pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berpakaian Dinas, Oknum Satpol PP Makassar Nyaris Tawuran di Bulukumba

BULUKUMBA, BKM — Dua kelompok pemuda di Kabupaten Bulukumba nyaris tawuran, Senin (9/6) dini hari. Pemicunya sepele, yakni bermain game online Mobile Legend di smartphone masing-masing. Aksi mereka berhasil digagalkan oleh polisi.
Dari laporan yang dirilis aparat, kedua kelompok pemuda yang nyaris bentrok berasal dari Kecamatan Kajang Bulukumba dan sekelompok pemuda asal Kota Makassar. Dengan sigap, Tim Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bulukumba mencegah terjadinya tawuran.

Operasi pencegahan ini dipimpin oleh Dantim Resmob Polres Bulukumba Aiptu Muhammad Usman. Hasilnya, petugas mengamankan 13 pemuda yang diduga hendak terlibat dalam aksi kekerasan. Mereka terdiri dari tujuh pemuda asal Kajang dan enam pemuda dari Makassar.

Adapun para pemuda yang diamankan, masing-masing berinisial IM (19), RR (19), AI (17), AL (17), DAM (17), NM (17), dan MI (24). Ketujuh pemuda ini, berasal dari Kecamatan Kajang, Bulukumba. Sedang pemuda yang dari Kota Makassar, yakni MS (20), AS (22), SG (25), SY (22), ZA (22), dan MA (26).

Dalam penggeledahan terhadap dua kelompok pemuda tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa empat bilah senjata tajam jenis badik, enam anak panah atau busur, dan satu pelontar panah.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba Iptu Muhammad Ali, menjelaskan bahwa keberhasilan menggagalkan tawuran ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya rencana perkelahian kelompok di Kelurahan Binrarore, Kecamatan Ujung Bulu (jalan poros Bantaeng–Bulukumba).

“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kami menemukan kelompok pemuda asal Kajang sedang berkumpul di sekitar Taman Kota Bulukumba. Dalam pemeriksaan, ditemukan sebilah badik yang disimpan oleh IM,” ujarnya, kemarin.

Usai mengamankan kelompok pertama, tim kemudian menuju halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT), lokasi tempat berkumpulnya kelompok dari Makassar. Di lokasi ini, polisi kembali menemukan tiga bilah badik, enam anak panah atau busur, dan satu pelontar.

“Kedua kelompok sudah berada di lokasi berbeda dan siap untuk melakukan bentrok. Berkat informasi cepat dari masyarakat, rencana tawuran ini berhasil kami gagalkan,” kata Iptu Muhammd Ali.

Dari hasil interogasi, akar konflik bermula dari perselisihan permainan game online Mobile Legends. MI dari Kajang berselisih dengan AS dari Makassar. Konflik itu berlanjut ke media sosial, hingga AS memposting foto MI di TikTok yang membuat situasi semakin memanas.

Perselisihan tersebut kemudian berujung pada tantangan berkelahi.
AS yang diketahui merupakan anggota Satpol PP Makassar pun datang ke Bulukumba bersama rekan-rekannya dan berkumpul di Masjid ICDT untuk memenuhi tantangan tersebut.

Ia pun diamankan dengan masih berpakaian seragam Satpol PP. “Mereka semua mengakui bahwa tujuan pertemuan adalah untuk melakukan perkelahian kelompok,” ungkap Iptu Muhammad Ali.

Saat ini, 13 pemuda yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut di Mapolres Bulukumba.

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, mengapresiasi respons cepat tim di lapangan yang berhasil menggagalkan aksi yang berpotensi menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Terima kasih atas langkah sigap anggota yang berhasil mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat berujung pada korban jiwa. Kami akan terus tingkatkan patroli dan pemantauan potensi konflik antarkelompok untuk mencegah aksi serupa terjadi,” tegasnya.

Mantan Kapolres Pelabuhan Makassar ini juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Dia menekankan pentingnya pengawasan serta peran keluarga dalam mencegah keterlibatan remaja dalam tindakan kekerasan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, untuk bersama-sama melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Jangan sampai hanya karena hal sepele seperti permainan game online, para remaja kita terjerumus ke dalam tindak kriminal yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” jelas AKBP Restu Wijayanto.

Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan media sosial, termasuk game online yang berlebihan serta potensi konflik yang bisa timbul dari pergaulan bebas di dunia maya.(ful)



×


Berpakaian Dinas, Oknum Satpol PP Makassar Nyaris Tawuran di Bulukumba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link