GOWA, BKM — Calon wakil gubernur Sulsel nomor urut satu Azhar Arsyad menghadiri kampanye dialogis di Bonto-bontoa, Kabupaten Gowa, Senin (11/11). Acara yang dihadiri ratusan orang ini digelar di kediaman tokoh masyarakat Mappaujung Maknun Dg Tarang di Jalan Wahidin Sudirohusodo.
Azhar dan rombongan disambut yel-yel DIA dan Aurama menang dari relawan yang memadati acara. DIA merupakan akronim pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad. Sementara Aurama akronim dari paslon bupati dan wakil bupati Gowa nomor urut satu Amir Uskara-Irmawati Haeruddin.
Turut hadir anggota DPRD dari PKB Haniah Hafid, Ketua DPC PKB Gowa dan Sekretarisnya hingga relawan Aurama yang mendukung 1-1, yakni di pilbup Gowa dan pilgub Sulsel pada 27 November nanti.
Mappaujung mengungkapkan aura kemenangan DIA semakin nampak dirasakan. Momentum debat kedua membuktikan, dan akan memberikan harapan Sulsel lebih baik di tangan Danny-Azhar.
“Beliau idola kita, harapan kita. Beliau Ketua DPW (PKB). Sarat pengalaman, yang kita lihat sendiri semalam (debat) tampil baik dengan program nyata untuk ke depan Sulsel lebih baik. Mari kita sama-sama mengawal kemenangan. Insyaallah tanda-tanda itu sudah kelihatan,” ucap Mappaunjung.
Lebih lanjut, dia memperkenalkan relawan yang hadir banyak dari perwakilan masing-masing kecamatan. “Yang hadir di sini relawan terbesar dari perwakilan kecamatan. Dalam setiap kecamatan punya 800 orang. Belum lagi orang-orang yang diajak, kita di sini sama-sama nomor satu,” jelasnya.
Dia lalu menegaskan sebagai jaminan bahwa sosok Azhar pantas diperjuangkan, yang lama dikenalnya sudah terbukti dan teruji sejak aktivis dan di legislatif banyak memberikan perhatian terhadap masyarakat.
“Dulu kita sama-sama demo bukan kepentingan golongan, tapi kepentingan rakyat. Ini terpatri semangat itu untuk pengabdian. Insyaallah kita yakin kalau DIA memimpin Sulsel lebih baik, lebih maju, masyarakat sejahtera,” tutur alumnus UMI ini, sama seperti Azhar.
Mappaunjung bahkan mengungkapkan keyakinan ini ditambah kuat dengan survei versinya.
“Saya sudah lakukan survei kecil-kecilan di berbagai daerah, Insyaallah kita menang. Jadi terakhir saya minta kita mengajak tetangga, keluarga untuk memperkuat pilih nomor satu-satu,”ucapnya penuh semangat.
Sementara Azhar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan luar biasanya di Gowa. “Banyak orang, yah,” ucap Azhar mengawali sambutan dengan senyum khasnya.
“Terima kasih. Kalau beliau (Mappaunjuung) senior saya, sama-sama alumni UMI, sama di organisasi ekstra dan sampai sekarang hubungan tidak putus,” kata Azhar.
“Karena di sini saya liat ibu-ibu yang banyak. Biasanya ibu-ibu itu tidak mau diduakan, betul tidak,” ucap Azhar dengan senyum dibalas “betul”.
“Kalau ibu-ibu tidak mau diduakan jadi pilih nomor,” tanya Azhar dijawab serentak “nomor satu”.
Selanjutnya mantan Kordinator FIK Ornop Sulsel menyinggung soal debat semalam, adalah momentum pendidikan politik kepada masyarakat.
“Penting karena politik bukan soal sederhana. Banyak yang menyanggap bahwa petani, nelayan, siapa pun terpilih tidak mengubah nasib. Padahal kita lupa (politik) adalah jalan mengubah nasib. Ya, kalau yang terpilih orang-orang baik. Mandatnya pemimpin adalah memperbaiki kualitas hidup masyarakat, kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan,” tuturnya.
Azhar mengaku optimis petani tidak lagi menderita melalui salahsatu programnya ‘offtaker’.
Selama ini bantuan pemerintah ke petani seperti bibit, pupuk, alat pertanian (alsintan) tidak cukup membuat petani sejahtera. (rhm)

