pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Netralitas Pj Sekkot Makassar Diragukan

MAKASSAR, BKM — Calon gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto angkat bicara terkait pengangkatan Irwan Rusfiady Adnan sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar. Ditemui di sela-sela kegiatan car free day Jalan Boulevard, Minggu (20/10), Danny mengatakan Irwan Adnan sudah tercemar politik.

“Itu (pemilihan sekot) adalah urusannya otoritas. Tetapi menurut saya misalnya pilihlah yang terbaik. Jangan yang paling jelek dalam penilaian. Kemudian sudah tercemar politik,” ungkap Danny.
Dia mengatakan, sebenarnya masih banyak pejabat Pemkot Makassar yang bagus untuk menggantikan Firman Hamid Pagarra yang telah berakhir masa jabatannya. “Masih banyak yang bagus. Jauh lebih bagus. Penilaian saya empat bulan itu jelek. Dan sudah pernah mengundurkan diri. Ada apa?” cetus Danny.

Seperti diketahui, Irwan Rusfiady Adnan baru saja dilantik sebagai Pj Sekkot Makassar oleh Pjs Wali Kota Andi Arwin Azis. Irwan merupakan pejabat eselon II yang pernah menduduki jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di era Iqbal Suhaeb, Prof Rudi Djamaluddin, dan Prof Yusran Yusuf. Namun di era Danny Pomanto, Irwan dimutasi sebagai staf ahli.
Usai dilantik sebagai Pj Sekkot pekan lalu, Irwan menekankan dirinya akan mengawal program strategis Pjs Wali Kota Makassar, khususnya dalam menjaga netralitas ASN. Dia meminta seluruh ASN, OPD, camat, lurah, hingga RT/RW menghentikan semua hal yang berbau politik. Bahkan dia mengancam akan menindak pegawai lingkup Pemkot Makassar yang ketahun bermain politik praktis atau mendukung salah satu pasangan calon.

“Akan saya tindaki, pasti akan diselesaikan sesuai perundang-undangan yang berlaku dan tentu atas izin Bapak Pjs Wali Kota Makassar,” tegasnya.
Sementara itu, juru bicara (jubir) calon gubernur Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), Asri Tadda mengatakan sangat wajar kalau netralitas Irwan Adnan dipertanyakan. Dia mengatakan, profil Pj Sekkot yang baru ini menang patut dipertanyakan.

“Kenapa itu yang dipilih. Karena berdasarkan informasi dari Pak Wali sendiri, penilaian ke Pak Adnan selama empat bulan ini, buruk kinerjanya. Jadi secara birokrasi, memang tidak layak dipromosikan,” kata Asri saat dikonfirmasi via telepon.

Selanjutnya, kata Asri, Adnan pernah minta mundur sebagai ASN karena mau maju di pilwali. Statusnya sudah hampir disebut sebagai politisi.
“Kenapa bisa jadi sekda, ada apa? Apa agendanya? Karena ini sudah masuk dalam tahapan pemilu. Setiap pergerakan pejabat memang patut dicurigai dia ke mana,” tandasnya.
Dia juga menyoroti soal relawan Adnan yang disebut Pakintaki. Relawan itu secara terang-terangan mendukung pasangan calon gubernur Andalan Hati. Pada 6 September 2024 lalu, relawan Pakintaki mendatangi kantor Partai Nasdem di Jalan Metro Tanjung Bunga. Mereka menyatakan komitmennya untuk mendukung Andalan Hati di pilgub Sulsel. Selain itu, ditemukan baliho relawan Pakintaki yang menyatakan dukungan ke pasangan calon wali kota-wakil wali kota nomor urut dua, Seto-Rezki.

“Jadi masalah itu. Kita akan dalami. Kalau memang cukup buktinya akan dilapor. Tapi kalau soal baliho, katanya mau dikasih turun semua,” tandas Asri. (rhm)



×


Netralitas Pj Sekkot Makassar Diragukan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link