pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tim Dosen Unhas Gelar Diseminasi dan Bimtek Budidaya Hijauan Unggul di Desa Nepo

Tim dosen Unhas memperkenalkan varietas rumput gajah baru kepada peternakan saat pengabdian masyarakat di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

BARRU, BKM – Selain menggelar bimbingan teknis (bimtek) tentang bank pakan, di tempat yang sama tim dosen Universitas Hasanuddin (Unhas)  juga menggelar bimtek tentang budidaya hijauan unggul.

Bimtek yang dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen Unhas memilih tema “Diseminasi dan Bimbingan Teknis Budidaya Hijauan Unggul di Peternak Desa Nepo”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 hingga 31 Mei 2026 di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Budiman, M.P., Dr. Rinduwati, S.Pt., M.P., Marhamah Nadir, S.P., M.Si., Ph.D., dan Dr. Ir. Anie Asriany, M.Si.. Kegiatan dihadiri oleh para peternak setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Marhamah Nadir, S.P., M.Si., Ph.D. yang membahas pentingnya pemanfaatan hijauan unggul sebagai sumber pakan utama ternak ruminansia.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa ketersediaan hijauan yang berkualitas secara berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas ternak dan efisiensi usaha peternakan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah memperkenalkan varietas baru rumput gajah unggul yang diperoleh dari Balai Penelitian Sumber Daya Genetik di Bogor. Rumput gajah generasi baru ini dirilis pada tahun 2021 dengan nama Biogras, Biovitas dan Bionutris. Ketiganya memiliki keunggulan yang berbeda.

Keunggulan biogras dengan biomassa yang tinggi, biovitas dengan adaptasi pada lahan marginal dan bionutris dengan kandungan protein kasar yang tinggi mencapai 18%, dibandingkan varietas yang umum dibudidayakan peternak selama ini.

Selain memiliki produktivitas yang lebih tinggi, Marhamah menjelaskan, varietas baru tersebut juga memiliki permukaan daun dan batang yang tidak berbulu kasar sehingga lebih nyaman saat dipanen dan tidak menyebabkan iritasi atau luka pada tangan peternak.

Menurut Marhamah Nadir, penggunaan hijauan unggul dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun sekaligus menekan biaya produksi peternakan.

“Dengan produktivitas yang tinggi, kebutuhan pakan ternak dapat terpenuhi secara lebih efisien, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan hijauan sering menjadi kendala bagi peternak,” ujarnya.

Selain memperkenalkan rumput gajah unggul, tim pengabdian juga mengenalkan tanaman leguminosa Indigofera yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan sangat baik digunakan sebagai pakan tambahan ternak.

Indigofera dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas nutrisi ransum sehingga mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada peternak, pada akhir kegiatan tim pengabdian membagikan stek rumput gajah unggul dan bibit Indigofera kepada peserta yang hadir. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera ditanam dan dikembangkan di lahan masing-masing sehingga dapat menjadi sumber pakan berkualitas bagi ternak mereka.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para peternak. Mereka mengaku senang memperoleh pengetahuan baru mengenai budidaya hijauan unggul sekaligus mendapatkan bahan tanam yang dapat langsung dimanfaatkan. Para peternak menilai kehadiran varietas rumput gajah baru dan tanaman Indigofera akan menambah koleksi hijauan pakan yang mereka miliki serta membantu menyediakan pakan yang lebih bergizi bagi ternak.

Melalui kegiatan diseminasi dan bimbingan teknis ini, diharapkan peternak di Desa Nepo semakin memahami pentingnya pengelolaan sumber pakan berkualitas dan mampu mengembangkan hijauan secara mandiri.

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat peternak diharapkan terus berlanjut guna mendukung pengembangan peternakan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Barru.(rls)



×


Tim Dosen Unhas Gelar Diseminasi dan Bimtek Budidaya Hijauan Unggul di Desa Nepo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link