MAKASSAR, BKM — Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) berduka. Muh Tonang yang merupakan orang nomor satu di institusi ini berpulang ke rahmatullah secara mendadak.
Ia mengembuskan napas terakhirnya saat menunaikan tugas di Jakarta, Kamis (19/12) pukul 11.30 Wita. Sebelum berpulang, Tonang sempat duduk santai dan ngopi sambil menunggu acara dimulai. Tetiba gelas kopinya jatuh dan pecah. Disusul kemudian tubuhnya terjatuh sebelum kegiatan berlangsung di Hotel Vivere, Serpong.
“Berangkat ke Jakarta menghadiri acara (Rabu, 16 Desember 2024). Kalau kejadiannya saya belum tahu, karena saya di Makassar,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulsel Ikbal Ismail, Kamis (19/12).
Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani menyampaikan duka mendalam atas kepergian Tonang.
“Duka mendalam dirasakan keluarga besar Kementerian Agama. Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan wafat saat bertugas. Semoga beliau syahid,” ujar M Ali Ramdhani di Jakarta, Kamis (19/12/).
Muh Tonang disebut wafat saat memenuhi undangan untuk hadir dalam kegiatan Kemenag di Jakarta. Sebelumnya, ia bersama para Kakan Kemenag Provinsi seluruh Indonesia menandatangani perjanjian kinerja untuk program 2025 bersama Sekjen Kemenag RI. Almarhum juga mengikuti kegiatan terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa yang berintegritas dan transparan.
“Almarhum wafat usai memenuhi kewajibannya, menandatangani perjanjian kinerja. Beliau juga sedang berdiskusi tentang bagaimana ke depan kebijakan pengadaan barang dan jasa di Kemenag berjalan transparan dan dengan semangat integritas,” sebut Kang Dhani, pangggilan akrabnya.
“Almarhum wafat saat sedang mendedikasikan tugasnya. Insyaallah beliau husnul khatimah,” sambungnya.
Jenazah almarhum disemayamkan di RS Siloam sebelum diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan.
“Kami mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk mendoakan semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan mendapat termpat terbaik di sisi Allah Swt. Aamiin,” tutupnya.
Tonang resmi menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel usai dilantik oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas pada Selasa, 26 Maret 2024 lalu. Pria kelahiran Sanrego, Kabupaten Bone, 14 September 1974 ini mengikuti prosesi pelantikan bersama Sekjen Kemenag RI Prof Ali Randani dan delapan pejabat eselon II lainnya di Operation Room Kantor Pusat Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Muh
Tonang merupakan pejabat karier di lingkungan Kementerian Agama Sulsel. Dia terangkat PNS pada tahun 2003 sebagai staf KUA Patimpeng, Kabupaten Bone. Kemudian mutasi ke Kanwil Departemen Agama (Depag ketika itu) tahun 2004 sebagai staf Humas.
Selanjutnya menjadi Kepala Seksi (Kasi) Kemasjidan Bidang Penamas 2009, serta Kasubag Humas dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel 2010-2013.
Jabatan terakhir Tonang selaku pejabat eselon IV adalah Kasi Pendidikan Diniyah Formal dan Kesetaraan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel. Kemudian promosi menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maros pada 22 April 2020.
Tanggal 14 Juli 2021 Tonang dilantik sebagai Kabid Urais dan Bimsyar. Kemudian menjabat sebagai Kabid Pendidikan Madrasah 1 Desember 2022. Akhirnya pada 26 Maret 2024, Tonang dilantik menjadi Kakan Kemenag Sulsel.
Latar belakang pendidikan Muh Tonang cukup kental dengan keagamaan. Setelah tamat SD ia menimba ilmu di Pesantren Ma’had Hadis Biru Kabupaten Bone. Kemudian melanjutkan kuliah di IAIN (UIN) Alaudin Makassar Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. Jenjang magisternya pun dari jurusan dan kampus yang sama.
Di mata para sahabat, almarhum dikenal sebagai sosok yang selalu membuka tangan untuk membantu siapapun. Seperti diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo.
“Almarhum baik sekali. Dia itu sahabat sejati. Beliau saya kenal ketika masih staf dan menjadi ketua Gerakan Pemuda Ansor. Orangnya suka membantu. Tempat diskusi hari raya dan hari besar keagamaan, pengamanan gereja. Saya Kasubag Protokol almarhum tugas di Kanwil Depag,” ungkap Amson, kemarin.
Tidak hanya kagum dengan kebaikan almarhum, Amson merasa sangat terbantu dalam bekerja
.
“Sama-sama jadi pejabat, saya Kadis Kominfo, beliau Kanwil Depag. Ketika saat jadi Pejabat Bupati Toraja beliau berkunjung kanwil Toraja Utara saat kunjungan Pak Menteri saya kagum sama beliau yang sangat bersahaja, rajin membantu beliau melihat persahabatan tanpa melihat latar belakang tidak pernah menolak kalau minta bantuan, kalau belum kenal agak diam namun beliau sosok humoris. Saya sangat kehilangan sahabat,” terang Amson.
BKM datang ke rumah duka di Kompleks BTN Minasa Sari, kemarin sore. Keluarga, kerabat serta tetangga tampak ramai. Karangan bunga ucapan belasungkawa silih berganti berdatangan.
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Sulawesi Selatan Rusdi Idrus yang ditemui, mengatakan bahwa dirinya bersahabat karib dengan almarhum. Menurutnya, sejak menginjak bangku kuliah, Muh Tonang selalu menjadi panutan bagi banyak orang.
”Sejak mahasiswa saya ikut dan dekat dengan beliau, sekitar tahun 2003 dan sampai sekarang saya selalu mendampingi beliau. Figurnya merupakan sosok yang menjadi panutan dan pemimpin bagi kami, karena selalu memberikan contoh bagi orang-orang di sekitarnya,” ujarnya.
Rusdi menegaskan bahwa almarhum tidak punya riwayat penyakit yang tergolong kronis. Biasanya hanya sakit flu biasa.
Di mata Rusdi, Muh Tonang merupakan pribadi yang dekat dan ramah dengan kader-kader Ansor. Ia lalu mengenang komunikasi terakhir dengan almarhum saat berlangsung rapat resntra.
”Terakhir saya komunikasi di hari Sabtu sore utnuk menyiapkan penyusunan renstra PWNU Sulawesi Selatan. Saya izin pindah tempat dan minta tanda tangannya,” kenang Rusdi.
Almarhum Muh Tonang merupakan figur kepala keluarga yang baik untuk ketiga buah hatinya. ”Beliau ayah yang baik untuk ketiga anaknya. Anak pertamanya masih kuliah, anak kedua masih SD, dan yang terakhir masih kecil dan belum sekolah,” jelasnya.
Jenazah almarhum Muh Tonang rencananya akan dimakamkan hari ini usai salat Jumat. (jun-yus)

