pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menko Zulhas Ingin Kembalikan Kejayaan Cokelat

MAKASSAR, BKM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Makassar, 16-17 Januari 2024. Selama dua hari, Zulhas akan melaksanakan sejumlah agenda kerja.
Pada Kamis (16/1), sesaat setelah tiba di Makassar, ia melakukan kunjungan ke pabrik cokelat PT Papandayan Cocoa Industries-Barry Callebaut di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jalan Ir Sutami.
Hari ini, Jumat (17/1), ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan. Pagi sekitar pukul 06.30 Wita, Zulkifli akan melakukan kunjungan ke pasar tradisional Pabaeng-baeng, Sultan Alauddin untuk memantau ketersediaan stok dan harga pangan.

Selepas itu, agenda dilanjutkan ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Penitipan Anak (Daycare) Terpadu Asoka di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 18. Selanjutnya, Zulkifli akan menghadiri Rapat Koordinasi Swasembada dengan kepala daerah se-Sulawesi Selatan, di Aula Tudang Sipulung Rujab Gubernur Jalan Sungai Tangka.
Usai melakukan kunjungan kerja di PT Papandayan Cocoa Industries-Barry Callebaut, Zulkifli mengatakan saat ini pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan langkah besar untuk mengembalikan kejayaan cokelat Indonesia di kancah global. “Besok, Jumat (17/1) kita akan menggelar rapat koordinasi, bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait akan membahas upaya untuk memperkuat sektor pangan, khususnya dalam hal pengembangan perkebunan rakyat,” jelas Zulkifli.

Untuk cokelat, ia menyebut kini memiliki harga yang sangat menguntungkan sehingga menjadi fokus utama. Nilai tukar hasil perkebunan rakyat, seperti cokelat, melonjak hingga lebih dari Rp160 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman padi yang hanya Rp10 ribu per kg.
“Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi cokelat dengan cara memperkenalkan program replanting untuk menggantikan pohon cokelat yang sudah tua dan tidak produktif,” sebut Zulhas.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dunia dalam produksi cokelat, mengingat tanah kita yang subur dan kondisi iklim yang mendukung. Namun, saat ini produksi cokelat kita turun. Kami berencana untuk meningkatkan hasil dengan bibit unggul dan teknologi pertanian yang tepat,” sambungnya.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan pembiayaan yang lebih mudah melalui BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) dan KUR (Kredit Usaha Rakyat) bagi petani yang ingin mengembangkan usaha perkebunannya.

Tidak hanya Sulawesi, daerah-daerah seperti Lampung dan Jayapura juga dipandang sangat potensial untuk mengembangkan coklat.
Dengan rencana pembentukan klaster berdasarkan komoditas unggulan seperti cokelat, kopi, kelapa, dan cengkih, diharapkan sektor perkebunan rakyat dapat tumbuh pesat dan menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia.
“Presiden Indonesia (Prabowo) pun menekankan pentingnya mempercepat pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan sektor pertanian rakyat. Kita harus memastikan bahwa ekonomi kita tumbuh lebih cepat dan merata dengan mendukung para petani kecil dan meningkatkan produktivitas mereka,” terangnya.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia berpotensi kembali menjadi juara dunia dalam produksi cokelat, membawa dampak positif bagi perekonomian negara dan kesejahteraan petani.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang ikut mendampingi Zulkifli Hasan, mengatakan pihaknya mendukung semua program yang diagendakan oleh pemerintah pusat. Termasuk yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
“Kita tentu saja harus memberikan support penuh terhadap seluruh program yang telah diprogramkan pemerintah pusat. Termasuk yang berkaitan dengan ketahanan pangan karena menyangkut kemaslahatan masyarakat,” tandas Danny. (rhm)



×


Menko Zulhas Ingin Kembalikan Kejayaan Cokelat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link