pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ribuan Paket Sembako Milik Siapa?

Disebut Dalam Rekaman, Tim DIA dan Tegak Lurus: Itu Hoaks dan Fitnah!

MAKASSAR, BKM — Kampanye hitam menyasar pasangan calon gubernur Sulsel nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA). Termasuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Bone Andi Islamuddin-Andi Irwandi Natsir yang dikenal dengan slogan Tegak Lurus.

Beredar video dan rekaman audio di sosial media yang menunjukkan ribuan paket sembako sedang dipersiapkan di salah satu bangunan. Dari rekaman suara yang menyertai video tersebut, seseorang yang belum diketahui identitasnya menyebut, paket sembako yang ada dalam video merupakan milik pasangan 01 calon gubernur dan 02 calon bupati Bone Tegak Lurus.
Merespons hal itu, tim hukum DIA langsung merespons dengan menggelar jumpa pers, Kamis (21/11). Ketua Tim Hukum DIA Ahmad Rianto menegaskan pasangan nomor urut satu tidak pernah menginstruksikan pembagian sembako seperti itu.

“Itu hoaks. Itu tindakan di luar jalur demokrasi. Pasangan DIA tidak pernah menginstruksikan hal itu,” ujar lelaki yang akrab disapa Rinto.
Tim kuasa hukum lainnya Adnan Buyung Azis (ABA) menjelaskan, rencananya hari ini, Jumat (22/11) pihaknya akan melapor ke tim cyber Polda untuk mendesak penyelidikan terkait informasi hoaks tersebut.
ABA melanjutkan, dalam video yang beredar, nama besar Prof Zakir Sabara juga disebut-sebut, serta seorang anggota polisi atas nama AKP Ahmad Djafar. “Ini harus ditelusuri. Ini kejahatan cyber. Menyebarkan berita hoaks yang memfitnah pasangan calon 01. Kami mendesak pihak kepolisian untuk mencari oknum penyebar informasi hoaks itu,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Asri Tadda selaku juru bicara DIA menegaskan, rekaman video dan audio yang beredar merupakan fitnah keji yang sangat merugikan pihaknya. “Ini fitnah yang sangat keji di pilkada saat ini. Pasangan Danny-Azhar justru berkomitmen tinggi mewujudkan pilkada berintegritas, tanpa politik uang dan bagi-bagi sembako. Itu yang selalu kami kampanyekan di masyarakat selama ini,” terang Asri di Makassar, kemarin.

Menurut Asri, politik uang dan bagi-bagi sembako adalah praktik yang sangat merusak kualitas demokrasi di daerah ini sehingga harus dilawan bersama-sama. “Danny-Azhar sejak awal mengajak masyarakat melawan politik uang dan sembako. Sehingga tuduhan ini benar-benar fitnah luar biasa kepada DIA,” jelasnya.
Dijelaskan Asri, fitnah keji yang dialamatkan kepada Danny-Azhar ini bisa jadi merupakan cara lawan yang seolah bersembunyi menuduh pihak lain sebagai pelaku. “Padahal justru merekalah yang mungkin akan melakukannya di lapangan, bagi-bagi sembako dan amplop. Pasalnya, jelang 27 November, elektabilitas DIA terus menanjak dan susah dikalahkan,” jelas Asri.
Karena itu, tim hukum DIA akan segera mengambil langkah hukum atas fitnah dan tuduhan tak benar yang kini mulai viral di sosial media. “Tim hukum Danny-Azhar akan segera melaporkan kepada penegak hukum sebagai perbuatan pencemaran nama baik paslon kami, juga sebagai indikasi pelanggaran kepemiluan. Harus ada yang bertanggung jawab akan hal ini,” cetus Asri.
Selain itu, Asri juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama-sama melawan setiap bentuk politik uang dan sembako di pilkada. “Mari kita lawan politik uang dengan kecerdasan. Jangan mau dibeli, karena suara rakyat sesungguhnya tak ternilai. Jangan gadaikan masa depan lima tahun hanya dengan paket sembako atau amplop. Pilih pemimpin terbaik sesuai hati nurani kita masing-masing,” pungkas Asri.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone dan aparat kepolisian tengah menyelidirki pemilik dari ribuan paket sembako yang terbungkus plastik berwarna hitam yang telah ditemukan di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone itu. Dalam paket berisi gula, minyak goreng, dan lainnya. Hingga kini belum diketahui siapa pemilik dari ribuan sembako tersebut.
Dari video yang beredar viral kemarin, tumpukan paket sembako terlihat dalam sebuah rumah yang berukuran cukup luas. Dindingnya masih berupa batubata dan belum diplester. Ada tiga ruangan yang dijadikan tempat menumpuk paket tersebut. Ada pula yang masih tersimpan di bagian luar.
Beberapa orang terlihat menurunkan paket sembako dari atas sebuah truk. Sementara di jalanan tanah di depan rumah tersebut terlihat truk lainnya yang menunggu antrean untuk dibongkar muatannya.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, tidak ada identitas paslon di dalam paket tersebut. Bawaslu dan kepolisian baru menemukan adanya stiker bertuliskan Rumah Relawan Dozer, yang merupakan tim relawan pemenang paslon gubernur dan wakil gubernur Suslel nomor urut dua Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati). Stiker tersebut tertempel di pintu rumah tempat ditemukannya paket tersebut.

“Tidak ada identitas dalam paket. Hanya di rumah itu ada tertempel stiker Dozer. Itu pun belum jelas apakah pemilik rumah bagian dari tim Dozer atau hanya sekadar tertempel di situ,” ungkap sumber BKM.
Jubir paslon bupati dan wakil bupati Bone Andi Islamuddin-Andi Irwandi Idris yang dikenal dengan slogan Tegak Lurus, Azis Alkatiri menegaskan, isu penemuan paket sembako yang mencatut nama Tegak Lurus merupakan kampanye hitam dan fitnah. “Kami akan melaporkan oknum yang diduga menyebarluaskan informasi tersebut,” ujarnya, kemarin.
Ia menegaskan bahwa paslong Tegak Lurus menolak keras adanya politik uang di pilkada. “Kami dari tim pemenangan Tegak Lurus sejak awal menolak keras adanya money politics atau pun politik sembako. Bahkan kami telah membuat sayembara untuk menangkap oknum yang melakukan praktik seperti itu,” terangnya.
Menurut Azis, sembako tersebut bisa saja dari paslon lain yang kemudian menuduh paslon Tegak Lurus. “Jangan memframing Tegak Lurus dengan money politics. Jangan-jangan ini merupakan sembako dari paslon lain yang kemudian dituduhkan kepada paslon Tegak Lurus,” tandasnya. (rhm-rif)



×


Ribuan Paket Sembako Milik Siapa?

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link