pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Noel: Gerindra Belum Tentukan Dukungan

Prabowo Mania Siap Deklarasi Dukung Danny

MAKASSAR, BKM — Setelah mendapat dukungan dari relawan pendukungan Pro Jokowi (Projo), politisi Mohammad Ramdhan Pomanto kembali mendapat amunisi baru. Kali ini, lelaki yang menjabat Wali Kota Makassar itu mendapat support dari Prabowo Mania, yakni relawan pendukung presiden terpilih Prabowo Subianto.
Ketua Relawan Prabowo Mania 08 Immanuel Ebenezer secara khusus datang menemui Danny di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Senin (29/7). Pertemuan dilakukan secara tertutup sekitar satu jam lamanya.

Usai pertemuan, lelaki yang akrab disapa Noel itu mengaku diskusi dengan Danny Pomanto terkait gagasan-gagasan yang bisa dilakukan untuk rakyat ke depan, khususnya di Sulsel. Ternyata, kata Noel, banyak sekali gagasan besar yang disampaikan Danny sehingga dianggap cocok untuk menjadi pemimpin Sulsel ke depan.
“Banyak sekali gagasan besar yang disampaikan beliau (Danny Pomanto). Saya rasa Sulsel membutuhkan pemimpin yang memiliki gagasan besar. Itu point terpenting. Apalagi dengan fenomena hari ini, ada momentum pilkada,” ungkap Noel.

Dia menekankan, sayang sekali jika provinsi besar seperti Sulsel mendapatkan pemimpin dengan cara berpikir yang kerdil, karena akan merugikan masyarakat.
Dia mengatakan, di momen pilkada ini, banyak calon yang basisnya bukan gagasan, namun hanya ingin berkuasa. Itu dinilai tidak baik.
“Banyak calon basisnya bukan gagasan, tapi hanya ingin berkuasa, dan itu tidak baik. Yang kedua, demokrasi yang begitu mahal, (masak) kita mendapatkan pemimpin yang murah meriah, dalam arti tidak ada gagasan. Sulsel harus mendapatkan pemimpin yang punya gagasan besar. Contohnya Pak Wali Kota Makassar ini,” tegas Noel.
Dia menekankan, sebagai organisasi yang ambil bagian dalam pemenangan Prabowo Subianto menjadi presiden, pihaknya mendukung pemimpin yang lahir dari rahim rakyat. Dengan kriteria yang disebutkan di atas, Noel menekankan Prabowo Mania pasti akan mendukung Danny Pomanto untuk maju di pilgub Sulsel.
“Kita punya barisan relawan di 24 kabupaten. Hasil pertemuan saya dengan Pak Danny tadi, membuat kami semakin bulat untuk mendukung beliau jadi pemimpin. Beliau itu basisnya keberpihakan (rakyat). Bukan basisnya memberikan duit,” imbuhnya.

Dia menekankan sebagai organisasi relawan, Prabowo selalu memberikan otoritas kepada Prabowo Mania memilih dan menentukan sikap politik. “Karena dia tahu model saya, karena saya tidak mungkin memilih seseorang latar belakangnya koruptor dan sebagainya. Apalagi ini pemimpin yang punya gagasan. Nah, kita butuh memang pemimpin yang punya gagasan. Beliau ini yang tepat untuk Sulawesi Selatan,” tegas Noel.
Sejauh ini, seperti diketahui, Danny masih berusaha untuk menggenapkan partai koalisi agar bisa ikut pertarungan di kontestasi pilgub Sulsel. Walaupun sudah ada pasangan calon yang mengklaim mendapat usungan Gerindra, namun Noel mengatakan hingga saat ini partai besutan Prabowo Subianto itu belum menentukan arah dukungan. “Tidak apa-apalah, namanya klaim. Namanya juga politisi,” tandasnya.
Diapun berjanji akan mengomunikasikan persoalan ini ke Prabowo Subianto agar pria yang segera dilantik sebagai Presiden RI itu, tidak salah pilih dukungan. “Yang pasti saya akan mengkomunikasikan beliau (Danny) ke Prabowo agar jangan sampai Prabowo salah ngambil pilihan. Itu yang pasti saya akan komunikasikan ini ke Pak Prabowo,” tambahnya.

“Prabowo mania tidak ragu untuk mendukung beliau (Danny). Prabowo Mania tidak akan ragu dan bulat untuk Pak Danny maju gubernur Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Noel menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan deklarasi sebagai bentuk dukungan kepada Danny Pomanto di pilgub Sulsel. “Ya, kita akan secepatnya melakukan deklarasi, untuk mendukung beliau,” tambah Noel.
Pada kesempatan itu, dia juga menegaskan tidak merespons wacana kotak kosong. “Jangan ada kotak kosong dong. Kasihan rakyatnya. Artinya, yang kita mau rakyat itu punya pilihan alternatif. Kalau kotak kosong gimana, dihinakan demokrasinya,” ujarnya.
Diapun optimistis Danny punya peluang untuk bisa maju di pilgub Sulsel. Dengan dukungan dua relawan besar di belakang Danny, yakni Projo dan Prabowo Mania, merupakan hal yang luar biasa.
“Kalau sudah ada dua relawan besar yang mendukung beliau, itu kan luar biasa. Kita punya dua sejarah yang tidak mungkin Anda bisa melupakan. Pertama, saya memenangkan Jokowi dua periode dan kita memenangkan Prabowo, dan Projo coba begitu dia memenangkan Jokowi dan memenangkan Prabowo. Masa nda menang sih kita,” tegasnya.

