pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Santriwati Ponpes Juara Pidato Bahasa Inggris

Andi Bidadari Ahava dan Leanna Khalysta Dzulfikar

BIASANYA, imej yang melekat pada santri dan santriwati pondok pesentran (ponpes) adalah prestasi di bidang keagamaan. Namun, siswi Ponpes Putri Ummul Mukminin Wilayah Sulawesi Selatan mampu menorehkan lebih dari itu.

DUA santriwati ponpes tersebut hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Mereka adalah Andi Bidadari Ahava yang saat ini duduk di bangku kelas IX, dan Leanna Khalysta Dzulfikar, siswi kelas IIX.
Pada ajang Kemah Tahfiz dan Bahasa VII yang dilaksanakan di Kota Palopo, 29 September 2024, keduanya mencatatkan prestasi membanggakan. Keduanya bertanding pada lomba pidato bahasa Inggris. Bidadari meraih juara satu dan Leanna juara dua. Atas prestasinya itu, mereka berhak mewakili Pesantren Muhammadiyah/Aisyiyah Sulsel ke Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional.
Selain itu, Leanna juga adalah penyandang gelar juara satu Lomba Kultum SMP/MTs/Sederajat tingkat nasional pada Gebyar Lomba dan Kreasi Fisika (Galaksi) tahun 2023.
Keduanya berkisah awal mula memilih untuk bersekolah di pesantren hingga akhirnya berhasil mengikuti berbagai lomba. Baik Bidadari maupun Leanna mengaku memilih mondok demi menjauhi pergaulan bebas, sekaligus menuruti saran dari kedua orangtua.

Di permulaan sesi wawancara podcast, keduanya memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Inggris secara fasih.
Dengan berbagai dinamika kegiatan dan padatnya pelajaran, Bidadari mengaku bahwa sebenarnya bersekolah di pesantren ada suka dan duka. Namun, menurutnya, semua itu bergantung dari pribadi masing-masing.

“Mondok itu ada susah ada senang. Artinya, ada suka dan dukanya. Tapi semuanya tergantung pada diri sendiri. Jika menaati peraturan pondok maka kehidupan di pondok akan berjalan lancar. Begitu pula sebaliknya, jika melanggar peraturan tentu ada sanksinya,” kata Bidadari.

Tentang prestasinya yang meraih juara satu lomba pidato bahasa Inggris, cewek kelahiran Kabupaten Bone itu mengaku dirinya sama sekali tidak menyangka pencapaiannya itu. Sebab ia harus bersaing dengan 30 orang, yang kesemuanya adalah laki-laki.

“Sangat senang sekali, Kak walau sebelumnya itu sempat down. Karena waktu disebutkan juara dua dan tiga, di situ saya bilang aduh ini sudah tidak ada harapan. Tapi saat pengumuman juara satu tiba-tiba nama saya disebut, dan di situ saya langsung sujud syukur dan terharu,” terangnya.

Raihan prestasi Bidadari bukan kali ini saja. Saat duduk di bangku kelas VII, ia juga pernah mengikuti ajang pidato bahasa Inggris. Ketika itu ia harus puas dengan predikat juara dua.

Sementara Leanna, meski baru pertama kali terjun dalam lomba pidato bahasa Inggris, dara kelahiran Kabupaten Selayar ini langsung bisa meraih juara dua.

Dia mengaku bahwa predikat tersebut tidaklah mudah untuk diraih. Ada banyak proses yang ia mesti dilaluinya. Salah satunya belajar dari pagi, siang dan sore. Tak lupa meminta doa restu dari orangtuanya.

“Yang pertama itu adalah niat. Kemudian saya berlatih mulai dari pagi, siang dan sore. Artinya memang benar-benar meluangkan waktu memprioritaskan lomba ini, dan meminta doa dari kedua orangtua,” kata Leanna.

Saat ini, Bidadari dan Leanna tengah mempersiapkan diri untuk kembali berlaga pada ajang lomba pidato bahasa Inggris tingkat nasional, yang rencananya akan dilangsungkan 18 Oktober mendatang. (jar)



×


Santriwati Ponpes Juara Pidato Bahasa Inggris

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link