GOWA,BKM — Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) kini dirundung masalah. Ijazah alumninya mengalami kesalahan dalam pengimputan nomor ijazah. Hal ini dialami oleh ribuan alumni, mulai dari wisada angkatan 102, 103, dan 104.
Dari informasi yang dihimpun, ada 2.258 lebih ijazah alumni yang bermasalah pada penginputan data ijazah. Rinciannya, wisudawan angkatan 102 sebanyak 751, angkatan 103 berjumlah 752, dan angkatan 104 sebanyak 751 orang.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh salah satu alumni UINAM berinisial AA. Ia merupakan wisudawan angkatan 104.
AA menjalani wisuda pada bulan April 2024. Namun sayangnya, ia baru diberitahukan bahwa ada permasalahan pengetikan data pada ijazah pada bulan ini.
“Iya ada. Awalnay ini kan saya wisuda periode 104 pada bulan April tapi baru dikonfirmasi bulan ini. Katanya baru didapat kesalahan. Pihak birokrasi kampus baru menyadari kesalahan itu, bahwa ada penulisan nomor ijazah yang salah, akreditasi dan BAN-PT di ijazah itu. Padahal sudah ada angkatan 102, 103, 104. Fatalnya lagi, baru disadari di bulan ini pada akhir-akhir pendaftaran CPNS,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, kemarin.
AA mengaku permasalahan tersebut sudah dilaporkan alumni kepada pihak kampus. Hanya saja, pihak kampus meminta mereka untuk bersabar dan akan menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum penutupan pendaftaran CPNS.
”Teman-teman alumni sudah sampaikan kepada pihak kampus Bagian Akademik bahwasanya ada kesalahan penulisan ijazah. Tapi responsnya mereka bilang tunggu saja, sabar. Sebelum penutupan pendaftaran CPNS akan diselesaikan. Itu yang mereka bilang. Sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya,” bebernya.
AA menegaskan, ia bersama alumni lainnya sangat kecewa dengan kejadian ini. Apalagi bulan ini merupakan momentum pendaftaran CPNS dan orang-orang sedang berlomba untuk mendaftar.
”Bulan ini kan lagi pendaftaran CPNS. Tapi yang kami alami seperti ini,” cetusnya.
Yang sangat disayangkan, karena kesalahan tersebut baru disadari ketika menjelang pendaftaran CPNS. ”Kalau saya pribadi bersama teman-teman alumni itu sangat kecewa. Tentu kecewa sekali. Kenapa? Karena kami mau mendaftar CPNS tapi ada kejadian seperti ini. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa salah dalam pengetikan dan tidak teliti. Samapi-sampai di ujung pendaftaran CPNS baru didapat kesalahannya. Itu fatal banget,” lanjutnya.
Untuk itu ia berharap agar pihak kampus bisa lebih teliti lagi ke depannya terkait akademik. Apalagi, menurutnya, UINAM sudah mengantongi akreditasi unggul.
“Harapan saya semoga pihak rektorat lebih teliti lagi ke depannya. Karena kampus kan sudah mendapatkan akreditasi unggul. Jangan sampai ini unggulnya bisa dikatakan tumpul dengan adanya permasalahan seperti ini. Untuk itu semoga pihak kampus bisa berbenah dan teliti lagi. Jangan cuman tahunya minta maaf saja,” kuncinya.
BKM sudah berusaha melakukan konfirmasi ke pihak kampus terkait hal ini. Hanya saja, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Kamaluddin Abunawas belum memberikan penjelasan. Pesan WA yang dikirimkan kepada sore kemarin, tak direspons. (jar)

