pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

474,91 Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan Terbakar

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 474,91 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Sulawesi Selatan mengalami kebakaran. Rinciannya, 444,34 hektare areal penggunaan lain atau APL sementara 30,57 hektare hutan produksi (HP)

.
”Saya merespons baik. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan jajarannya berkenaan dengan kesiapsiagaan kejadian kebakaran. Untuk hotspot cukup banyak. Setelah diidentifikasi sebagian itu adalah pada kawasan pertanian dan perkebunan. Di luar kawasan hutan, dia berada di kawasan APL dan luasannya kurang lebih 474 hektare dari Januari sampai Juli awal,” kata Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antarlembaga Fahrizal, usai Rakor dan Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (11/7).
Ia mengakui, kebakaran ini terjadi akibat lahan pertanian dibersihkan oleh para petani dengan cara dibakar, seperti jerami sisa tanaman padi.

“Berdasarkan identifikasi di lapangan, seperti yang disampaikan oleh kepala KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan), terjadi karena lahan pertanian di saat mereka membersihkan setelah panen, itu dibakar. Ini mungkin yang disampaikan oleh Pak Gubernur bahwa perlu edukasi kepada masyarakat agar jerami itu tidak perlu dibakar. Bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Diubah menjadi silase. Jadi saat kita paceklik pakan ternak itu bisa digunakan untuk pakan ternak,” ungkap Fahrizal.

Dia menegaskan, dari 474 hektare lahan yang terbakar itu bukan kebakaran hutan. Fahrizal meminta Pemprov Sulsel bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan.

“Tidak dalam kasus hutan. Yang ada adalah di areal APL. Kita berharap dukungan dari pemerintah kabupaten kota yang ada di Sulsel untuk menggerakkan. Kalau kami sudah ada Manggala Agni untuk kawasan hutan. Untuk di luar kasus hutan, biasanya BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaannya,” terangnya.

Dampak kebakaran lahan pertanian ini, kata Fahrizal, bisa meningkatkan emisi karbon dan pada hewan-hewan yang ada di lahan pertanian tersebut.

“Dengan adanya kebakaran itu, pertama peningkatan emisi karbon. Dengan adanya peningkatan emisi karbon tentu dampak keseluruhannya nanti adalah berpengaruh kepada perubahan iklim. Dampak skala mikronya adalah kalau itu dibakar, tentu lahan pertanian ini akan terganggu karena di bagian tanahnya itu ada hewan-hewan seperti cacing atau yang lainnya. Pasti akan mati, padahal cacing juga fungsinya adalah untuk menggemburkan atau menyuburkan tanah,” jelasnya.

Fahrizal tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang baik oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang siap mengawal kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran di daerah-daerah.

(jun)



×


474,91 Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan Terbakar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link