MAKASSAR, BKM — Seekor buaya sepanjang 4,1 meter dengan berat lebih dari 100 kilogram dievakuasi dari permukiman warga di Kecamatan Manggala, Makassar, setelah banjir melanda kawasan tersebut. Hewan pemangsa ini pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar pada pukul 23.03 Wita, Rabu (12/2).
Damkarmat pun segera menerjunkan tim 20 personel untuk mengevakuasi buaya itu. “Kami menerjunkan 20 personel. 10 personel dari Pos Timur dan 10 dari mako,”’ungkap Hasanuddin, Kepala Dinas Damkarmat saat dihubungi, Kamis (13/2).
Proses evakuasi tak berjalan mulus. Begitu tim tiba, buaya itu justru terjebak di lorong buntu akibat kerumunan warga yang terus menghalau jalannya. Setiap kali reptil besar itu mencoba keluar, warga kembali mengadangnya, hingga akhirnya ia tak punya akses melarikan diri. Proses penangkapan buaya berjalan sekitar 20 menit.
Namun, kata Hasanuddin, petugas tidak terlalu sulit melakukan evakuasi karena buaya sudah terjebak di jalan buntu yang tergenang air. “Petugas tidak kesulitan mengevakuasi karena buaya sudah terjebak di jalan buntu,” ujarnya.
Buaya berhasil diikat dan diangkut menggunakan mobil Dalmas. Lantaran ukurannya yang besar membuat mobil pikap tak memungkinkan digunakan. Sekitar 20 warga turut membantu proses pengangkutan. “Buaya itu selanjutnya dievakuasi ke Mako Damkarmat,” jelas Hasanuddin.
Kisah unik muncul ketika seorang wanita datang ke kantor Damkarmat dan mengaku sebagai “keluarga” buaya tersebut. “Katanya, mamanya yang meminta buaya itu. Tapi, kita sudah serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” kata Hasanuddin.
Hasanuddin mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar lokasi penemuan. Pasalnya, beredar kabar bahwa masih ada beberapa buaya lain yang belum ditemukan.
“Ada informasi kalau buaya ini tidak sendiri, konon jumlahnya enam ekor. Yang viral itu juga yang berkumpul di TPA. Kemungkinan buaya ini adalah yang sama dengan yang ditemukan bulan lalu, saat dia bertelur di daratan lalu melarikan diri,” jelasnya.
Menariknya, buaya yang dievakuasi kali ini adalah betina. Itu berarti ada kemungkinan masih ada buaya jantan di sekitar lokasi. “Apalagi di kondisi banjir seperti ini, warga harus lebih berhati-hati,” pungkasnya. (rhm)

