JENEPONTO, BKM — Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) berkomitmen untuk membantu pengembangan desa di Sulsel. Hal itu disampaikan Danny Pomanto dalam lawatan politiknya pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Jeneponto, Selasa (22/10) hingga Rabu (23/10).
Menurut Danny, komitmen membangun desa antara lain bakal diwujudkannya melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk setiap desa di Sulsel. “Insyaallah, kita akan berikan bantuan Rp200 juta per tahun untuk tiap desa. Ini tahap awal, dan tentu sangat memungkinkan akan meningkat sesuai kondisi keuangan daerah,” jelas Danny.
Wali Kota Makassar dua periode itu menambahkan bahwa dana sebesar Rp200 juta akan dialokasikan sebesar Rp50 juta untuk peningkatan kapasitas kepala desa dan ketua Tim Penggerak PKK di tingkat desa.
“Rp50 juta berikutnya untuk peningkatan kapasitas aparat desa, imam desa dan guru mengaji. Sementara Rp100 juta dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur desa,” ungkapnya.
Juru bicara (Jubir) DIA, Asri Tadda mengatakan bahwa program BKK untuk desa memang belum pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel. “Jadi ini konsep yang baru di Sulsel. Jika memenangkan pilgub Sulsel nanti, Danny-Azhar berkomitmen merealisasikannya. Hal ini adalah salah satu program unggulan dari Danny-Azhar, di mana perhatian terhadap desa sebagai lokus pembangunan begitu besar,” kata Asri.
Dalam visi-misinya, Danny-Azhar akan membawa Sulsel sebagai lumbung pangan dunia atau global food hub. Visi ini tentu akan bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan.
“Karena itu tentu lebih banyak fokus pada potensi desa, pesisir dan kepulauan. Yang strategis dalam visi Danny-Azhar, karena pemerintah akan bertindak sebagai pembeli produk petani dan nelayan di desa atau dikenal dengan istilah government off-taker,” beber Asri.
Dengan begitu ada jaminan harga tidak anjlok bagi para petani dan nelayan saat mereka panen. Bagi DIA, hal ini adalah salah satu cara menyelamatkan serta mengubah nasib petani dan nelayan menjadi lebih baik.
Karena itu, Asri mengajak kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjadi pemilih cerdas dan menjadikan pilgub sebagai momentum merubah nasib rakyat. “Ayo jadi pemilih yang cerdas, yang bisa melihat dan memilih calon gubernur dan wakil gubernur yang punya gagasan dan konsep perubahan nasib rakyat yang jelas. Insyaallah harapan itu ada di pasangan nomor urut satu, Danny- Azhar,” pungkas Asri.
Di Jeneponto, Danny mengukuhkan Tim Pemenangan di Jalan Pahlawan, Selasa (22/10). Mereka yang dikukuhkan adalah Astro, Quasar, dan Karnivor Paguyuban Jeneponto. Kehadiran tim ini menambah kekuatan dukungan pasangan nomor urut satu di Butta Turatea.
Danny mendorong seluruh tim turun door to door melakukan pendekatan dari hati ke hati meyakinkan masyarakat untuk cerdas di dalam memilih pemimpin. “Bagaimana cara mengambil hati masyarakat untuk memenangkan DIA? Sadarkan mereka bahwa pilkada bukan hanya bagi-bagi sembako dan serangan fajar. Tapi sampaikan kepada setiap orang bahwa pilkada adalah momentum untuk mengubah nasib,” tegas Danny.
Dalam kesempatan itu, anggota Fraksi PKB DPRD Sulsel Bahtiar tak lupa mengajak seluruh masyarakat Jeneponto untuk bersama-sama memenangkan pasangan DIA di daerah ini. (rhm)

