MAKASSAR, BKM — Pemudik yang melintasi jalur utama di Sulawesi Selatan harus lebih berhati-hati. Pasalnya, banyak lubang di jalur utama yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat arus mudik dan arus balik lebaran.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani permasalahan ini secepat mungkin. Menurutnya, ada 1.400 lubang yang akan segera diperbaiki sebagai bagian dari penanganan darurat.
“Ini sudah ada kita rapatkan. Kita minta dan sudah direspons. Kita mulai ada pembenahan dulu infrastruktur jalannya dari kementerian (Perhubungan), Balai Jalan sudah siap,” terangnya, akhir pekan lalu.
Kondisi titik jalan yang rusak sudah menjadi pantauan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
“Kita sudah ada anggarannya, tenang saja. Apalagi jalan penghubung Kota Makassar-Gowa, ruas Jalan Hertasning-Aroepala akan jadi prioritas,” katanya. Meski tak menyebut besaran alokasi, dirinya meminta masyarakat tenang.
Dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar) menyebut jalan berlubang di sejumlah titik. Di antaranya di Kabupaten Barru dan Toraja Utara.
“Kami mencatat ada 1.400 lubang yang ditutup kembali. Ini penanganan darurat terkait yang potensi kecelakaan arus balik dan arus mudik,” kata Gubernur Sulsel ini.
Selain jalan berlubang, persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah banyaknya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang tidak berfungsi di berbagai daerah. Beberapa daerah yang memiliki APILL tidak berfungsi meliputi Pangkep (satu unit), Soppeng (dua unit), Parepare (dua unit), Bulukumba (satu unit), Sinjai (dua unit), Bone (satu unit), Palopo (tiga unit), Luwu (empat unit), Luwu Timur (dua unit), dan Luwu Utara (dua unit).
Rusaknya APILL di jalur mudik dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di persimpangan dan kawasan padat kendaraan. Karena itu, pemerintah juga akan mengupayakan perbaikan secepatnya agar lalu lintas tetap lancar dan aman.
“Pemerintah daerah dan pusat telah berkoordinasi dalam memprioritaskan perbaikan jalan-jalan, penerangan, dan keamanan pada jalur yang menjadi jalur mudik utama,” kata Sudirman.
Dengan masih adanya jalan berlubang dan APILL yang belum diperbaiki, pemudik dituntut untuk tetap waspada. Terlebih lagi, saat berkendara pada malam hari atau saat kondisi hujan yang dapat membuat lubang di jalan sulit terlihat.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, pemudik disarankan untuk menghindari perjalanan malam sebab jalan berlubang lebih sulit terlihat pada kondisi minim cahaya. Selain itu, jangan lupa memeriksa kondisi kendaraan dan pastikan ban, rem, serta lampu kendaraan dalam kondisi prima pemudik harus terus waspada. Kemudian, mengurangi kecepatan di jalur rawan dan tetap waspada terhadap jalan yang tidak rata atau berlubang. Jangan lupa juga untuk selalu menaati rambu-rambu lalu lintas.
Oleh Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid untuk perbaikan jalan rusak Jl Hertasning-Aroepala dirinya telah melakukan pertemuan dengan dinas terkait dan telah dianggarkan guna memperbaiki jalan rusak tersebut mencapai Rp32 miliar. Namun panjang ruas yang dikerjakan nantinya baru 2 kilometer dan khsusus Jalan Aroepala penghubung Kabupaten Gowa.
“Anggarannya sudah ada Rp32 miliar, tinggal DID-nya, perbaikan jalan teruntuk jalan Aroepala menuju perbatasan Gowa. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel akan memperbaiki dua lajur Jalan Aroepala dengan beton dan aspal.,” ujar Kadir Halid. (jun)

