pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

HIPMI Bantu Sosialisasi Bahaya Digital ke Anak Muda

ist HIPMI--HIPMI menggelar HIPMI X MVP Connect 2025 dengan tema “Beyond Limits:AI for Next Gen Digital, Transformation, Senin (16/6), di Hotel Claro Makassar yang dibuka langsung Menteri KOMDIGI, Mutia Hafid.

MAKASSAR, BKM–Era digitalisasi memberi dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat.
Selain memudahkan hidup untuk menerima akses informasi secara cepat dan mengefisienkan pekerjaan, era digitalisasi juga memberi dampak yang buruk terhadap kehidupan. Seperti maraknya judi online, pornografi, human traffiking, yang bisa dijangkau hanya dengan ponsel.

Hal itu memberikan kekhawatiran karena bisa mempengaruhi pola pikir generasi muda.
Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel merasa perlu terlibat dan ambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda dalam menghadapi jaman digital ini.

Ketua Umum HIPMI Sulsel,Andi Amar Ma’ruf Sulaiman mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk membuka wawasan para generasi muda bagaimana memanfaatkan era digitalisasi ini untuk aktifitas yang bermanfaat.
“Kami harus ikut ambil bagian dalam persoalan ini. Bagaimana teman-teman di HIPMI bisa berdaya. Tujuannya, jangan sampai HIPMI menjadi organisasi yang diam-diam saja. Kita juga mau menyentuh masyarakat. Walaupun kita pengusaha, kita ingin memberi kontribusi bagi kemajuan generasi muda,” beber Amar Ma’ruf di sela-sela kegiatan HIPMI X MVP Connect 2025 dengan tema “Beyond Limits:AI for Next Gen Digital, Transformation, Senin (16/6) di Hotel Claro Makassar yang dibuka langsung Menteri Komunikasi, Informasi, dan Digitalisasi (KOMDIGI), Mutia Hafid.

Hadir pula Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dan sejumlah bupati di Sulsel.
Amar mengemukakan, topik paling penting untuk disampaikan ke generasi muda adalah keamanan digital.
“Bagaimana anak-anak aman dari bahaya, tahu cara memilah konten, bagaimana pembatasan di daerah, kita akan sama-sama belajar,” ungkap Amar.
Anggota Komisi III DPR RI itu melanjutkan, pihaknya juga akan masuk ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan bahaya judi online hingga pornografi ke generasi muda.

HIPMI menggandeng Kementerian Komunikasi, Informasi, dan Digitalisasi (KOMDIGI) untuk turun lakukan sosialisasi.
“Langsung dimulai, kita akan komunikasi dengan staf KOMDIGI untuk mengadakan sosialisi,” bebernya.
Sementara itu, Menteri KOMDIGI, Meutya Hafid mengaku memang sangat penting untuk keamanan ruang digital. Termasuk dalam menghadapi bahaya judi online, pornografi, dan kejahatan digital lainnya.
Diapun meminta pemerintah daerah ambil bagian dalam memerangi bahaya digitalisasi.
“Karena itu, kami meminta pemerintah daerah terus menggencarkan kegiatan positif dalam digital detox. Kita harus sama-sama hadapi kejahatan digital yang semakin canggih,” tegas Meutya.

Mantan Presenter TV Swasta itu mengatakan kekhawatirannya terhadap pengaruh era digital terhadap generasi muda saat ini. Apalagi, berdasarkan data, lebih 60 persen anak sudah aktif di media sosial usia 18 tahun ke bawah. Sebanyak 48 persen diantaranya adalah anak-anak.
“Akan jadi masalah ketika mereka tidak diberikan batasan waktu dan edukasi bagaimana memanfaatkan internet dengan bijak,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Meutya, pemerintah sedang menyusun Peraturan Pemerintah (PP) yang diharapkan mampu membatasi anak-anak dalam mengoperasikan ponsel.

“Kemungkinan nanti ada Surat Keputusan Bersama atau SKB yang menerapkan batasan anak yang boleh memegang ponsel di daerah masing-masing,” tandas Meutia. (rhm)



×


HIPMI Bantu Sosialisasi Bahaya Digital ke Anak Muda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link