MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel segera terapkan fleksibel working day. Langkah ini ditempuh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendukung efisiensi anggaran dan kinerja pegawai.
“Iya sudah mau diterapkan ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman di Rujab Gubernur Sulsel, Senin (3/3).
Andi Sudirman mempersilakan Aparatur Sipil Negaea (ASN) menerapkan work from anywhere (WFA). Nantinya ASN hanya tiga hari bekerja di kantor masing-masing.
“Tiga hari kerja (di kantor), dua hari silakan di mana saja bekerja,” kata Andi Sudirman.
“Kalau saya yang penting outcome selesai, pekerjaan selesai,” lanjutnya.
Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mempersiapkan strategi untuk mengimplementasikan efisiensi anggaran sesuai amanat pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Hal ini juga seiring dengan tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala BKN Prof Zudan Arif telah menetapkan 10 kebijakan untuk pegawai BKN, sekaligus juga menguji kehandalan sistem digitalisasi manajemen ASN secara keseluruhan.
“Efisiensi anggaran sesuai instruksi presiden ini dapat kita jadikan peluang untuk meningkatkan efektivitas kinerja BKN, sekaligus untuk mengukur efektivitas Sistem Informasi ASN (SIASN) terintegrasi yang kita miliki,” jelas Kepala BKN dalam siaran persnya.
Prof Zudan Arif juga menyinggung soal formula dua hari WFA dan tiga hari WFO sebagai langkah awal efisiensi anggaran yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi biaya yang tidak perlu.
Menurut Prof Zudan, dengan instruksi efisiensi ini juga dapat meningkatkan kemampuan bersaing pegawai BKN dalam bekerja untuk mencapai target kinerja.
“Jadikan efisiensi ini untuk membranding profesi ASN, agar stakeholders dapat melihat bahwa BKN mampu bekerja secara efektif dan efisien dan berpacu pada target kinerja yang dicapai,” ungkap Prof Zudan.
Lebih lanjut, dengan efisiensi yang dilakukan BKN diharapkan akan lahir berbagai inovasi untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian pekerjaan, termasuk di dalamnya adalah untuk menemukan pegawai bertalenta digital. Pola ini akan dilakukan evaluasi secara rutin setiap bulan. (jun)

