MAKASSAR, BKM — Pergantian tahun dari 2024 menuju 2025 tinggal menghitung hari. Warga selalu merayakan momen ini dengan spesial.
Agar momen pergantian tahun berjalan aman, tertib, dan damai, pihak keamanan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder melakukan langkah pengawasan dan pengamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib menerangkan, pihaknya menurunkan 1.082 personel gabungan dari Polrestabes Makassar, termasuk dari Polda, TNI, dan Satpol PP untuk mengamankan malam pergantian tahun.
Ngajib berkata, pengamanan akan dilakukan di semua titik, khususnya di tempat-tempat yang disiapkan untuk kegiatan malam Tahun Baru. Pihaknya juga menggelar rapat dengan Pemkot Makassar untuk membahas soal lokasi-lokasi yang akan dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat di malam tahun baru. Seperti kawasan Centrepoint of Indonesia dan Anjungan Pantai Losari. Termasuk kawasan Panakkukang dan Fly Over.
“Ada beberapa lokasi yang menjadi atensi, diantaranya CPI dan Anjungan Pantai Losari. Itu titik utama karena di situ kemungkinan besar masyarakat akan berkumpul,” ungkap Ngajib saat ditemui di kegiatan silaturrahmi dengan umat Kristiani di Aula Keuskupan, Jalan Thamrin, Kamis (26/12).
Kepada seluruh warga Makassar, Ngajib melarang untuk menggelar pesta minum keras, menyalakan petasan, dan kembang api karena meresahkan dan dapat menimbulkan bahaya. “Jelang tahun baru tidak ada minuman keras, tidak ada petasan ataupun kembang api yang dapat meresahkan,” tegas Ngajib.
Dia meminta agar masyarakat bisa melaksanakan perayaan malam Tahun Baru dengan ibadah. Baik di masjid, maupun di gereja dan rumah ibadah lainnya, sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Saat ini, Polrestabes sudah mendirikan 12 pos pengamanan Natal dan Tahun Baru. Selain itu ada juga satu pos terpadu dan satu pos pelayanan.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono memaparkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan Operasi Lilin di berbagai wilayah yang ada di Sulsel. Untuk pengawasan, pemantauan, menjaga keamanan dan ketertiban semua wilayah di provinsi ini, pihaknya menerjunkan 2.925 aparat kepolisian. Ditambah 2.025 personel dari tim gabungan TNI dan stakeholder lainnya.
“Jadi total pengamanan baik kepolisian, TNI, dan stakeholder lainnya sebanyak 5.000 personel,” ungkap Kapolda.
Dia mengatakan, aparat akan patroli di jalan-jalan, memantau arus kendaraan, serta mengamankan lokasi-lokasi rumah ibadah.
Yudhiawan juga menegaskan agar warga tidak menyediakan kembang api apalagi petasan. Termasuk melakukan konvoi di jalan-jalan. “Karena berbahaya. Jangan menyediakan kembang api dan tidak perlu ada konvoi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengimbau warga Makassar tidak usah keluar rumah. Cukup merayakan pergantian tahun di rumah masing-masing, apalagi cuaca sedang ekstrem.
“Saya kira tidak usah ke mana-manalah. Apalagi cuaca kayak begini, hati-hati,” kata Danny mengingatkan.
Senada dengan Kapolrestabe Makassar dan Kapolda Sulsel, Danny juta mengingatkan untuk tidak bermain petasan. Untuk lingkup Pemkot Makassar, rencananya pergantian tahun akan dirayakan dengan menggelar dzikir bersama di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.
Khusus untuk pesta kembang api yang selalu dilaksanakan setiap pergantian tahun di kawasan Pantai Losari, Danny mengatakan sejauh ini masih dibicarakan dengan berbagai stakeholder, terkhusus pihak keamanan. “Belum tahu apakah pesta kembang api di Pantai Losari ada atau tidak. Nanti kita lihat,” tandasnya. (rhm)

