MAKASSAR, BKM — Dua poros kini telah mengerucutkan bakal pasangan calon (paslon) yang akan diusung di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel. Masing-masing Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi, dan Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad.
Walau begitu, masih terdapat partai lain yang berpeluang membentuk poros baru dan mengusung paslon, yakni Golkar. Partai ini bisa saja berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apalagi dalam sejarah, antara Golkar dan PKS pernah menjalin kerja sama di pemilihan gubernur langsung pertama di tahun 2007. Koalisi ini mengusung pasangan HM Amin Syam dari Partai Golkar dan Mansyur Ramli yang diajukan PKS. Namun, pasangan ini kalah dari duet Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang atau dikenal dengan akronim Sayang Jilid Satu.
Perkembangan terakhir menjelang pilgub Sulsel 2024, muncul dua nama baru yang digadang-gadang bakal meramaikan pertarungan dan akan diusung oleh parpol selain pendukung paslon ASS-Fatma dan Danny-Azhar. Dua nama itu adalah mantan Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) (Purn) Syafruddin Kambo serta anggota DPD RI Tamsil Lunrung.
Sebelumnya, ada sejumlah nama yang mencuat di kontestasi pilgub. Terdapat tiga politisi Partai Golkar yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Adnan Purichta Ichsan, Indah Putri Indriani. Politisi Partai Nasdem Rusdi Masse Mappesessu. Politisi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras. Mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki. Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Fadil Imran, serta pengusaha yang juga politisi PKS Annar Salahuddin Sampetoding.
Syafruddin telah bertemu dengan Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta, Senin (29/7). Airlangga meminta Syafruddin Kambo untuk maju di pilgub Sulsel. Usai bertemu Airlangga, beredar foto Syafruddin bersama Bupati Luwu Utara Indah Putri Indiani. Kemudian ada juga foto Syafruddin bersama politisi PKS yang kini jadi senator, yakni Tamsil Linrung.
Syafruddin dikabarkan berpaket dengan Indah Putri Indriani di pilgub Sulsel 2024. Syafruddin menjadi bakal calon gubernur, sementara Indah bakal calon wakil gubernur.
Manakala Syafruddin maju bersama Tamsil Linrung, maka tentu mengabaikan tiga hingga empat kader Golkar yang telah diberikan surat tugas. Tamsil Lirung yang berusaha dihubungi, belum berhasil dikonfirmasi.
Airlangga selaku Ketua Umum DPP Golkar sebelumnya telah mengeluarkan surat tugas, namun semua itu bukan jaminan. Sebab ada nama yang sudah turun, namun bukan kader di daerah. Seperti di Kabupaten Gowa, Bantaeng (Fauzi Nurdin) serta Selayar (Natsir Ali),
Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Zulham Arief, mengatakan silaturahmi Syafruddin dengan Airlangga di Jakarta hal biasa. Tak bisa serta merta dikaitkan dengan pertemuan politik.
Hanya saja, Zulham menekankan Golkar belum bersikap di pilgub Sulsel 2024. Beringin masih berpeluang membuka poros baru, atau pun mengusung calon yang sudah ada.
“Sampai saat ini Golkar belum mengumumkan calonnya di pilgub Sulsel. Kami masih menunggu keputusan DPP,” kata Zulham.
Soal wacana Syafruddin berpasangan dengan Indah, menurutnya, Golkar pemilik 14 kursi mendukung langkah politik Indah di pilgub Sulsel, sebab menerima surat tugas bersama empat kader lainnya.
“Ibu Indah telah menerima surat tugas dari DPP. Dan dalam surat tugas itu, beliau diminta untuk membangun komunikasi politik dengan calon dan partai lain,” ujar Zulham.
Paket ini bisa berkoalisi dengan PKS yang mengontrol tujuh kursi dan Hanura satu kursi. Ketua DPD Hanura Sulsel, Amsal mengungkapkan partainya masih menimbang calon di pilgub 2024. Sekalipun hanya satu kursi, ia tak ingin gegabah menentukan pilihan.
Ketika ditanya wacana paket Syafruddin-Indah, Amsal mengaku mempertimbangkannya. “Intinya, Partai Hanura masih mempertimbangkan semuanya. Kami mau menang, dan keputusannya ada di DPP,” pungkas Amsal. (rif)

