MAKASSAR, BKM — Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Awan duka menyelimuti jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Seorang pamong senior yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Khusus (RSK) Dadi Makassar dr Andi Mappatoba berpulang ke rahmatullah, Selasa (16/7). Ia mengembuskan napas terakhirnya ketika berada di Jakarta dalam melaksanakan tugas.
Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrullah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Zudan mengaku sangat kehilangan dengan sosok ASN terbaik di Pemprov Sulsel itu.
Andi Mappatoba yang juga Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan ini dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (16/7) dini hari. Prof Zudan Arif pun terbang ke Jakarta untuk melayat di RS Primaya Tangerang, untuk selanjutnya dan melepas keberangkatan jenazah ke Makassar.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai Pj Gubernur Sulsel, mewakili seluruh ASN mengucapkan benar-benar merasa kehilangan atas berpulangnya Bapak dr Mappatoba,” kata Zudan saat melepas jenazah almarhum di ruang kargo Lion Air bandara Soekarno Hatta Jakarta, Selasa siang (16/7). Diterbangkan ke Makassar pada pukul 14.00 WIB.
Zudan menilai sosok Andi Mappatoba sebagai pribadi pekerja keras. Selama bekerja di Pemprov Sulsel, Andi Mappatoba banyak menginisiasi inovasi program, salah satunya pelayanan tumbuh kembang anak di RSK Dadi Makassar.
“Beliau ini baik sekali, rajin dan banyak inovasinya. Bahkan ketika saya baru beberapa hari menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, beliau langsung mengajak launching untuk pelayanan di Rumah Sakit Khusus Dadi,” tuturnya.
“Pelayanan tumbuh kembang anak dalam rangka penanganan stunting dan lebih meningkatkan kualitas anak usia dini. Beliau betul-betul bersemangat untuk memajukan kesehatan di Provinsi Sulsel, khususnya di RSK Dadi,” sambung Zudan.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan Rabu (17/7) hari ini.
“Mari kita doakan beliau agar diampuni semua dosa-dosa dan dijadikan ahli surga oleh Allah Swt, dan seluruh keluarganya diberi kekuatan dan kesabaran untuk terus melanjutkan karya-karya beliau,” harap Zudan.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Andi Darmawan Bintang, merasa kehilangan sosok sahabat yang sangat perhatian
. “Seorang birokrat, meskipun beliau dokter, sepanjang yang saya tahu karena beliau saya kenal itu sudah semenjak 2007 2008, mempunyai karakter yang patut dicontoh. Terutama dalam hal bagaimana membangun hubungan sosial. Juga tentang bagaimana membantu orang, karena memang sudah jiwa seorang dokter. Beliau juga sosok yang bisa memberikan saran dan pendapat terkait permasalahan yang ada,” ungkap Wawan, sapaan akrab Darmawan Bintang.
Ia mengaku kaget dengan kabar berpulangnya almarhum. Sebab almarhum sempat berpamitan kepadanya untuk berangkat ke Jakarta dalam urusan pekerjaan, sekaligus untuk memeriksakan kesehatan jantungnya
.
“Kenapa saya kaget dengan kepergian beliau? Karena sebelum berangkat, beliau masih meminta izin kepada saya mendampingi perjalanan untuk meninjau. Kalau saya tidak salah tanggal 6 Juli itu untuk ke Jakarta terkait dengan Perlindungan Anak dari kementerian. Kemudian beliau juga menyampaikan ingin berobat, untuk melakukan check up. Tapi Allah menentukan lain,” terang Wawan.
Hal yang paling berkesan bagi Wawan dari Andi Mappatoba semasa hidupnya, adalah bagaimana pun bentuk marahnya ataupun kesulitannya ia selalu tersenyum. ”Jadi dingin suasana dan bisa diselesaikan dengan cepat. Dengan kepala dingin masalah terselesaikan,” tuturnya.
Di mata Wawan, almarhum yang memiliki tiga orang anak merupakan bapak yang menyayangi keluarga. Sepanjang perjalanan karirnya, ia selalu menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi dengan baik.
”Almarhum merupakan aset bagi pemerintah provinsi dalam hal menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Karena itu kita merasa kehilangan dengan sosok beliau. Kita semua berharap beliau husnul khotimah, dan jasa-jasanya akan selalu dikenang dan Insyaallah amal pahalanya diterima oleh Allah Swt,” kata Wawan.
Jenazah almarhum akan dilepas secara resmi pada hari ini, Rabu (17/7) dengan upacara pelepasan oleh jajaran Pemprov Sulsel. Rencananya almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga keturunan Raja Gowa di Katangka, Gowa. (jun)

