MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang melanda Kota Makassar dalam dua hari terakhir membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Akibatnya, ratusan orang dari 156 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan mengungsi ke lokasi-lokasi aman dari genangan.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Senin (16/12), ada enam kelurahan pada enam kecamatan terdampak banjir cukup parah. Masing-masing di Kecamatan Manggala, Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Makassar, dan Wajo. Dari enam kelurahan tersebut, terdeteksi 13 titik banjir yang cukup tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyebut, ada empat lokasi di mana banjir cukup parah sehingga warga terpaksa harus mengungsi ke tempat aman. “Untuk saat ini ada tujuh titik pengungsian yang tersebar di empat kecamatan,” ujarnya, kemarin.
Di Kecamatan Manggala, kata Achmad Hendra, ada tiga titik pengungsian. Masing-masing di Masjid Jabal Nur Jalan Kecaping Raya, Kelurahan Manggala. Jumlah pengungsi sebanyak 64 jiwa (20 KK). Masjid Makkah Al Mukarramah, Jalan Suling, Kelurahan Manggala dengan jumlah pengungsi 37 jiwa (9 KK). Masjid At Thoyyibah, Jalan Swadaya Kelurahan Batua dengan jumlah pengungsi 73 jiwa (27 KK).
Di Kecamatan Panakkukang terdapat dua lokasi pengungsian. Yakni Masjid Nurul Hikmah, Jalan Adhyaksa Baru, Kelurahan Masalle dengan jumlah pengungsi 55 jiwa (9 KK), dan Gereja Toraja Masalle Jalan Adhyaksa Baru, Kelurahan Pandang dengan jumlah pengungsi 72 jiwa (18 KK).
Sementara itu, di Kecamatan Wajo, 50 jiwa (15 KK) terpaksa harus mengungsi ke Masjid Nurul Islam, Jalan Bulusaraung Kelurahan Pattunuang. Dan di Kecamatan Makassar, sebanyak 225 jiwa (58 KK) harus mengungsi ke kampus Universitas Terbuka Makassar yang berlokasi di Jalan Monginsidi Baru, Kelurahan Maricaya Baru.
“Jadi ada 577 jiwa yang terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Warga yang terdampak tersebar di tujuh titik pengungsian yang ada di empat kecamatan,” tambah Achmad Hendra.
Lebih jauh dikemukakan, sejak cuaca buruk dan hujan deras yang terjadi di Makassar, pihaknya secara maksimal menurunkan 140 personel dan menyiapkan sejumlah armada. Di antaranya enam unit perahu karet, 100 pelampung, dua ambulans, 18 unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat, dan dan dua unit mobil boks.
BPBD juga sudah menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Kecamatan Mamajang, melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir, melakukan evakuasi terhadap warga, dan sejumlah aktivitas pertolongan lainnya.
Kepada warga Achmad Hendra mengimbau, jika membutuhkan layanan darurat, bisa menghubungi calo centre 112 atau Pusdalops BPBD Makassar di nomor 0811-417-112.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Irwan Slamet menyampaikan, memasuki periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menunjukkan adannya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Sulawesi Selatan.
Prakiraan tanggal 18 hingga 22 Desember 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat (akumulasi hujan selama 24 jam) berpotensi terjadi di wilayah kabupaten/kota seperti Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.
Sementara potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan Sulawesi Selatan bagian selatan. Selain itu, masyarakat dihimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan.
“Menyikapi kondisi tersebut, diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Dampak tersebut antara lain genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan keterlambatan jadwal penerbangan/pelayaran,” ungkap Irwan.
Selain itu, masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari BMKG serta instansi terkait guna memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik. (rhm)

