CONNECT Two Thousand Twenty Four merupakan ajang perlombaan inovasi pembuatan keamanan data untuk suatu perusahaan. Event ini menghadirkan peserta mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas nasional. Salah satunya dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang berhasil menorehkan prestasi.
AHMAD Gazali Z, Ayu Aziza Feriana, dan Muh Musyary adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UINAM. Dalam ajang tersebut, mereka yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih runner up.
Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, ketiganya menceritakan pengalaman meraih prestasi tersebut. Bagas, Ayu, dan Ari mengawalinya dengan menceritakan alasannya memilih Jurusan Teknik Informatika.
”Karena perkembangan zaman yang semakin kompleks sehingga membuat teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” begitu kata Bagas.
Sementara Ari, mengaku kuliah di Jurusan Teknik Informatika karena teknologi yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Terlebih lagi dengan lahirnya teknologi AI (Artificial Intellegence) yang begitu canggih, sehingga menurutnya sangat penting untuk belajar tentang teknologi. ”Hadirnya AI membuat kita harus selalu belajar tentang teknologi,” ujarnya.
Berbeda dengan kedua rekannya, Ayu sempat merasa salah mengambil jurusan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dirinya mampu beradaptasi dengan intensitas pembelajaran yang ada pada Jurusan Teknik Informatika.
“Sebenarnya sempat merasa salah jurusan. Namun karena terlanjur dan menjalaninya, akhirnya terbiasa,” terangnya.
Ditanya awal mereka mengikuti ajang Connect Two Thousand Twenty Four, Bagas mengatakan jika hal itu bermula dari sebuah pelatihan yang diadakan oleh pihak INFRA selaku penyelenggara yang bekerja sama dengan banyak kampus, salah satunya adalah UINAM.
Ketiganya mengikuti pelatihan tersebut lantaran mengincar sertifikat Microsoft yang diperuntukkan bagi para pesertanya. Selanjutnya, dalam pelatihan itu dipersyaratkan untuk mengikuti ajang perlombaan dalam merancang sistem keamanan data untuk perusahaan yang akan dilaksanakan di Jakarta.
Bagas selaku ketua tim, menyebutkan bahwa dari 37 tim yang diseleksi, hanya enam tim yang diberangkatkan ke Jakarta. “Dari 37 tim diseleksi menjadi 13 tim. Kemudian diseleksi lagi menjadi enam tim yang akan diberangkatkan, dan salah satunya adalah tim kami,” tandasnya.
Ketika diumumkan sebagai juara dua dalam ajang ini, Bagas dan kedua rekannya sangat senang. Apalagi mereka tidak menyangka akan meraih juara. Sebab event ini diikuti oleh banyak universitas. Menurut Bagas, pihak kampus sangat mengapresiasi pencapaian timnya yang telah membawa nama universitas di kancah nasional.
Diakui, ajang Connect Two Thousand Twenty Four memiliki pressure tersendiri. Sebab menghadirkan juri yang kompetitif. Bahkan salah satu diantaranya jurinya memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi.
Ketiganya memiliki cara tersendiri dalam membangun kekompakan sebagai sebuah tim. Menurut Bagas, dalam merealisasikan project sistem keamanan tersebut mereka memiliki job desknya masing-masing.
Ayu bertugas sebagai project desain, Ari sebagai figurator, dan Bagas sebagai analis project. Saat pekerjaan telah selesai ketiganya saling memberi saran satu sama lain agar chemistry mereka dapat terbangun dengan baik.
“Dalam pengerjaan kita saling terbuka dan konsultasi satu sama lain supaya pengerjaan dan chemistry dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ketiganya memiliki motivasi tersendiri setelah meraih predikat juara. Ari mengatakan ingin memberikan sesuatu kepada Prodi Informatika. ”Kita belum jadi anak Teknik Informatika kalau belum memberi sesuatu untuk prodi,” katanya.
Sementara Ayu punya motivasi untu menantang diri guna mengupgrade softskill yang dimilikinya. “Kalau saya sendiri lebih kepada menantang diri sendiri biar bisa lebih upgrade lagi,” imbuhnya.
Sedangkan Bagas memiliki motivasi karena tertarik pada dunia cyber. ”Kalau saya memang tertarik di dunia cyber, jadi mencoba kesempatan yang ada,” ungkapnya.
Dari ajang yang mereka yang ikuti, ketiganya mengaku mendapatkan banyak ilmu dan relasi. Termasuk mendapatkan sertifikat Microsoft yang menjadi tujuan awal mereka.
Dengan mengikuti lomba ini pula, ketiganya juga mendapatkan fasilitas bebas final untuk mata kuliah Cyber Security. Sebab dosen mata kuliah tersebut sangat mengapresiasi dan menjadi pembimbing mereka dalam merancang project.
Di akhir sesi wawancara, ketiganya menyampaikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa konsisten dalam mencapai impian. Bagas menyarankan untuk selalu menantang diri sendiri agar mendapatkan yang diinginkan. “Kita harus menantang diri sendiri dalam menggapai hal yang kita inginkan,” tandasnya.
Sedangkan Ari berpesan agar menyelaraskan mimpi dan usaha. “Setiap dari kita bebas untuk bermimpi. Namun setiap impian harus diiringi dengan usaha,” ujarnya.
Kemudian, Ayu menyampaikan agar anak muda tidak berhenti dalam belajar dan bermimpi. “Kita jangan berhenti belajar dan bermimpi untuk mendapatkan apa yang diinginkan,” tandasnya. (yus)

