MAKASSAR, BKM — Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) menggelar kampanye akbar, Jumat (22/11) di kawasan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kampanye pasangan calon wali kota-wakil wali kota Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (Inimi).
Kurang lebih 50 ribu massa dari berbagai penjuru wilayah di Sulsel hadir dalam kampanye akbar ini. Sebelum kampanye berlangsung, cuaca Makassar cukup terik. Masyarakat yang bergabung dalam kampanye akbar banyak yang memilih untuk berlindung di tempat yang teduh.
Namun mendekati kampanye akbar dimulai, langit mulai mendung. Hampir sepanjang kegiatan, awan menggelayut di langit Makassar. Massa yang sebelumnya gerah karena panas matahari, berangsur-angsur merasa adem dan sejuk.
Hingga acara usai, hujan yang diperkirakan bakal mengguyur lokasi kampanye tidak kunjung turun. Padahal, beberapa hari terakhir, setiap siang menuju petang, hujan deras mengguyur Makassar.

Dua hari sebelum kampanye akbar, kepada wartawan, calon gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto optimistis kalau hujan tidak akan turun sepanjang pasangan Inimi DIA melakukan kampanye akbar.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Diantaranya Ketua PDIP Sulsel yang juga anggota DPR RI Andi Ridwan Wittiri, anggota DPR RI dari Partai PKB Syamsu Rijal, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel St Diza Rasyid Ali, serta ketua-ketua partai pengusung lainnya.
Sebanyak 50 gerobak UMKM yang menyajikan aneka kuliner seperti pisang epek, buroncong, berbagai jenis roti, dan minuman bisa dinikmati warga yang hadir dalam kegiatan kampanye akbar tersebut.

Andi Ridwan Wittiri dalam orasinya mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Inimi DIA untuk menjadikan Sulsel dan Makassar lebih maju dan bertambah baik. Dia berjanji, jika Inimi menang di pilwali Makassar dan DIA menang di pilgub Sulsel, maka sebagai perwakilan daerah di DPR RI, mereka akan mengawal dana dari pusat untuk membuat jalan tol Makassar-Bulukumba dan Makassar-Toraja.
“Kalau mau Sulsel seperti Singapura, maka pilihmi DIA. Di Makassar pilihmi Inimi,” ajak ARW, singkatan nama dari Andi Ridwan Wittiri.
Sementara itu, Syamsu Rijal mengatakan DIA sudah terbukti memberi kebaikan bagi Kota Makassar. Agar kebaikan juga bisa dinikmati seluruh masyarakat Sulsel, maka pilihlah DIA.

Lelaki yang akrab disapa Deng Ical itu mengatakan supaya masyarakat Sulsel tidak pusing memikirkan pendidikan, kesehatan, dan berbagai problematikan lainnya, biarkan pasangan DIA yang menjadi gubernur. Pasangan DIA tipikal pekerja keras yang akan memperhatikan segala keluhan dan aspirasi masyarakat.
“Biarkan DIA menjadi gubernur dan wakil gubernur. Biarkan DIA yang memikirkan berbagai persoalan kita semua. Kita konsentrasi saja memikirkan. Biarkan DIA yang bekerja keras untuk memikirkan hidup kita,” kata Deng Ical.
Ketua MPW Pemuda Pancasila St Diza Rasyid Ali dengan lantang mengatakan memilih pasangan DIA berarti menghargai perbedaan dan keberagaman. Karena pasangan Danny Azhar menghargai budaya semua suku yang ada di Sulsel. DIA juta merangkul warga Tionghoa, Arab, India, dan semuanya.
“Pasangan Danny-Azhar tidak alergi dengan budaya. Mau hargai saudara kita dari Toraja, Bugis, Makassar, Mandar, Tionghoa, Arab, India, dan suka lainnya. DiA menghargai toleransi,” tegas Diza.

Di puncak kampanye akbar, Danny Pomanto berorasi dengan semangat berapi-api. Wali Kota Makassar dua periode itu mengatakan, jika DIA terpilih, masa depan Sulsel akan dibangun sesuai dengan harapan bersama.
“Pilkada harus menjadi ajang mengubah nasib. Jangan salah coblos. Jangan gara-gara diiming-imingi uang, kita salah pemimpin,” kata Danny.
Danny mengatakan jika terpilih sebagai gubernur Sulsel, dia akan melepaskan beban masyarakat akan utang. “Lima hari lagi nasib Sulsel akan ditentukan. Kita harus perkuat doa-doa kita. Insyaalah 27 November DIA menang, Inimi menang,” kata Danny optimistis. Ia menegaskan, pasangan Inimi DIA akan bertarung sampai menang.
Sementara itu, calon wakil gubernur Azhar Arsyad mengatakan, di tangan orang baik, di tangan orang yang punya visi misi dan gagasan yang cemerlang, Sulsel akan lebih baik. “Pemimpin Sulsel harus berdiri di semua golongan. Tidak hanya satu golongan. Sulsel sangat heterogen. Kita butuh pemimpin di atas semua golongan. Bukan hanya membangun satu kabupaten,” tandas Azhar. (rhm)

