MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan kini tengah menggodok pengisian jabatan kepala sekolah di tingkat SMA atau sederajat. Saat ini telah memasuki thap akhir. Sebanyak 44 jabatan kepala sekolah lowong segera terisi.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Iqbal Nadjamuddin sudah menyerahkan hasil seleksi ke Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh.
Prof Zudan mengaku nama tersebut sudah berada di tangannya.
Setelah hampir dua tahun lowong, jabatan 44 kepsek di Sulsel bakal segera dilantik. Izin pelantikan sementara disusun di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.
”Saat ini kami tengah memproses pengisian kepala sekolah yang kosong. Ada kurang lebih 40-an yang kosong sejak dua tahun lalu. Kami sedang meminta izin ke Kementerian Dalam Negeri untuk meminta pertek ke BKN,” kata Zudan, Senin (2/12).
Kini, lanjut Zudan, pihaknya sisa menunggu instruksi dari Kemendagri dan peraturan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Prof Zudan memastikan proses seleksi selama ini terbuka dan fair. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) dalam proses seleksi kepsek di sejumlah SMA di Sulsel.
“Saya pastikan bahwa untuk pengisian (kepsek) ini tidak ada pungutan atau membayar. Jadi, kalau ada kepala sekolah atau calon kepala sekolah yang ditawari untuk bayar membayar, langsung tolak. Karena itu saya pastikan tidak boleh ada pungutan liar,” tegas Zudan.
Melalui aplikasi KSPS atau kepala sekolah dan pengawas sekolah, proses pengisian jabatan berjalan.
Semula ada 800 guru yang memenuhi syarat pendaftaran.
Namun hanya 400 yang lanjut memasukkan berkas. Dari jumlah itu 195 diantaranya lulus verifikasi berkas.
Sebanyak 195 calon akhirnya lolos berkas bersaing duduk sebagai kepsek.
Selanjutnya ada tim khusus dibentuk untuk menjaring 195 nama menjadi 44 orang terbaik. Tim ini diketuai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Jufri Rahman.
Nantinya BKN akan mengeluarkan pertek, dan selanjutnya dibuatkan surat keputusan (SK) dari Pemprov Sulsel. Jika pertek BKN sudah dikeluarkan, maka Pemprov Sulsel bisa beranjak menerbitkan SK pelantikan. Pelantikan nantinya dipimpin Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh.
Prof Zudan mendorong pengisian jabatan kepala sekolah bisa segera dipercepat. Sehingga proses administrasi maupun belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin mengatakan, pihaknya menunggu pertek untuk melantik para calon kepsek ini.
“Kita masih menunggu pertek,” kata Iqbal. (jun)

