MAKASSAR, BKM — Kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 27 November mendatang hampir pasti hanya diikuti dua pasangan calon, yakni Andi Sudirman Sulaiman (ASS) bersama politisi Nasdem Fatmawati Rusdi (Fatma), serta wali kota Makassar dua periode Mohammad Ramdhan Pomanto yang menggandeng politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Azhar Arsyad.
Menuju pilgub, pasangan ASS-Fatma akan dibantu oleh Tim Dozer. Tim ini menjadi bagian dari pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di pilpres pada 14 Februari 2024 lalu. Hasilnya, pasangan Prabowo-Gibran meraup 3.010.726 suara di Sulsel.

Tim Dozer mempunyai relawan yang mencapai ratusan ribu orang di Sulsel. Dengan tagline ‘Tradisi Juara’ itu, Dozer bekerja untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kali ini, Tim Dozer akan kembali ‘bertarung’ di Sulsel untuk memenangkan pasangan ASS-Fatma. Pada pilgub 2018 lalu, Tim Dozer membantu memenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) yang berhasil mendulang 1.867.303 suara.
Tim Dozer dengan Panglimanya Rully Rozano serta Presiden Ghimoyo, sudah masif bergerak dari kabupaten, kecamatan, desa bahkan ke tingkat RT/RW. Mereka optimis pasangan Andalan Hati akan memenangkan pilgub Sulsel.
Sebagai bagian untuk bisa meraih kemenangan, Tim Dozer melakukan Training of Trainer (ToT) bagi 24 kabupaten/kota di SwissBell Hotel, Panakkukang Makassar, Kamis (8/8). Setiap relawan akan mempunyai tugas masing-masing.
Jadi pergerakannya sudah terstruktur. Sehingga untuk menggaet suara lebih banyak bukan hal yang sulit lagi. ASS-Fatma pun optimistis bisa memenangkan pilgub Sulsel bersama Tim Dozer.
Saat ini, pasangan yang mengusung tagline Andalan Hati itu hampir pasti mengendarai Partai Demokrat, PSI, Hanura, Nasdem, Golkar, PAN serta Gerindra.
Sementara kandidat yang disebut akan menjadi lawan dari Andalan Hati, yakni Danny Pomanto berpasangan Azhar Arsyad. Paket DIA disebut-sebut mendapat dukungan dari PDIP, PPP, dan PKB. Meski begitu belum ada rekomendasi B1KWK dari ketiga partai tersebut.
Walau begitu, wacana kosong pun hingga saat ini masih mencuat di masyarakat. Terlebih lagi ASS-Fatma masih terus melakukan lobbi politik ke semua partai.
Menanggapi hal itu, Panglima Dozer Rully Rozano tak mempermasalahkan jika nantinya Andalan Hati akan melawan kotak kosong maupun kotak berisi. “Mau kotak kosong atau kotak ada isinya, intinya Dozer lawan. Jika ada penghalang, ratakan,” tegas Rully di acara Kick off Tim Dozer yang dihadiri Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi di Hotel SwissBell, Kamis (8/8).
Sejauh ini, kata Rully, Tim Dozer sudah sangat siap. Baik dari tingkat wilayah, kabupaten, kecamatan, desa hingga ke tingkat RT/RW.
“Tim Dozer terdiri dari koordinator wilayah, kabupaten, kecamatan, desa hingga ke tingkat RT/RW dan saksi di setiap TPS. Total ada 99 ribu lebih relawan Dozer di Sulsel. Tergantung kebutuhan nanti berapa,” jelasnya.
Ia juga mengaku, Dozer selalu hadir untuk acara politik sebagai bentuk partisipasi demokrasi.
“Dan menurut Dozer, calon gubernur dan wakil gubernur yang terbaik itu adalah Bapak Andi Sudirman dan Ibu Fatmawati. Dozer sudah lama kenal Andi Sudirman dan tahu soal Fatmawati,” tandas Rully.
“Kita ingin kemenangan yang merata. Tidak ada daerah merah, semua daerah hijau. Kemenangan minimal di atas rata-rata,” tegasnya.

Angngaru’ dan Sawer
Ada beberapa hal menarik pada prosesi penyambutan ASS-Fatma dalam acara yang digelar Tim Dozer. Pertama, Tim Dozer menyambut dengan yel-yel serta ada gelaran angngaru (sumpah setia atau ikrar).
Kedua, ASS-Fatma bersemangat ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketiga, pasangan ini ikut bergoyang dengan mengayunkan tangan, memegang lutut dan bertepuk ketika menyanyikan mars Dozer.
Keempat, ASS-Fatma memberikan keterangan kepada wartawan secara bergantian dengan senyum khas, sembari saling melirik guna mempersilakan menjawab pertanyaan wartawan. Kelima, ASS sempat menyawer penari empat etnis dengan menaruh uang kertas di atas sanggul masing-masing penari, yang disambut aplaus ratusan koordinator kabupaten dan koordinator kecamatan Dozer se-Sulsel.
Sekadar diketahui, pasangan ASS-Fatma kini hampir pasti mendapat dukungan resmi dari tujuh parpol. Masing-masing Partai Nasdem dengan 17 kursi, Demokrat tujuh kursi, Hanura satu kursi, PAN 4 kursi, dan Golkar 14 kursi. Gerindra yang jadi pemilik 13 kursi disebut-sebut segera merapat ke paslon Andalan Hati.
“Alhamdulillah, per hari ini (kemarin), tujuh partai yang telah membersamai kami. Nasdem, Demokrat, PAN, PSI, Hanura, Golkar dan Gerindra. Intinya kami mendaftar di semua partai dan tentunya keputusan ada di partai tersebut,” ucap Fatma yang juga Wakil Bendahara Umum DPP Partai Nasdem.
Sejauh ini, baru tiga parpol yang telah menyerahkan rekomendasi resmi untuk pasangan ini. Menurut Fatma, sebetulnya beberapa parpol seperti Gerindra dan Nasdem jauh lebih dulu telah memberikan dukungan kepadanya untuk maju pilgub.

“Sebenarnya (Nasdem) sudah (serahkan dukungan). Pertama kali Gerindra (yang memberikan dukungan), lalu menyusul Nasdem,” terangnya.
Sehari sebelumnya, atau Rabu malam (7/8), ASS-Fatma menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di kediaman pribadi Airlangga di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ASS-Fatma terlihat mengenakan batik berwarna kuning yang identik dengan partai beringin. Golkar.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting Golkar, termasuk Ketua Bappilu Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wakil Sekjen Rizal Mallarangeng, Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe, serta Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif.
Pertemuan ini menghasilkan keputusan signifikan bahwa Golkar akan mengusung pasangan ASS- Fatma di pilgub mendatang.
Taufan Pawe menegaskan bahwa keputusan Airlangga merupakan hal terbaik untuk masyarakat Sulsel. (rif)

