KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Selatan Imam Fauzan mengeluarkan ancaman kepada Muhammad Ramli Rahim (MRR) selaku juru bicara pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma). Pelaporan ke pihak kepolisian itu terkait dugaan pembohongan publik pada informasi yang disampaikan MRR dalam surat rekomendasi form B1.KWK untuk ASS-Fatma yang sudah terbit.
Menurut Imam, daripada MRR menjadi terlapor melakukan pembohongan publik, lebih baik membuka foto tersebut kalau memang sudah ada. “Kami jujur sangat kasihan dengan jubir seperti itu. Kami lebih tahu di internal (partai) seperti apa. Mereka juga harus tahu kalau harga diri orang Sulsel tidak bisa dibeli. Termasuk kader PPP,” tegas Imam yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP Dr HM Amir Uskara juga angkat bicara soal klaim Jubir Andalan Hati, MRR yang mengemukakan bila rekomendasi PPP untuk pasangan ASS-Fatma sejatinya sudah terbit model B1.KWK. Namun, surat sakti itu ditolak untuk memberikan ruang kepada kandidat lain.
Menurut Amir Uskara, yang diterbitkan PPP baru sebatas surat tugas untuk Danny Pomanto di pilgub Sulsel. “Untuk saat ini, surat yang keluar baru surat tugas untuk Pak Danny. Saya tidak tahu kalau ada surat lain,” ungkap Amir.
Amir mengaku belum tahu kapan surat tugas Danny berubah menjadi B1.KWK. Tapi ia bilang sedang berproses di DPP.
Disinggung soal rumor Rp50 miliar yang mengalir ke PPP, Amir menepis hal itu. “Besar sekali jumlahnya. Tapi itu tidak benar. Meski kami butuh biaya operasional. Kalau mahar tidak. Intinya PPP tidak bisa dibeli,” jelas Amir yang juga bakal calon bupati Gowa.
Terkait yang disampaikan Amir, MRR justru membenarkan bantahan itu. “Pak Amir Uskara tidak salah. Rekomendasi untuk Sudirman-Fatma memang belum keluar karena tim Andalan Hati belum mau menerima rekomendasi itu,” terang MRR.
Tapi bila disebut rekomendasi itu tidak ada atau belum ditandatangani, menurut MRR, itu yang keliru. Karena foto rekomendasi itu sudah ada di tim Andalan Hati.
“Berbeda dengan Pak Danny yang hanya mendapatkan surat tugas, Sudirman-Fatma malah sudah dalam bentuk rekomendasi berpasangan. Kalau itu juga dibantah, baru kami pertimbangkan untuk membuka ke publik,” lanjut MRR
Tapi apapun itu, Andalah Hati berkomitmen untuk membuka ruang seluas mungkin agar ASS-Fatma benar-benar melawan pasangan calon, bukan kotak kosong.
Pasangan ASS-Fatma menegaskan tidak ada upaya mewujudkan skenario kotak kosong pada pilgub Sulsel 2024. Jumlah pasangan calon yang bakal ikut kontestasi merupakan bagian dari dinamika politik.
“Rekomendasi partai yang secara resmi mendukung Andalan Hati sudah mencukupi. Jangan karena beberapa partai politik besar, khususnya Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah bergabung, diframinglah kami mau borong partai,” kata Fatma
Menurut Fatma, situasi politik saat ini masih dinamis. Kandidat gubernur Sulsel masih berpeluang mendapatkan rekomendasi parpol jelang pendaftaran di KPU pada 27-29 Agustus. Rekomendasi masih terbuka untuk diberikan kepada ASS-Fatma maupun kandidat lain.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif mengatakan, ramainya dukungan untuk ASS-Fatma merupakan bagian dari dinamika politik. Dukungan parpol mengalir tanpa skenario karena ASS-Fatma merupakan pasangan yang dianggap paling meyakinkan.
“Bagi kami, dukungan parpol yang sudah ada sudah cukup. Bagi pasangan ASS-Fatma, kami mengikuti realitas politik yang terjadi,” kata Syahar, Sabtu (10/8).
Syahar meminta semua pihak menyambut dinamika politik jelang pilgub Sulsel secara positif. Dia tak ingin suasana yang damai terciderai dengan wacana yang disebarkan oknum tertentu.
“Atmosfer demokrasi di Sulsel jangan dibikin gaduh dong, dengan isu begal partailah, borong partailah, sampai kotak kosong,” ucap Syahar.
Wakil Ketua DPRD Sulsel itu juga berterima kasih atas dukungan parpol kepada pasangan ASS-Fatma. Dukungan parpol jadi salah satu kekuatan untuk memenangkan pertarungan 27 November 2024 mendatang.
“Tujuh parpol yang sudah siap memberi dukungan kepada kami, tentu akan menjadi kekuatan yang akan mengawal perjuangan kami di pilgub nanti,” ucap Syahar.
Dukungan Hanura
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dijadwalkan menyerahkan rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) hari ini, Senin (12/8). Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel Amsal Sampetondok, Minggu (12/8).
Menurut Amsal, rencananya penyerahaan rekomendasi dilakukan pada Minggu (11/8), namun karena ada agenda tertentu, maka dilakukan pada Senin.
Sebelumnya, ASS tampak mesra bersama Amsal Sampetondok menjelang dikeluarkan rekomendasi B1.KWK di Jakarta. Keduanya bertemu saat launching Restoran Losari 99 yang berada di lokasi CPI, Sabtu (10/8). Resto “Losari 99” milik Andi Nurliah Sulaiman yang juga saudara kandung ASS.
ASS sangat tersanjung dan semakin percaya diri atas bergabungnya Partai Hanura sebagai partai pengusung kedua setelah Demokrat.
“Semakin optimis atas bergabungnya Partai Hanura,” ucapnya penuh semangat. Ia menganggap kehadiran partai Hanura menjadi amunisi untuk memenangkan pilgub 27 November mendatang. (rif)

