pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Makassar Siaga Darurat Kekeringan

MAKASSAR, BKM — Kota Makassar sudah masuk dalam status siaga darurat kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyatakan sudah ada 27 kelurahan yang terdampak sehingga kekurangan air bersih.

Kepala BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin yang dihubungi, Rabu (25/9) mengatakan jika kemarau masih terus berlangsung, kondisi kekeringan bisa meningkat menjadi status tanggap darurat. Namun, tambahnya, berdasarkan informasi dari BMKG, Kota Makassar diprediksi akan mulai hujan bulan depan.
“Namun jika kondisi terus memburuk, status akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat,” ujar Hendra.

Dia menambahkan, berdasarkan laporan tim assesmen BPBD, ada tiga kecamatan yang terdampak kekeringan dengan 27 kelurahan yang teridentifikasi kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Data yang lebih rinci terkait jumlah keluarga dan rumah yang terdampak akan dikumpulkan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, PDAM telah berupaya melayani kebutuhan air bersih bagi pelanggan yang terdampak.

Hendra menambahkan bahwa status tanggap darurat akan dipertimbangkan berdasarkan data yang diterima, terutama jumlah warga yang bukan pelanggan PDAM. “Jika proporsi warga yang terdampak cukup signifikan, maka status tanggap darurat akan diberlakukan. Seperti tahun lalu, jika status ditingkatkan, BPBD akan segera mendistribusikan air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan,” tambahnya.
Meski BMKG memperkirakan suhu udara akan mencapai puncaknya, beberapa wilayah di Makassar seperti Manggala dan Tamalanrea justru mengalami hujan deras, yang diharapkan dapat membantu mengisi kembali sumber air baku PDAM.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, proporsi kekeringan belum terlalu parah. Tahun lalu, hari tanpa hujan (HTH) berlangsung lebih lama. Namun, kami tetap waspada karena situasi ini bisa berubah sewaktu-waktu,” jelas Hendra.
Tahun lalu, Pemkot Makassar menyiagakan sebanyak 30 mobil damkar dengan kapasitan tanki 4.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat terdampak.
Lebih lanjut, Hendra mengingatkan bahwa meski sekarang menghadapi kekeringan, BMKG memprediksi bahwa pada bulan Oktober, curah hujan akan kembali normal, dengan kemungkinan mencapai 300 milimeter.

Transisi ini bisa menimbulkan masalah lain, seperti banjir akibat saluran air yang tersumbat dan risiko kesehatan yang muncul dari perubahan cuaca yang tiba-tiba.
“Dampak dari cuaca kering yang tiba-tiba berubah menjadi hujan harus diantisipasi. Saluran air bisa tersumbat, dan risiko kesehatan juga meningkat. Meski curah hujan bulan ini diperkirakan masih 300 mm, Oktober akan memasuki musim hujan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah rawan seperti Jawa, Kalimantan, dan Papua,” tandasnya. (rhm)



×


Makassar Siaga Darurat Kekeringan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link