pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fadiya Ramadhani Mallarangeng Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo

Jangan Hanya Fokus MBG

MESKIPUN niat pemerintah untuk menghemat anggaran dan mengalokasikannya ke program makan bergizi gratis (MBG) terdengar baik, kebijakan ini tetap menimbulkan pertanyaan. Rp750 triliun yang dipangkas memang jumlah yang besar, tetapi apakah efektif jika hanya difokuskan pada penyediaan makanan bergizi?
Memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang baik itu penting, tetapi masih banyak faktor lain yang juga membutuhkan perhatian, seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang lebih luas.

Alokasi dana ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga menimbulkan kekhawatiran. Investasi jangka panjang memang bisa memberikan keuntungan, tetapi risikonya juga besar. Jika tidak dikelola dengan transparan dan hati-hati, dana yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat bisa saja terjebak dalam proyek yang tidak jelas hasilnya.
Negara sudah memiliki banyak kasus terkait pengelolaan dana yang kurang transparan, dan kebijakan ini berisiko memperburuk kondisi tersebut.

Selain itu, pemangkasan anggaran dalam jumlah besar ini juga memunculkan pertanyaan apakah keputusan tersebut benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Langkah ini terkesan terburu-buru, lebih fokus pada angka, dan kurang mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor lain yang juga krusial, seperti penciptaan lapangan kerja dan pemerataan akses pendidikan.

Pendekatan yang lebih holistik dan berbasis data perlu diprioritaskan agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada satu program besar, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Program makan bergizi gratis bisa menjadi langkah yang baik, tetapi tanpa keseimbangan dalam alokasi anggaran untuk sektor lain, manfaat jangka panjangnya bisa saja tidak sesuai harapan. (mg3)



×


Fadiya Ramadhani Mallarangeng Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link