MAKASSAR, BKM — Hingga kemarin aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebocoran tabung gas di salah satu hotel kawasan Panakkukang, Jalan Pandang, Kecamatan Panakkukang, yang terjadi pada Rabu (18/9) dini hari.
Kapolsek Panakkukang AKP Akhmad Alfian mengatakan, penyebab pasti kebocoran masih dalam proses penyelidikan
“Dugaan sementara (penyebab tabung gas bocor) masih pendalaman, masih dalam lidik. Nanti kalau ada hasil yang pasti dari pihak labfor dan Tim Gegana pasti disampaikan,” katanya.
Disebutkan Alfian, kejadian bermula ketika tamu hotel melaporkan adanya bau gas yang menyengat sekitar pukul 22.30 Wita. Bau tersebut berasal dari tabung gas LNG yang bocor di area hotel. Pihak keamanan hotel segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
“Kronologis awalnya tiba-tiba ada laporan dari tamu bahwa mereka mencium bau gas yang sangat menyengat. (Kejadiannya) kurang lebih jam 22.30 Wita,” katanya .
Selanjutnya, langkah awal yang diambil adalah mengevakuasi seluruh tamu hotel dengan dukungan Tim Gegana dari Satbrimob Polda Sulsel.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengevakuasi tamu-tamu yang ada di hotel” ungkapnya.
Jumlah tamu yang dievakuasi diperkirakan mencapai 100 orang. Mereka dipindahkan ke tiga hotel berbeda untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama situasi darurat berlangsung.
“Kurang lebih tamu yang dievakuasi ada kurang lebih 100 tamu. Tamu dievakuasi ketiga hotel,” tuturnya.
Setelah evakuasi selesai, listrik di area hotel dan sekitarnya dimatikan total. Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan ledakan akibat percikan api yang bisa memicu kebocoran gas.
“Setelah dievakuasi, lampu kemudian dikasih mati secara keseluruhan di dalam hotel dan sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari adanya pemicu bisa menghindari meledaknya gas,” bebernya.
Sampai berita ini dimuat, kondisi hotel yang berada dikawasan Panakkukang untuk aktivitas di hotel berangsur kembali normal. Hal itu disampaikan Marcom Executive hotel tersebut.
“Aktivitas mulai kembali normal. Para tamu sudah bisa chek in pada pukul 15.00 Wita. Namun untuk aktivitas dapur sementara masih melakukan netralitas udara, karena sekarang masih terkontaminasi dengan bau gas,” kata Mahreta, Rabu (18/9).
Dijelaskan, kebocoran tersebut terjadi di area gudang luar hotel, sehingga tidak memiliki koneksi langsung dengan bagian dalam hotel.
“Jadi, memang ada kebocoran tabung gas di area luar hotel. Tidak ada koneksi langsung ke hotel,” ujarnya.
Saat kebocoran terdeteksi, pihak hotel segera mengambil langkah-langkah darurat dengan memutus koneksi pipa antara tabung gas dan saluran ke hotel.
Sesuai dengan SOP, listrik dan semua sumber pemicu api di seluruh ruangan hotel langsung dimatikan. Selain itu, lanjut dia, para tamu hotel telah diungsikan.
“Tamu-tamu juga kami evakuasi setelah mendapat informasi tentang kebocoran,” terangnya.
Dikatakan Mahreta, proses evakuasi dilakukan dengan cepat, dimulai sekitar pukul 23:30 Wita. Para tamu dievakuasi ke hotel terdekat untuk memastikan keselamatan mereka.
Mahreta menyebutkan, kapasitas tabung gas LNG yang bocor adalah 8 ton, meskipun dalam pengisian rutin hanya diisi hingga 5 ton. Terakhir kali pengisian dilakukan sekitar dua bulan yang lalu, dengan jadwal pengisian setiap tiga bulan sekali.
Pengelolaan tabung gas ini ditangani oleh pihak ketiga, dan hingga saat ini masih dilakukan investigasi untuk menemukan penyebab pasti kebocoran tersebut.
(jun)

