MAKASSAR, BKM — Calon wali kota Makassar usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amri Arsyid berjanji memperbaiki jalan rusak di perbatasan Barombong-Takalar jika menang pada kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar 27 November 2024. Hal itu diungkapkan Amri saat menyerap aspirasi warga di Kampung Sumanna, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (10/11).
Warga di kampung tersebut mengeluhkan kondisi jalan yang setiap hari mereka lalui. Jalan rusak itu tidak pernah mendapat perhatian pemerintah selama puluhan tahun, padahal jalanan tersebut merupakan salah satu jalan alternatif yang menghubungkan Makassar dengan Kabupaten Takalar.
“Sudah lama sekali pak rusak begitu. Selama ini tidak pernah ada perhatian sama sekali dari pemerintah, kami biasa perbaiki sendiri itu jalanan, swadaya masyarakat sendiri,” kata Fadli, salah satu warga di kampung Sumanna.
Selain jalan rusak, warga Kampung Sumanna juga mengeluhkan persyaratan yang kadang ruwet saat hendak berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Mereka juga berharap akses pendidikan atau sekolah untuk anak-anak bisa lebih terjangkau.
“Kami berkomitmen dengan Pak Rahman untuk bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat. Insyaallah kalau AMAN terpilih mulus jalananta’, termasuk aspirasi-aspirasi yang Bapak/Ibu sampaikan akan kami tuntaskan,” kata Amri Arsyid menjawab keluhan warga.
Selain perbaikan infrastruktur, pasangan Amri-Rahman juga memiliki sejumlah program di bidang pendidikan dan kesehatan. Pasangan bertagline Makassar AMAN itu akan meratakan kualitas pendidikan di Kota Makassar dan memperbaiki pelayanan kesehatan berbasis digital.
Sehari sebelumnya, Minggu (10/11), calon wali kota Makassar nomor urut empat ini berkampanye di Kelurahan Karunrung, Kacamatan Rappocini. Dihadapan warga, Amri menyampaikan bahwa seluruh program AMAN dibuat untuk memperbaiki Makassar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Lewat kesempatan itu, Amri Arsyid juga kembali meyakinkan para ibu-ibu dan anak muda soal bantuan modal usaha Rp10 juta per orang. Program tersebut digagas untuk membuat para ibu rumah tangga dan anak muda yang tidak memiliki pekerjaan bisa menghasilkan lewat bisnis.
“Program ini khusus untuk ibu-ibu dan anak muda yang mau menjalankan bisnis. Kalau AMAN menang akan mengalokasikan Rp10 juta untuk ibu-ibu dan Gen Z dan kita sudah hitung anggarannya,” kata Amri.
Ia menjelaskan program bantuan modal usaha tersebut akan dibagikan tepat sasaran. Akan ada pelatihan dan pendampingan yang diberikan untuk memastikan modal usaha yang diberikan ke masyarakat bisa digunakan sebaik mungkin.
“Kita tidak akan memberikan begitu saja bantuan modal ini. Kita akan berikan pelatihan terlebih dahulu, selanjutnya akan ada pendampingan agar usaha yang dibuat benar-benar berjalan sesuai yang direncanakan,” pungkasnya. (adv)

