MAKASSAR, BKM — Indira Yusuf Ismail, istri Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto telah berkomitmen penuh untuk berkontestasi di pilwali Makassar November mendatang. Hal itu ia tunjukkan dengan massifnya membangun komunikasi politik dengan partai politik (parpol). Hasilnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memberikannya surat tugas.
Kendati begitu, Indira belum memutuskan sosok yang akan mendampinginya. Meski beberapa waktu lalu sejumlah kandidat beberapa kali melakukan komunikasi politik dengannya.
Danny Pomanto, suami Indira mengaku lebih memilih politisi atau kader parpol untuk maju bersama Indira. Hanya saja, Danny tidak ingin menyebut kader parpol tersebut. “Intinya, dia juga membawa partainya. Calon pendamping Ibu Indira dari parpol. Ada dua nama dari parpol yang baru mau kita survei,” ujar Danny.
Hingga kini ada sejumlah pengurus parpol yang berniat maju di pilwali. Sebut saja Munafri Arifuddin alias Appi dan Rahman Pina dari Golkar, Andi Seto Gadhista Asapa dari Gerindra, Ady Rasyid Ali dari Demokrat, Azhar Arsyad dari PKB Sulsel, serta Amri Arsyid dari PKS Sulsel.
Alasan Danny membidik calon dari parpol karena jika digabungkan dengan Indira yang telah menerima rekomendasi dari PPP, akan memenuhi syarat koalisi. Meski begitu, Danny masih merahasiakan kedua nama tersebut yang akan menjadi partner istrinya dalam pilwali Makassar.
“Yang jelas bawa partai. Kan PPP ada lima kursi. Sehingga calon pendamping Ibu dari partai membawa kursi untuk genapkan koalisi,” jelasnya.
Hal sama disampaikan oleh Indira. Ia menegaskan bahwa dirinya siap mendampingi siapa saja yang akan menjadi usulan partai koalisi. Tentu yang menjadi pertimbangan adalah survei.
“Kalau saya sih siap saja. Nanti juga berdasarkan survei, tentunya Bapak (Danny Pomanto) juga punya ini untuk mengambil keputusan dan tentunya partai yang mau mensupport kita. Jadi Saya dalam kondisi harus siap terus. Persiapannya itu tentu surveinya,” katanya.
Terkait dua politisi yang masuk radar untuk mendampingi dirinya, apakah sudah komunikasi dengan figur tersebut? Indira mengatakan bahwa ia tetap menunggu rekomendasi partai.
Tak hanya itu, Indira juga menegaskan soal posisi 01 atau 02. Dirinya tetap mengikuti apa yang menjadi keputusan bersama. Hanya saja, saat ini masih fokus 01 calon wali kota.
“Ya begitu-begitu, tapi kita masih tetap menunggu jadi kita belum terlalu dalam. Bapakji yang tahu. Survei yang menentukan. Sama seperti kalau orang tanya 01 atau 02. Semua itu kan kita mesti diskusikan dengan siapa partai pendukung. Kecuali kita yang putuskan sendiri, tidak butuh orang lain, itu lain soal. Saya bisa jawab tapi kan tidak bisa,” tuturnya.
Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar Ibnu Hadjar Yusuf mengatakan, magnet Indira bagi kandidat lain sangat kuat. Hal itu dibuktikan dengan beberapa waktu lalu sejumlah figur datang ke kediamannya untuk melakukan silaturahmi. Mereka adalah Munafri Arifuddin, Rahman Bando hingga Rahman Pina.
Hasil Survei Archy
Berita Terkait:-Munafri Arifuddin 15,63 persen.
-Rudianto Lallo 8,24 persen.
-Rusdin Abdullah 4,14 persen.
-Samsu Rizal 4,28 persen.
-Andi Rachmatika Dewi 4,18 persen.
-Abdul Rahman Bando 3,21 persen.
-Adi Rasyid Ali 2,78 persen.
-Andi Seto Gadhista Asapa 2,57 persen.
-Indira Jusuf Ismail 2,48 persen.
-Irman Yasin Limpo 2,14 persen.
-Aliyah Mustika Ilham 2,03 persen.
-dr Fadli Ananda 1,07 persen
-Amri Arsyid 0,86 persen
-Imam Fauzan 0,43 persen.
-Najmuddin 0,43 persen.
-Ahmad Susanto 0,32 persen.
-Irwan Adnan 0,21 persen.
“Bagi saya, beberapa tokoh atau figur yang mau mencalonkan atau aktualisasi diri di depan khalayak ramai, menilai Ibu Indira itu begitu menarik dalam hal dia figur perempuan yang memang hari ini dilirik oleh beberapa kandidat lain,” kata Hadjar, Rabu (19/6).
