pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Darwan Ahli Servis Elektronik, Amirullah Setir Mobil Hanya Satu Tangan Kisah Dua Difabel Tangguh dari Pinrang

DARWAN SANJAYA dan Amirullah adalah dua difabel yang tangguh. Mereka mampu mandiri di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki. Bahkan, Darwan dipercaya sebagai Ketua National Paralimpyc Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pinrang. Sementara Amirullah diberi amanah sebagai wakil ketua.

DARWAN adalah sosok yang tak hanya memimpin dengan semangat, tetapi juga memiliki keahlian yang tak biasa, yakni menyervis alat elektronik. Keahlian itu ia kuasai sejak tahun 1998.

“Saya mulai pintar menyervis alat elektronik itu sekitar tahun 1998. Keahlian itu saya dapat dari Departemen Sosial (Kementerian Sosial saat ini). Di situ kita belajar satu tahun teori, satu tahun praktik. Nah, setelah praktik kita dibekali dengan beberapa alat untuk dibawa pulang. Alat yang saya servis itu seperti televisi, sound system, LCD, dan yang berhubungan dengan elektronik,” tutur Darwan yang hadir di studio siniar Youtube untuk kanal BKM News.
Darwan juga menceritakan kondisi fisiknya. “Menurut orang tua, saat saya bayi itu kan diimunisasi. Nah, setelah disuntik katanya saya demam dan disitulah mulanya. Hingga saat ini saya tidak bisa berjalan dengan normal,” ucapnya.

Meski begitu, keterbatasan fisik tak pernah menjadi penghalang. Ia kini berdedikasi untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak disabilitas, agar lebih terbuka dan tidak malu.

“Kami selalu memberikan edukasi kepada para orang tua yang memiliki anak disabilitas untuk bergabung di NPCI, karena biasanya kan kalau ada yang disabilitas itu malu untuk keluar rumah. Jadi kita berikan edukasi agar bisa bergaul dengan masyarakat, mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Dan Alhamdulillah program itu berjalan sukses. Hal itu terbukti dengan banyaknya yang bergabung,” jelasnya.

Sementara itu Amirullah, seorang marbot masjid yang terletak di Jalan Awang-Awang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, juga menjadi sosok inspiratif lainnya. Ia telah menjadi marbot selama sepuluh tahun.

Walau seorang difabel, ia justru tak boleh dipandang sebelah mata. Saat ini Amirullah memiliki mobil dari hasil perjuangannya bersama sang istri. Bahkan walaupun lengan kanannya tidak ada, ia justru lihai menyetir mobil.

“Saya pintar membawa mobil itu sejak enam tahun yang lalu dan saat ini sudah punya SIM,” kata Amirullah, yang hadir bersama Darwan.
Kecelakaan tragis yang menimpanya terjadi saat ia masih remaja. “Kondisi seperti ini itu sejak saya berumur 17 tahun. Tangan saya yang sebelah kanan itu tergilas penggilingan padi, namanya dros. Pada saat itu saya belum pintar membawa mobil,” kisahnya.

Keinginan kuat untuk bisa mandiri membuatnya tak menyerah. “Yang mengajari saya untuk membawa mobil itu tetangga. Kebetulan dia punya mobil, akhirnya saya bilang bahwa ‘tolong ajari saya’. Setelah berjalan hampir lima bulan saya mulai bisa tapi belum mahir. Setelah masuk satu tahun, akhirnya di situ baru saya lihai. Dan sampai saat ini sudah ada beberapa daerah yang saya datangi seperti Malino, Enrekang, bahkan sampai di Sulawesi Barat,” ungkap Amirullah.

Darwan dan Amirullah bersyukur sebab orang-orang di sekelilingnya tidak pernah menggunjing mereka karena keterbatasan fisik yang dimiliki. Hanya saja, terkadang ada anak-anak yang suka bertanya. Kendati demikian, keduanya mengaku hal tersebut wajar saja, sebab mungkin mereka penasaran dengan kondisi fisik yang dimilikinya.

Dua sosok ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Dengan semangat, dukungan keluarga, dan lingkungan yang positif, Darwan dan Amirullah mampu menginspirasi bahwa hidup layak diperjuangkan, apa pun keadaannya. (jar)



×


Darwan Ahli Servis Elektronik, Amirullah Setir Mobil Hanya Satu Tangan Kisah Dua Difabel Tangguh dari Pinrang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link