SETELAH melewati serangkaian tes dan persaingan ketat dari puluhan peserta, Muhammad Sufyan Naufal Salam dan Zulaikha akhirnya terpilih sebagai Duta Pajak Sulselbar 2025.
Dari yang awalnya sempat bingung untuk melangkah, namun hasilnya berbuah manis.
LELAKI yang akrab disapa Sufyan itu mengaku bahwa awalnya ia hanya ikut-ikutan untuk terjun ke Duta Pajak. Namun nasib berkata lain. Ia bisa terpilih menjadi winner.
“Kalau saya sendiri itu fomo atau ikut-ikutan saja, karena kebetulan ada teman yang ikut Duta Pajak. Jadi aku bilang ke dia, gimana cara daftarnya. Alhamdulillah, pas ikut dinyatakan menang,” kata Sufyan saat hadir di studio BKM.
Sufyan saat ini sementara kuliah di Universitas Bosowa (Unibos) dan mengambil jurusan Psikologi. Ia mengakui bahwa sejak dulu memang suka berkegiatan. Apalagi jika kegiatan tersebut berdampak positif.
Karenanya, dia begitu senang lantaran bisa terpilih menjadi Duta Pajak Sulselbar 2025.
“Tentu sangat senang dan sedikit panik, karena kayak gimana yah. Ini kan ajang pertama, jadi agak bingung afternya itu gimana. Tapi untung ada Kak Ikha, jadi ada yang bantu,” ujarnya.
Ditanya mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan ke depannya, remaja kelahiran Makassar ini menyebut bahwa dirinya akan melaksanakan beberapa program. Salah satunya adalah Ngobrolin dan membuka konsultasi pajak.
“Minggu depan kita akan memulai program kerja yang pertama, yaitu Ngobrol Inspirasi Enjoy dan Nikmat (Ngobrolin). Di situ kita akan live di Instagram untuk memperkenalkan Duta Pajak itu seperti apa. Selain itu, juga ada program offline yang nantinya itu akan dilaksanakan di (Jalan) Boulevard. Rencana kita akan buka stand di situ untuk konsultasi pajak,” lanjutnya.
Sementara Zulaikha atau karib disapa Ikha, turut gembira lantaran bisa terpilih sebagai winner Duta Pajak Sulselbar 2025 kategori putri.
Namun menurutnya, amanah yang ia emban sekarang ini cukup berat. Sebab ia akan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, pasti senang banget. Cuman yah… kita harus lebih berhati-hati ke depannya. Mulai dari kehidupan kita sehari-hari itu akan menjadi lirikan bagi orang-orang,” tutur Ikha.
Wanita yang telah menamatkan S2 Jurusan Manajemen Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengaku tertarik untuk berkontestasi di Duta Pajak lantaran suka dengan dunia menghitung dan belajar perputaran ekonomi.
Selain itu, ia juga ingin menginformasikan kepada teman-teman sebayanya bahwa membayar pajak merupakan salah satu langkah yang sangat baik. Sebab dari hasil pajak itu sangat banyak manfaatnya untuk negara.
“Pertama karena saya memang tertarik dengan dunia hitung menghitung dan bisnis. Terus, bagaimana perputaran ekonomi. Jadi saya mencari-cari, dan dapat Duta Pajak. Itu kan baru juga dan pertama kalinya, jadi saya ikut. Karena saya mau teman-teman atau gen Z itu taat dan patuh untuk bayar pajak, karena pajak betul-betul banyak manfaatnya untuk negara kita,” terangnya. (jar)

