MAKASSAR, BKM — Gelaran Makassar Half Marathon (MHM) tahun keempat berlangsung 31 Mei hingga 1 Juni 2025. Pada tanggal 31 Mei dilaksanakan kategori 5K dan 10K. Sementara pada Minggu (1/6) kemarin yang merupakan puncak event, dihelat half marathon 21K.
Total 10 ribu pelari dari berbagai wilayah, dalam dan luar negara ambil bagian dalam event lari terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini. Sejumlah selebgram, seperti dr Tirta, Josh Fothergill hingga rapper Saykoji ambil bagian. Jika Saykoji menjajal kategori 5K, maka dr Tirta dan Josh dengan nama IG Josh Berlari berhasil menuntaskan 21K.
MHM pun menjadi ajang bagi atlet lari nasional untuk melakukan pemanasan sebelum menghadapi event lebih besar baik yang berskala nasional maupun internasional. Seperti Rikki Martin Luther Simbolon. Dia mengaku mengikuti MHM sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi beberapa event lari berskala internasional seperti Borobudur Run, dan lainnya.
Pada MHM 2025, lelaki ini berhasil naik podium sebagai pelari tercepat di kategori Open Putra dengan catatan waktu 1 jam 8 menit 52 detik. Dia pun mengantongi Rp15 juta sebagai juara pertama. Rikki merupakan atlet dari Jawa Barat yang tercatat sebagai prajurit TNI AD berpangkat Praka. Dia merupakan pelari jarak jauh, yang mengantongi medali emas pada Sea Games 2023 Kamboja.
Makassar Half Marathon memang rutin diikuti Rikki sejak tahun pertama. Menurutnya, MHM salah satu event lari yang luar biasa, rute hingga water stationnya tersiapkan dengan baik.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut pelaksanaan event ini semakin membaik dari tahun ke tahun. Namun sejumlah aspek teknis yang akan menjadi fokus perbaikan untuk pelaksanaan mendatang.
Ia menyebutkan, MHM 2025 bukan sekadar ajang olahraga lari. Lebih dari itu, event tahunan ini telah menjadi penggerak roda ekonomi lokal dan etalase promosi pariwisata Kota Makassar.
Dengan melibatkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri, MHM menjadi peluang emas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk unjuk gigi.
“Deretan stan kuliner lokal, produk kerajinan, hingga brand-brand fashion buatan anak muda Makassar hadir disini. Dan pengunjung yang memadati area Anjungan Pantai Losari selama event berlangsung,” jelasnya.
Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa MHM bukan hanya tentang lari, tetapi juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal. “Kita melihat keterlibatan anak-anak muda dan brand lokal yang tumbuh di momentum ini. Harapannya, MHM bisa jadi ajang rutin yang mendongkrak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Tak hanya itu, MHM juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan daya tarik wisata Makassar, mulai dari keindahan Pantai Losari, wisata bahari, hingga destinasi sejarah dan kuliner khas. Dengan ribuan peserta datang dari berbagai provinsi dan negara, event ini menjadi media promosi langsung yang berdampak luas.
Pemerintah Kota pun terus mendorong integrasi antara event olahraga dan promosi wisata. Salah satunya dengan penataan infrastruktur dan fasilitas publik agar para pelari dan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik saat berada di Makassar.
Alumni Fakultas Hukum Unhas itu menambahkan, MHM berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, restoran, pembelian oleh-oleh dan kunjungan ke tempat wisata. “Kalau rata-rata peserta 10 ribu orang dan masing-masing spending sekitar Rp3 juta, bisa dihitung sendiri dampaknya bagi perekonomian kota,” ujarnya.
Munafri mengungkapkan beberapa catatan penting, mulai dari penerangan jalan yang masih kurang di sejumlah titik saat subuh, hingga kondisi jalan berlubang yang bisa mengganggu kenyamanan pelari.
Ia juga menyoroti persoalan parkir liar di sisi jalan dan bottleneck (penyempitan jalur) akibat interaksi pelari dengan kendaraan umum di jalanan.
“Ini half marathon, jaraknya panjang dan waktunya lama. Jadi sudah bertepatan dengan aktivitas masyarakat di pagi hari. Hal-hal seperti ini harus segera kami benahi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa dukungan pemerintah ke depan akan difokuskan pada penyempurnaan infrastruktur dan tata ruang kota, agar pelari dari berbagai daerah dan negara dapat menikmati event secara optimal.
“Panitia sudah sangat pintar melaksanakan event ini. Tinggal kami dari pemerintah yang harus menyempurnakan dukungannya,” tambahnya.
Pelari sekaligus politisi Partai Demokrat Andi Januar Jaury yang ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut mengatakan, penyelenggaraan MHM dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, baik dari sisi jumlah peserta, keterlibatan publik, hingga nilai strategisnya sebagai bagian dari promosi kota.
“Setiap tahun semakin besar, makin banyak peminat. Ini menuntut pemerintah kota dan pihak penyelenggara untuk terus memodifikasi konsep agar mampu memenuhi ekspektasi pelari, baik dari Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, hingga mancanegara,” ujar Januar saat diwawancarai usai mencapai garis finish.
Ia menilai bahwa MHM telah berkembang menjadi brand sport tourism khas Makassar yang potensial dan harus terus dirawat serta dikembangkan.
Januar juga menggarisbawahi pentingnya pembenahan rute, terutama untuk kategori half marathon 21 kilometer, yang menurutnya masih perlu perbaikan teknis. Namun demikian, ia mengapresiasi kesiapan penyelenggara dan antusiasme peserta.
“Kita bersyukur, ekspektasi pelari besar sekali. Bahkan jika tidak dibatasi panitia, pesertanya bisa jauh lebih banyak. Ini jadi motor penggerak perputaran uang di Makassar dan sekitarnya,” tandasnya. (rhm)