Dia mengatakan punya standar dalam mendukung untuk calon pemimpin. Yakni memiliki integritas, nilai politik menyangkut gagasannya.
Noel pun mengaku sebenarnya baru kenal dengan Danny. “Saya baru kenal beliau hari ini (kemarin). Orang pergerakan itu selalu punya insting, beliau (Danny) itu bagus. Apalagi beliau ini pendukung Jokowi keras. Masak orang-orang garis keras di kebenaran itu tidak kita dukung. Agar apa, Makassar bagus, Sulsel juga makin maju,” imbuhnya.

Danny Pomanto saat dikonfirmasi, mengatakan dukungan yang diberikan Prabowo Mania terhadap dirinya bukan sekadar amunisi, namun semangat untuk melihat Indonesia emas di tahun-tahun mendatang, dan Sulsel yang lebih baik. “Kedatangan beliau ini saya kira luar biasa. Saya hanya lihat (Noel) di televisi. Rupanya semangatnya sama,” ungkap Danny.
Orang nomor satu Makassar itu mengaku banyak berdiskusi terkait kegalauan seperti apa Indonesia ke depan, bagaimana program-program kerakyatan, dan soal semangat kepemimpinan kepada rakyat.

“Kemudian saya kasihlah brosur saya. Begitu beliau lihat, nah ini yang harus kita kerjakan dengan baik. Sehingga saya kira, bertemu sama orang-orang baik adalah sebuah blessing bagi saya,” tambah Danny.
“Persoalan menang atau kalah, bagi saya persoalan belakang. Bagi saya bagaimana gagasan ini dipahami oleh masyarakat menjadi solusi untuk menyempurnakan apa yang telah ada,” kata Danny.

Jaga Tradisi Golkar

Politisi senior Partai Golkar Sulsel H Ambas Syam berharap, tradisi partai berlambang pohon beringin rindang pada kontestasi pilgub Sulsel hendaknya terus dijaga. Menurutnya, Sulsel sebagai salah satu lumbung Golkar, harus mendorong kadernya untuk bertarung.
Mantan anggota DPRD Sulsel empat periode itu menegaskan, dengan 14 kursi yang dimiliki Golkar saat ini, kader partai sangat layak untuk maju sebagai calon gubernur. Apalagi, menurut dia, Golkar tidak kekurangan kader potensial yang sudah teruji kemampuan dan kepemimpinannya.
Ambas menyebut nama-nama seperti Ketua DPD Golkar Sulsel sekaligus Wali Kota Parepare dua periode Parepare Taufan Pawe, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, serta Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Keempat kader Golkar ini, kata Ambas yang juga Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2005-2010 ini, tidak diragukan lagi kemampuannya. Mereka selama ini sangat aktif bekerja untuk menaikkan elektoralnya, dan di setiap survei selalu menempati posisi yang bagus.
Dalam tradisi Golkar, mereka memang selalu mengusung kadernya sendiri di pilgub Sulsel. Bahkan, mereka secara rutin menempatkan kadernya sebagai calon gubernur alias 01.

Menurut Ambas, jika Golkar masih ingin terus mempertahankan label Sulsel sebagai lumbung suara dan mengembalikan kejayaan, maka tidak ada pilihan lain kecuali mengusung kader sendiri untuk menjadi calon gubernur atau calon wakil gubernur Sulsel.
Pria kelahiran Bone, 25 Agustus 1952 ini juga memastikan, ini momentum terbaik. Alasannya, sangat jarang ada banyak kader Golkar yang secara bersamaan dianggap punya peluang bertarung dan memiliki survei yang bagus.

“Jadi benar kata pengamat, akan mengherankan jika Golkar hanya menjadi penonton di pilgub kali ini. Kita tentu berharap itu tidak benar-benar terjadi, karena kita ingin tradisi mengusung kader itu bisa dipertahankan terus,” tegas Ketua DPD II Golkar Gowa itu, Senin (29/7).
Ambas yang memulai karier politiknya sebagai pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), salah satu organisasi kepemudaan Partai Golkar, juga mengingatkan tentang pentingnya menghargai kader dan menempatkan mereka sebagai pilihan pertama.
“Kader adalah tulang punggung organisasi. Merekalah yang selama ini memperjuangkan partai di setiap pemilu. Karena itu, sepanjang mereka memiliki kapabilitas, mereka harus tetap dinomorsatukan. Itulah budaya partai yang bagus,” tandasnya. (rhm-jun)



×


Noel: Gerindra Belum Tentukan Dukungan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link