GOWA, BKM — Perhelatan Beautiful Malino 2025 resmi berakhir pada Minggu malam (13/7). Event yang dihelat di Kecamatan Tinggimocong ini mengundang antusias masyarakat yang cukup tinggi. Tidak heran jika sampah yang dihasilkan pun cukup besar volumenya.
Data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa pada Senin (14/7) siang, produksi sampah selama lima hari event tersebut mencapai 75 ton. Angka ini berdasarkan perhitungan dan laporan resmi petugas DLH di lapangan serta penggunaan armada pengangkit sampah dari titik Malino ke TPA (tempat pembuangan akhir) sampah di Caddika, Limbung, Kecamatan Bajeng.
Kadis Lingkungan Hidup Gowa Azhari Azis mengatakan, penanganan sampah sesuai pelaksanaan Beautiful Malino dilakukan dengan berkolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup bersama tim kebersihan dari Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong.
“Penanganan sampah dibantu juga armada sampah desa dari Kecamatan Tombolo Pao, Parigi, dan Parangloe. Jadi semuanya berkolaborasi. Kita estimasi pengangkutan tuntas sesegara mungkin, ” kata Azhari, kemarin.
Disebutkan Azhari, personel dan armada yang dilibatkan dalam aksi bersih-bersih ini terdiri dari tim kebersihan DLH 25 orang, dan tim kebersihan Kecamatan Tinggimoncong sebanyak 30 orang. Sedang untuk armada truk sampah dari DLH lima unit, armada truk sampah desa sebanyak dua unit. Armada motor tiga roda milik Kecamatan Tinggimoncong sebanyak 15 unit dan armada motor tiga roda milik DLH sebanyak empat unit.
Dikatakan Azhari, penanganan sampah dilaksanakan mulai Senin, 14 Juli. Aktivitas para petugas sampah berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 Wita di tiga titik pusat kegiatan, yaitu kawasan Taman Pinus (area panggung utama), area pusat kuliner dan UMKM yang bertempat di Tugu Malino Kota Bunga serta kawasan Culture Camp di lapangan tembak milik Secata Rindam Malino.
Kegiatan pembersihan dilaksanakan dengan membagi seluruh personel gabungan yang ada untuk menangani sampah pada tiga titik tersebut. Selain itu, armada kebersihan juga mengangkut sampah di sepanjang Jalan Karaeng Pado yang berada tepat di depan kawasan Taman Pinus yang sebelumnya di sepanjang jalan ini merupakan pusat kuliner hingga pertigaan Jalan Pendidikan.
Kegiatan pembersihan selanjutnya dilakukan dengan menyisir sampah di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, mulai dari depan Polsek Tinggimoncong hingga Masjid Besar Malino. Pada sepanjang jalan protokol Malino ini terdapat banyak pedagang kaki lima dan UMKM.
“Sampah yang dikumpulkan selanjutnya dibawa ke tempat pemrosesan akhir yang berada di Caddika, Desa Pa’bentengang, Kecamatan Bajeng,” kata Azhari.
Ditanya jumlah kubikasi sampah yang dihasilkan selama enam hari pelaksanaan Beautiful Malino, Azhari mengatakan puncaknya pada hari keenam.
“Pada hari pertama itu ada 3 ton sampah. Hari kedua sebanyak 12 ton, hari ketiga 12 ton, hari keempat 15 ton, hari kelima 15 ton, dan hari keenam atau hari Senin sehari setelah event adalah 18 Ton. Jadi total seluruh produksi sampah selama enam hari, sebelum dan pascaevent itu mencapai 75 ton,” terang Azhari. (sar)

