pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ustaz Dr Muh Asriady, Wakil Ketua PP IDMI Sulsel

Bersiap Menjemput Kematian

MENDENGAR yang namanya kematian mungkin akan membuat beberapa orang menjadi gelisah dan takut. Padahal itu pasti akan terjadi, tak memandang umur, pangkat, jabatan dan lainnya.

KEMATIAN dalam Islam merupakan takdir dari Allah Swt yang harus diterima dengan sabar dan ikhlas. Namun untuk tempat dan waktunya tidak ada yang bisa mengetahui selain Sang Pencipta.

Dalam surah Al-Imran Ayat 185 ditegaskan; “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian”.

Menurut Ustaz Dr Muhammad Asriady, kematian adalah hal yang pasti. Karena itu kita harus siap untuk menghadapinya.
“Kematian itu merupakan kepastian, maka dari itu kita harus bersiap-siap untuk mati. Tidak boleh kita takut mati, apalagi berpikir bahwa seolah-olah kematian itu jauh dari kita. Padahal kematian itu setiap saat pasti akan menanti kita,” kata Ustaz Asriady dalam siniar Obrolan Ramadan untuk kanal Youtube BKM News.

Lelaki yang juga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Sulsel ini, menerangkan bahwa mati dan wafat itu adalah dua hal yang berbeda.

Dalam agama Islam, wafat berarti seseorang yang meninggal dan sempat mengucapkan dua kalimat syahadat. Sementara untuk mati adalah sebaliknya.

“Apa sih yang dimaksud mati? Kalau kita kenal dalam Islam itu istilah sebenarnya adalah wafat. Bedanya mati dan wafat, kalau orang yang wafat itu dia mampu bersyahadat melafalkan kalimat Allah di ujung napasnya. Tapi kalau mati dia tidak sempat mengucapkan kalimat syahadat,” terangnya.

Lelaki yang karib disapa Ustaz Asriady ini menerangkan bahwa kematian adalah sebuah misteri bagi manusia. Namun hal yang perlu diingat adalah bagaimana cara kita agar merindukan kematian.

“Mati ini adalah misteri, tetapi tanda-tandanya bisa kita ketahui. Lalu bagaimana caranya kita merindukan kematian tanpa kita bisa mengenal bagaimana sebenarnya tanda-tanda mati itu? Pertama adalah dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 34 yang artinya; Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan,”
jelasnya.
Karena itu, Ustaz Asriady menekankan bahwa matilah dalam keadaan belum tiba waktu ataupun saatnya.

“Lalu bagaimana agar kita siap mati dan merindukan yang namanya kematian? Ada sebuah pesan dari sahabat bahwa matilah kamu sebelum tiba waktu matimu. Maksudnya apa? Persiapkan memang apa yang semestinya kita bawa ketika meninggal dan apa yang kita bawa yaitu adalah amalan kebaikan yang kita lakukan di dunia,” kuncinya. (jar)



×


Ustaz Dr Muh Asriady, Wakil Ketua PP IDMI Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link