pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kisah Pemuda Tanakeke Bersama Komunitas Inspirasi Pesisir

Anak Pulau Mewujudkan Mimpi Kuliah dari Beasiswa

NAMANYA Mirwan, tapi lebih akrab disapa Bung Silah oleh teman-teman dan orang-orang di sekitarnya. Ia baru saja menyelesaikan studinya. Kini resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh). Diwisuda pada bulan Juni kemarin.

DI balik toga yang dikenakannya, ada cerita panjang yang tidak semua orang tahu kisah tentang perjuangan, harapan, dan tekad untuk mengubah nasib dari sebuah pulau kecil yang bernama Tanakeke. Pulau Tanakeke terletak di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Untuk bisa sampai ke sana, dari pusat pemerintahan Takalar, orang harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan perahu.
Tanakeke terdiri dari enam desa kecil yang seluruhnya dikelilingi laut. Sekitar 90 persen warganya menggantungkan hidup dari laut menjadi nelayan adalah mata pencaharian utama yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di pulau ini, fasilitas pendidikan sangat terbatas. Hanya ada dua sekolah tingkat SMA, yakni SMA 10 dan SMA 12. Untuk tingkat SMP, setiap desa memiliki masing-masing satu. Tapi untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, itu bukan perkara mudah bagi anak-anak Pulau Tanakeke.
“Saya lahir dan besar di keluarga nelayan. Sejak kelas enam SD sampai tamat SMA saya sudah ikut turun ke laut membantu orang tua cari ikan. Tapi di sanalah saya mulai sadar, dalam keluarga ini harus ada yang berbeda. Harus ada yang bisa membuka jalan baru,” tuturnya ketika hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube BKM News.
Saat itu, ia mendengar tentang sebuah komunitas bernama Inspirasi Pesisir. Sebuah komunitas yang memberi motivasi dan informasi kepada anak-anak dari daerah pesisir agar bisa mengakses pendidikan tinggi. Mirwan lalu memberanikan diri menghubungi pendirinya.

“Saya bilang ke kakak pendiri komunitas itu, saya ingin kuliah. Saya tanya jurusan apa yang cocok, beasiswa apa yang bisa saya daftar, dan bagaimana caranya bisa keluar dari lingkaran hidup yang seperti ini. Akhirnya, lewat bimbingan komunitas itu, saya bisa masuk dan tamat di Unismuh,” terangnya.
Namun, perjalanannya tidak mudah. Ia sempat meragukan dirinya sendiri. Merasa kecil dan tidak yakin akan bisa lolos beasiswa. Bahkan untuk mendaftar di Unismuh pun, dirinya ragu. Tapi dorongan dari pendiri komunitas tersebut membuatnya terus maju.

“Waktu itu kakak pendiri komunitas datang ke rumah. Beliau bilang, yang penting ada niat, ada semangat, dan sisanya serahkan pada Tuhan. Dari situlah saya belajar percaya,”lanjutnya.

Kini, Bung Silah bukan hanya berhasil lulus kuliah, tapi juga menjadi bagian dari perubahan nyata di Tanakeke. Bersama Komunitas Inspirasi Pesisir, ia telah membantu 35 anak muda dari Pulau Tanakeke untuk bisa duduk di bangku perkuliahan melalui program beasiswa. Semua itu berawal dari keberanian untuk bermimpi dan langkah kecil yang ia ambil di masa lalu.

Komunitas Inspirasi Pesisir sendiri merupakan gerakan sosial yang berdiri sejak 2018. Fokus mereka adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya anak-anak pulau. Selain menyediakan informasi dan pendampingan beasiswa, juga aktif menggerakkan masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir.

Cerita lain datang dari Bintang, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unismuh yang berasal dari pulau yang sama. Ia menyadari bahwa rendahnya minat anak-anak di Pulaukeke untuk kuliah bukan semata karena akses, tapi karena lemahnya dukungan dan motivasi dari keluarga.

“Saya juga sempat tidak diizinkan untuk kuliah. Orang tua saya bilang, meskipun beasiswa itu gratis, tetap saja pasti ada biaya yang keluar. Jadi waktu itu saya tidak diizinkan,” terangnya, yang hadir bersama Bung Silah.

Komunitas Inspirasi Pesisir bahkan sempat datang langsung ke rumah Bintang untuk meyakinkan keluarganya. Namun hasilnya tetap sama orang tua tetap menolak. Sampai akhirnya, Bintang mengambil keputusan besar: merantau ke Makassar dan bekerja.

“Selama dua bulan saya kerja, orang tua terus menelepon. Mereka bilang rindu, bahkan menangis. Lalu saya bilang, andai saya kuliah, saya bisa pulang sesekali. Tapi karena kerja, saya sulit pulang. Di situ akhirnya mereka luluh dan mengizinkan saya kuliah. Mereka janji tahun depan saya bisa mulai, dan Alhamdulillah, sekarang saya sedang menjalani itu,” kenangnya.

Dari pulau kecil di ujung selatan Sulawesi, Bung Silah dan Bintang menunjukkan pada dunia bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Mereka adalah bukti bahwa tekad bisa menembus batas, dan pendidikan adalah cahaya yang bisa menyinari masa depan yang lebih baik. (jar)



×


Kisah Pemuda Tanakeke Bersama Komunitas Inspirasi Pesisir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link