu siap. Kapan sih saya tidak siap melawan siapa pun? Saya sudah mengalami empat kali pertarungan, tiga kali meraih kemenangan,” katanya.
Ia menyatakan tidak masalah harus berhadapan dengan Fatma yang pernah pernah jadi wakilnya di Pemkot Makassar. “Ibu Fatma itu sahabat saya,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan, gambaran di pemilihan legislatif akan sangat berbeda dengan pemilihan kepala daerah. Atas dasar itu, dirinya optimistis upayanya menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik, termasuk dengan Gerindra akan jadi tahap untuk bisa melanju ke tingkat berikutnya.
Dia mengatakan pergerakan politik di daerah ini akan menjadi lebih cepat karena sudah ada partai yang menetapkan pasangan bakal calon. Walaupun hingga saat ini belum ada partai yang secara pasti menyatakan akan mengusung dirinya sebagai bakal calon gubernur selain PDIP, namun dia optimistis akan segera mendapat dukungan dari sejumlah partai yang akan berkoalisi dengan PDIP.

“Yang fiks kan PDIP. Jadi saya sudah punya modal sendiri. Insyaallah dalam dekat-dekat ini akan terlihat koalisinya,” beber Danny.
Dia mengatakan banyak asumsi yang beredar saat ini. Salah satunya adalah upaya dari sejumlah elite yang ingin membangun skenario agar salah satu pasangan calon bisa melawan kotak kosong.
Namun Danny tidak gentar. Dia menegaskan hal itu sangat menarik dan justru membuatnya lebih bersemangat untuk ikut pertarungan. “Kita hargai itu. Tapi kan ada kekuatan lain. Langit ini banyak, tidak satu langit, ada tujuh langit. Justru ini menarik dan saya lebih semangat lagi,” tegasnya.
Dia mengemukakan siap berhadapan dengan siapa saja. Termasuk dengan Andi Sudirman Sulaiman yang merupakan adik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Siapa pun saya siap. Masa saya tidak pernah siap,” tandasnya.
Dia pun tidak patah semangat ketika harus diperhadapkan dengan koalisi Gerindra-Nasdem di pilgub yang diketahui menjadi pemenang perolehan suara terbanyak di pemilihan legislatif yang lalu.

Saat ini, Danny Pomanto diisukan bakal berpasangan dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri di pilgub Sulsel. Namun menurutnya, kondisi politik saat ini masih dinamis. “Kalau komunikasi dengan Ibu Indah, selalu. Tapi sekali lagi ini tergantung koalisi,” ucapnya.
Golkar disebut bisa saja mengusung Danny asal berpasangan dengan Indah. “Saya tidak bisa bicara. Itu kewenangan Golkar, tapi tentu bagi saya semua Parpol komunikasi dengan sangat baik,” kata Danny. (rhm)



×


Menunggu Poros IAS-Adnan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link