BONE, BKM — Calon gubernur Mohammad Ramdhan Pomanto kembali berkunjung ke Kabupaten Bone. Di daerah yang merupakan tempat kelahiran cagub Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Danny Pomanto mendapat tempat khusus dari komunitas bissu.
Komunitas ini bahkan menaruh harapan besar kepada Danny Pomanto, yang dianggap memiliki visi kuat dalam melestarikan budaya lokal. Seperti diutarakan Ancu, salah satu tokoh bissu yang dihormati dengan gelar Bissu Matoa.
Ia menyatakan kekecewaannya atas mulai terpinggirkannya tradisi yang telah dijaga turun-temurun oleh komunitas bissu. “Kami merasa semakin tidak dilibatkan dalam acara adat yang seharusnya menjadi bagian dari warisan budaya Bone. Sebagai bissu, kami berharap suara kami didengar dan peran kami diakui kembali,” ujar Ancu, pemimpin komunitas Bissu Kabupaten Bone, Rabu (16/10).
Ancu menilai, Danny Pomanto bersama Azhar Arsyad memiliki visi jelas dalam pelestarian kebudayaan lokal. Menurut komunitas bissu, sosok Danny dianggap mampu memberikan ruang bagi eksistensi mereka dalam upaya melestarikan budaya Bone yang telah lama dijaga.
Ancu berharap, jika Danny diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin Sulsel, komunitas bissu tidak hanya diakui, tetapi juga dilibatkan kembali dalam setiap acara adat yang menjadi ciri khas masyarakat Bone.
Danny Pomanto sendiri telah menegaskan komitmennya untuk melestarikan kekayaan budaya Bone. Ia melihat pentingnya mempertahankan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Bone, tanpa mencampurkan unsur-unsur yang bertentangan dengan nilai-nilai aslinya.
“Bone bukan hanya sebuah kabupaten dengan sejarah kerajaan besar, tetapi juga warisan budaya yang hidup, yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Danny ketika melakukan kampanye dialogis di Kecamatan Tanete Riattang.
Dalam sejarah panjang di Kabupaten Bone, komunitas bissu merupakan salah satu elemen penting dalam pemerintahan kerajaan yang besar dan berpengaruh. Namun, eksistensi bissu kini semakin terpinggirkan, terutama akibat berbagai pelarangan dan kurangnya pelibatan mereka dalam acara adat.
Salah satu peristiwa yang paling menyedihkan bagi komunitas bissu terjadi pada tahun 2022, ketika mereka tidak dilibatkan dalam acara Matompang Arajang di rumah adat Bone.
Yel Yel DIA
Calon wakil gubernur Sulsel Azhar Arsyad memenuhi undangan masyarakat Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Selasa malam (15/10). Saat turun dari mobil, Azhar langsung disambut hangat warga yang telah menunggu calon urut nomor urut satu ini. Suasananya makin semarak saat yel-yel mengiringi Azhar Arsyad.
“Siapa kita, DIA, DIA, DIA. Nomor berapa kita. Satu, satu, satu. Danny Azhar, menang, menang, menang,” begitu yel-yel dari masyarakat yang dipandu Ketua DPC PKB Wajo Sumardi Arifin atau yang lebih dikenal dengan nama Songkok Tanre.
Hadir juga anggota Fraksi PKB DPRD Wajo, yakni Amsar A Timbang yang merupakan Wakil Ketua DPRD dan Fery Surachmat serta anggota DPRD Sulsel dapil Soppeng-Wajo, Andi Ayoga Fadel Akbar yang turut mendampingi Azhar menemui langsung masyarakat. Hadir pula Sekretaris PKB Wajo Muhammad Jafar bersama jajaran pengurus DPC.
“Saya menemui langsung bapak-ibu agar tidak ada dusta antara kita,” ucap Azhar yang disambut tepuk tangan warga setempat.
Tujuan masyarakat Pammana untuk bertemu pasangan dari Danny Pomanto itu tidak lain ingin menyaksikan dan mendengarkan langsung gagasan yang dibawa untuk Sulsel. “Sebenarnya kehadiran Pak Azhar di sini lahir dari keinginan tokoh masyarakat Desa Pallawarukka,” ungkap Wakil Ketua DPRD Wajo Amsar A Timbang.
Amsar mengakui walaupun desa yang didatangi Azhar bukan basis PKB dalam pileg lalu, namun pada pilgub kali ini menginginkan Azhar untuk memimpin Sulsel. “Walaupun di desa ini bukan basis PKB dan masih minim waktu pileg lalu, namun keinginan langsung masyarakat di sini untuk menemui Pak Azhar,” lanjut Amsar.
Ia kemudian menerangkan kalau pertemuan Azhar bersama masyarakat malam itu merupakan takdir yang sudah ditentukan. “Ini bukan suatu kebetulan, tapi ini memang takdir untuk dipertemukan bersama,” pungkas Amsar.
Sebelumnya, Azhar menghadiri diskusi politik di warung kopi tepatnya di Jalan Beringin, Kota Watampone, Bone.
Turut hadir calon Bupati Bone Andi Islamuddin bersama jajaran tim pemenangannya ‘All In Tegak Lurus’. Kemudian dihadiri ketua dan wakil ketua DPC PKB Bone, serta beberapa anggota DPRD Bone Fraksi PKB.
Saat diskusi berlangsung, ratusan warga yang terdiri dari pemuda dan masyarakat Watampone mendengarkan dengan seksama gagasan yang disampaikan Azhar. Andi Islamuddin juga turut sebagai pembicara pada diskusi tersebut.
Azhar kemudian memperkenalkan anggota DPRD Bone dari Fraksi PKB yang terpilih pada pileg lalu kepada masyarakat Watampone. Kata Azhar, tujuannya sebagai pengingatan kembali kalau yang terpenting dalam politik adalah komitmen.
Andi Islamuddin mengakui kalau tingkat penerimaan masyarakat Bone kepada pasangan Danny-Azhar (DIA) sangat antusias. (rif)

