pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Panas Jelang Debat Terakhir Pilgub Sulsel

Pengamat Kompak Sebut Potensi ”Perang” Hasil Survei

MAKASSAR, BKM — Debat kedua bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel akan dilaksanakan, Minggu (10/11). Paslon nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) dan paslon nomor urut dua Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) akan berhadapan di debat terakhir ini.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan menghelat debat di Hotel Claro, Makassar pada siang hari pukul 14.30 Wita. Kedua paslon akan saling adu gagasan mengenai isu-isu penting, seperti ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola sumber daya alam.

Beberapa hari menjelang debat, pamer hasil survei dari sejumlah lembaga dan konsultan pemenangan telah memanaskan suasana. Paslon serta pengamat politik kompak dengan hal itu.
Juru bicara (jubir) paslon DIA Asri Tadda tak menepis potensi terjadinya perang survei. “Bisa saja begitu (perang survei). Tapi yang agak aneh, karena hampir tidak ada survei terbaru lagi dari kubu sebelah setelah lebih dari dua pekan berlalu. Ada apa?” ujar Asri Tadda, Selasa (5/11).

Jubir Andalan Hati Muhammad Ramli Rahim (MRR) yang dikonfirmasi hanya memberikan gambaran terkait hasil survei untuk pilgub DKI Jakarta. “Persepi di Jakarta sudah menjatuhkan sanksi ke Poltracking karena menampilkan hasil survei yang jauh berbeda dengan yang lain. Setelah Persepi meneliti LSI dan Poltracking diambil keputusan bahwa Poltracking menyimpang. Jadi tampaknya lembaga survei akan lebih berhati-hati mempublikasikan hasil surveinya,” jelas MRR.

Direktur Eksekutif Duta Politika Indonesia (DPI) Dedy Alamsyah Mannaroi mengakui potensi perang survei itu pasti ada. “Pasti. Perang survei biasa terjadi dan masyarakat sudah bisa telaah, mana survei politik dan mana politik survei,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, ada yang lebih menarik lagi. Selain survei jadi rujukan, debat kandidat bisa jadi rujukan masyarakat. Siapa pun yang bisa jawab pertanyaan dari panelis dan cagub cawagub lainnya akan jadi salah satu parameter.

Peneliti dari PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus juga demikian. Menurut Nurmal, harus diakui bahwa hasil survei bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi paslon yang menempati posisi teratas di sebuah survei.
“Pengaruh elektoralnya besar karena bisa membuat pemilih lebih yakin dengan pilihannya. Selain itu, dampak lainnya bisa membantu menaikkan moral tim pemenangan untuk terus bergerak,” ujar Nurmal.

Meski demikian, mantan Ketua KPU Makassar ini mengungkapkan bila hasil survei yang bagus juga bisa berbahaya, karena bisa membuat tim terlena. Sebab menganggap sudah di atas angin.
Direktur Eksekutif PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, mengakui bila kemungkinan pertengahan November mendekati masa tenang akan banyak lembaga akan melilis hasil surveinya. “Tapi kalau dilihat dari rilis sebelumnya yang menempatkan paslon Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi rata-rata di atas 60 persen, maka kelihatannya akan terjadi ketimpangan. Saya yakin mayoritas lembaga akan mengunggulkan Andalan Hati jauh di atas paslon DIA. Karena tidak mungkin dalam kurun waktu beberapa hari bisa menggeser dengan posisi elektoral di atas 55 hingga 60 persen,” ucap Suwadi.

Pengamat politik dari Unhas Andi Haris,Ph.D juga mengakui hal itu. “Saya kira perang hasil survei dari masing-masing calon kepala daerah merupakan hal yang biasa dalam setiap perhelatan demokrasi, termasuk pilkada. Cuma yang seringkali dituntut oleh masyarakat pemilih adalah bahwa survei yang dilakukan itu harus bersifat obyektif, sehingga kandidat yang terpilih memang merupakan pilihan politik yang sesuai dengan harapan masyarakat,” jelas Andi Haris. (rif)



×


Panas Jelang Debat Terakhir Pilgub Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link