Padahal, kata dia, seharusnya sangat sulit pertemuan itu dilakukan jika hanya mengalihkan dukungan masyarakat. Namun, hal itu yang menarik bagi Indira karena tidak pernah mengunci silaturahmi itu dengan kandidat lain.
“Ibu Indira menarik karena membuka ruang pertemuan dengan kandidat lainnnya. Di situlah pertemuan silahturahim bagi saya tidak semudah itu menemui beliau,”jelasnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa sosok yang potensial dan tepat mendampingi Indira ialah Munafri Arifuddin atau Rahman Pina. Kendati begitu, lanjut dia, dinamika politik masih terus berjalan.
“Boleh Appi atau Rahman Pina. Bisa saja itu, tapi masih kemungkinan. Analisisnya masih selalu cair,” pungkasnya.
Hasil Survei
Hingga saat ini sedikitnya ada 17 orang dengan berbagai latar belakang mendapatkan dukungan publik untuk ikut bertarung pada pilwali Makassar 27 November mendatang. Dari kalangan parpol, ada Munafri Arifuddin alias Appi dari Partai Golkar, Rudianto Lallo, Rusdin Abdullah (Rudal) dan Andi Rachmatika Dewi dari Nasdem.
Syamsu Rizal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Adi Rasyid Ali (ARA) dan Aliyah Mustika Ilham dari Partai Demokrat, serta Andi Seto Gadhista Asapa dan Najmuddin dari Gerindra. Dokter Fadli Ananda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Amri Arsyid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Imam Fauzan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sementara pengusaha dan profesional ada nama Dr Abdul Rahman Bando (ARB), Indira Jusuf Ismail, Irman Yasin Limpo, Ahmad Susanto dan Irwan Adnan.
Dari 17 bakal calon ini, sedikitnya lima yang telah meraih dukungan teratas sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Lembaga survei Archy Research and Strategy memaparkan hasil dukungan publik dan popularitas terhadap kandidat yang ada saat ini.
Hasilnya, Appi di posisi teratas yakni 15,63 persen. Disusul kemudian Rudianto Lallo (RL) yang juga Ketua DPRD Makassar sekaligus Ketua Bappilu Nasdem Sulsel, 8,24 persen. Sementara Rusdin Abdullah 5,14 persen.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar yang juga Ketua Bappilu PKB Sulsel Samsu Rizal 4,28 persen, Andi Rachmatika Dewi yang juga Ketua DPD Nasdem Makassar 4,18 persen, serta mantan Kadis Pendidikan Kota Makassar Abdul Rahman Bando 3,21 persen.
Berikutnya, Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali 2,78 persen, mantan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa 2,57 persen, istri Wali Kota Makassar Indira Jusuf Ismail 2,48 persen, mantan Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo 2,14 persen, anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham 2,03 persen, dr Fadli Ananda 1,07 persen, Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid 0,86 persen, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan 0,43 persen, Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Najmuddin 0,43 persen, Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto 0,32 persen dan Irwan Adnan 0,21 persen.
Adapun responden yang tidak tahu atau tidak menjawab 44 persen.
Jajak pendapat Survei ARCHI Strategic dilakukan dalam periode 4 hingga 14 Juni dengan melibatkan 1.692 responden yang tersebar di 15 kecamatan dengan menggunakan metode sampling.
Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,38 persen dan confidence interval sebesar 95 persen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap hasil yang diperoleh.
“Metodologi survei dilakukan secara ketat untuk memastikan akurasi dan representativitas data yang dikumpulkan,” ujar CEO ARCHI Strategic Mukhradis Hadi Kusuma Jaya saat memaparkan hasil survei di kantornya, Jalan Citraland Celebes, Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu sore (19/6).
Ia menerangkan, survei ini memberikan gambaran yang jelas tentang preferensi pemilih di Kota Makassar menjelang pilkada serentak 27 November 2024.
“Dengan responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan, kami yakin data ini mampu merefleksikan aspirasi dan harapan masyarakat secara akurat,” tambahnya.
Menurutnya, tingginya popularitas Appi disebabkan beberapa faktor. Pertama, kiprahnya yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan di Makassar. Kedua dukungannya yang kuat dari DPP Golkar yang memberikan pengaruh besar dalam mendongkrak elektabilitasnya
Selain itu, sosoknya yang dikenal luas oleh masyarakat Makassar sebagai tokoh yang berpengalaman dalam dunia sepak bola Makassar. Pengusaha sekaligus Ketua Golkar Makassar itu adalah mantan CEO PSM Makassar. Di samping itu, Appi pernah maju di pilwali 2018 dan 2020. (jun)

