pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulsel Butuh Penambahan Lokasi SPPG

MAKASSAR, BKM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) jalan Topaz Raya Panakkukang, Makassar, Selasa (17/6).

Di tempat ini, keduanya langsung masuk melakukan peninjauan, melihat satu persatu alat dan kondisi SPPG BGN, serta proses pengisian makanan yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah.
Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke SD Inpres Tamamaung yang tak jauh dari SPPG BGN Panakkukang.

Gubernur Andi Sudirman mengatakan, Sulsel menjadi standar SPPG BGN di daerah lain dan diharapkan menjadi tolok ukur SPPG di daerah lain.

“Alhamdulillah, secara overall sangat bagus, dan lebih standar dibanding wilayah provinsi lain. Ini menjadi salah satu benchmarknya untuk MBG lainnya. Kita juga sudah lihat antusias anak-anak sekolah dan sangat semangat,” ujar Andi Sudirman usai kunjungan.
“SPPG BGN di Sulsel sudah berdiri 76 titik. SPPG ini memiliki peran penting, sebab menjadi dasar suksesnya program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Sulsel hanya butuh penambahan lokasi, terutama bisa menjangkau di daerah-daerah,” terang Sudirman.

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan SPPG BGN di Sulsel masih sementara berlangsung untuk memenuhi seluruh sekolah.

“Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana penambahan saja di Sulsel, supaya bisa menjangkau daerah-daerah juga. Sekarang masih banyak proses konstruksi. Beberapa yang sudah bangun (SSPG),” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Jufri Rahman menjelaskan bahwa Pemprov sudah mengusulkan 92 titik lokasi. Ini merupakan aset Pemprov Sulsel. Juga ada yang dikelola oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Kendati demikian, Jufri mengakui, masih ada sejumlah persyaratan yang menjadi kendala yang sulit untuk dipenuhi pemerintah daerah kabupaten dan kota.

Ia berharap, Badan Gizi Nasional segera melakukan verifikasi terhadap lokasi yang diusulkan. Pasalnya, salah satu syarat lokasi SPPG harus berdekatan dengan pusat pendidikan dan memiliki jarak tempuh maksimal 20 menit untuk distribusi makanan ke sekolah atau dapat mensuplai ke 3.000an siswa.

“Setelah mengajukan titik-titik ini, kami harap dilakukan verifikasi. Jangan sampai titik yang kami tunjuk itu justru tidak memenuhi syarat. Contohnya jauh dari pusat pendidikan,” ujarnya. (jun)



×


Sulsel Butuh Penambahan Lokasi SPPG

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link