MAROS, BKM–Kabar duka menyelimuti dunia politik tanah air, khususnya di kabupaten Maros. Politisi senior dan aktivis masyarakat, Nurhasan, menghembuskan napas terakhir di rumah sakit islam Jakarta, Rabu (15/1) pukul 08.10 WIB.
Kabar meninggalnya Nurhasan telah dikonfirmasi oleh keluarga dan sejumlah rekan dekat. Kabar duka ini pun turut menyentuh hati Bupati Maros, Chaidir Syam. Meski pernah menjadi lawan politik, Chaidir Syam mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Nurhasan.
Menurutnya, Nurhasan adalah sosok yang baik hati dan dermawan. “Saya sangat kehilangan sosok Pak Nurhasan. Meski berbeda pandangan politik, beliau adalah sosok yang sangat baik dan dermawan. Beliau selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan selalu siap membantu sesama,” ungkap Chaidir Syam dalam keterangan persnya.
Nurhasan dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Juga dikenal sebagai politisi yang gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat. Selama hidupnya, Nurhasan telah banyak memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa. Tercatat Nurhasan pernah mencalonkan diri sebagai calon bupati Maros, mantan Ketua PBR Sulsel, mantan Ketua Panitia Semesta DDI yang digelar di Lapangan Karebosi Tahun 2023.
Sekarang Nurhasan juga Wakil Ketua PW DDI Sulsel selama berkecimpung di dunia politik selalu menjaga hubungan baik dengan Chaidir dan saling menghormati. “Meskipun pernah berhadapan dalam kontestasi politik, Pak Nurhasan selalu bersikap dewasa dan menjunjung tinggi sportivitas. Beliau adalah contoh pemimpin yang baik,” tambah Chaidir Syam.
Kepergian Nurhasan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya. Nurhasan akan selalu dikenang sebagai sosok yang inspiratif dan penuh dedikasi. Saat ini jenazah Nurhasan disemayamkan di rumah duka dan belum ada informasi dimana akan dimakamkan.(ari/rif/c)
Aliyah Mustika dan IAS Merasa Kehilangan
POLITISI Partai Demokrat yang juga wakil wali kota Makassar terpilih, Aliyah Mustika Ilham, melayat jenazah Nurhasan di rumah sakit Islam Jakarta, Rabu (15/1).
“Almarhum banyak memberikan support kepada kami, saya juga pak Ilham. Almarhum beliau hadir sebagai sahabat seperti saudara, Terakhir hari Jumat kemarin ikut sama sama silaturahmi,” terang Aliyah Mustika Ilham, Rabu (15/1).
“Pak Ilham paling merasa kehilangan. Almarhum banyak membantu dalam perjalanan saya,” tutur istri Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini.
Eks calon bupati Maros Nurhasan meninggal saat berolahraga di Jakarta.
Selain Aliyah Mustika Ilham, juga hadir Akbar Endra dan Jamaluddin M Syamsir. Akbar Endra mengatakan Nurhasan tiba-tiba tak sadarkan diri usai berolahraga.
“Pagi tadi almarhum jogging di Apartemen Pramuka, setelah itu bermain tenis meja bersama beberapa temannya. Tak lama kemudian, almarhum tiba-tiba jatuh,” katanya.
“Info yang kami terima, semalam almarhum begadang, pagi-pagi sudah lanjut olahraga,”bebernya.
Ia menuturkan Nurhasan kemudian dibawa ke RS Islam Jakarta untuk menerima penanganan medis, namun takdir berkata lain, Nurhasan menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 08.10 WIB.
“Menurut dokter, almarhum terkena serangan jantung dan pembuluh darah pecah. Almarhum akan diterbangkan ke Maros,” sebutnya. (jun/rif)

