pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

AAS Layak Bertarung di Muktamar, AU Merendah

IST BERI KETERANGAN--Waketum DPP PPP Amir Uskara bersama Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan dan Ketua DPC PPP Luwu Rusli Sunali memberikan keterangan terkait rencana Muktamar

MAKASSAR, BKM — Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dr HM Amir Uskara mengakui bila semakin banyak tokoh yang tertarik mengikuti Muktamar PPP. Selain dari internal, juga ada berapa dari eksternal yang akan bersaing pada arena Muktamar yang digelar di Pulau Dewata Bali usai lebaran mendatang.

“Memang banyak nama yang muncul ke permukaan sebagai kandidat, baik itu kader maupun non kader,” ujar Amir Uskara ketika memberikan keterangan di ruang Fraksi PPP DPRD Sulsel, Senin (10/3).
Meski AU –singkatan nama Amir Uskara– juga banyak disebut layak, namun mantan Ketua Fraksi PPP DPR RI ini tetap merendah, “Saya tetap menjalin komunikasi dengan para kandidat, baik internal maupun dari eksternal,” jelas Amir Uskara didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sulsel Imam Fauzan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Luwu Rusli Sunali dan Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel Dr Ir Syaharuddin.
Soal tempat atau lokasi Muktamar PPP, Amir mengungkapkan bila Bali sudah fiks dan DPP juga sudah menunjuk SC adalah Hermalina dan Ketua OC yakni Arya Permana.

Sejak awal sudah ada nama eksternal yang mencuat, yakni mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS), Ketum PP Muhammadiyah 2005-2015 dan Ketua MUI 2014- 2015 Prof Dr Din Syamsuddin, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, mantan Ketua MK 2013–2015 Dr Hamdan Zoelva.
Sedangkan dari internal ada mantan Sekjen Arsul Sani yang kini menjabat hakim Mahkamah Konstitusi, serta Sandiaga Salahudin Uno.

Selain itu, juga muncul nama-nama eksternal dari eksponen fusi 1973 seperti Husnan Bey Fananie dari Parmusi yang juga anggota DPR 2009-2014, serta Dubes RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020.
Ada tokoh Sarikat Islam (SI) Achmad Farial yang pernah tercatat sebagai anggota DPR 1999-2019, tokoh dari Persatuan Tarbiyah Indonesia (Perti) yang juga anggota DPR RI dan KPKPN RI 1997-2014 Anwar Sanusi. Ketum Partai Masyumi Ahmad Yani dan Ketua umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi serta Anies Baswedan. Dari sekian nama, ternyata dua berasal dari Sulsel, yakni Andi Amran Sulaiman dan Amir Uskara.
Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengatakan Muktamar PPP mungkin akan diselenggarakan setelah lebaran di Bali. Namun tanggal pasti belum ditentukan.

“Ya, kira-kira kan lebaran itu di bulan April. Mungkin setelah lebaran itu awal April ya. Mungkin bisa di akhir April maupun awal Mei. Nanti tergantung, kan Muktamar itu banyak yang kita butuhkan,” kata Mardiono.
Terkait peluang dua tokoh Sulsel untuk bertarung di arena Muktamar, guru besar UIN Alauddin Makassar Frof Dr Firdaus Muhammad mengemukakan bila keduanya berpeluang, “Amir Uskara petinggi PPP yang berpengalaman. Sebaliknya, Amran pendatang baru. PPP butuh sosok pimpinan baru agar kembali berkiprah di parlemen,” jelas Firdaus Muhammad.

Nurmal Idrus dari Nurani Strategic menyebut, peluang Sulsel untuk memimpin PPP sangatlah besarnya. Terutama dengan figur potensial seperti Amran Sulaiman dan Amir Uskara.

PPP memerlukan tenaga baru yang lebih fresh dengan kondisi saat ini. Mereka perlu figur kuat secara finansial dan dekat dengan kekuasaan untuk mengatrol posisi politik mereka di pemilu 2029 mendatang,” ujarnya. (rif)



×


AAS Layak Bertarung di Muktamar, AU Merendah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link