GEN Z merupakan generasi yang dibentuk oleh perubahan sosial dan teknologi. Mengakses berbagai informasi menjadi hal yang muda untuk dilakukan sehingga generasi ini tercukupi dalam hal informasi.
Sebagai salah satu calon pemilih yang akan ikut berpartisipasi, gen Z memiliki andil yang besar dalam menentukan hasil pemilihan kepala daerah.
Pilkada menjadi hal yang dinantikan oleh masyarakat begitupun dengan Gen Z, sebab ini akan memberikan pengalaman bagi mereka. Nampaknya, untuk menentukan siapa yang akan mereka pilih menjadi lebih mudah dengan melihat informasi mengenai calon kepala daerah seperti profil, track record, dan apa yang mereka janjikan selama kampanye. Semua disajikan di internet.
Meski begitu, butuh kehati-hatian dalam memilih informasi. Sangat penitng diperhatikan untuk menghindari kesalahan menentukan pilihan. Generasi Z cukup kritis untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin dilihat dari bagaimana mereka mau ikut andil dalam diskusi-diskusi terbuka dengan calon pemimpin.
Ketertarikan Gen Z dalam pilkada memberikan warna baru dari berbagai bentuk kampanye para calon pemimpin, di mana program kampanye mereka seringkali ada pengkhususan untuk menarik perhatian generasi ini.
Partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat dalam pemilihan kepala daerah menjadi harapan yang diinginkan, tak terkecuali Gen Z.
Kemampuan dalam digitalisasi menjadi kelebihan dari Gen Z. Oleh karena itu diharapkan lebih bijak dalam memilih. Jangan menjadi pemilih buta. Buktikan bahwa kalian menjadi generasi yang akan memberi perubahan ke arah lebih baik.
Calon pemimpin boleh saja jumlahnya banyak, tetapi yang akan terpilih itu cuma satu. Siapa pun yang terpilih, merekalah yang akan menentukan kehidupan daerah tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
(mg2)

