pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Syahar Terus Pantau Harga Beras dan Gabah

IST BERI KETERANGAN--Syaharuddin Alrif didampingi dua anggota Fraksi Nasdem DPRD Sulsel memberikan keterangan pada sejumlah wartawan

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Nasdem yang juga Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif menanggapi soal kenaikan harga beras dalam sepoekan terakhir.
Menurutnya, pihaknya terus memantau harga beras dan gabah dari para petani. Apalagi bila di Kabupaten Sidrap produksi beras sangat baik dan telah memenuhi target yang diharapkan.

Target produksi beras di Kabupaten Sidrap tahun 2025 adalah 1 juta ton gabah. Pemkab Sidrap menargetkan peningkatan produksi gabah melalui penerapan sistem tanam IP 300 dan optimalisasi lahan, termasuk lahan tidur, serta dukungan dari berbagai pihak termasuk Kementerian Pertanian. Penerapan sistem tanam IP 300 (Indeks Pertanaman 300) yang memungkinkan petani menanam tiga kali dalam setahun, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas.

Selain lahan sawah yang sudah ada, Sidrap juga akan mengoptimalkan lahan tidur untuk meningkatkan produksi.
“Dengan target 1 juta ton gabah, Sidrap berambisi menjadi penyumbang signifikan dalam target produksi beras nasional dan mencapai surplus pangan,”ujar Syahar-panggilan akrab H Syaharuddin Alrif di Gedung DPRD Sulsel,Rabu (23/7) petang.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menjelaskan bahwa Kabupaten Sidrap menjadi salah satu daerah penyangga beras di Indonesia.
Secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) menargetkan produksi beras Indonesia sebesar 33,8 juta ton pada 2026, naik 1,8 juta ton dari target awal 2025 sebesar 32 juta ton.

“Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian tahun 2026, dengan target produksi beras sebesar 33,8 juta ton,” ucap Andi Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta baru-baru ini.
Meskipun demikian, angka tersebut lebih rendah apabila dibandingkan dengan proyeksi produksi beras Indonesia pada tahun 2025 yang diperkirakan mencapai 34,6 juta ton. Proyeksi tersebut berdasarkan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA).

Selain beras, AAS juga menargetkan produksi jagung sebesar 22,7 juta ton, kedelai 343 ribu ton, aneka cabai 3,08 juta ton, serta bawang merah sebesar 2 juta ton.
Lebih lanjut, Mentan juga menargetkan produksi kopi pada 2025 sebesar 786 ribu ton, kakao sebesar 633 ribu ton, kelapa sebesar 2,89 juta ton, daging sapi/kerbau sebesar 514,07 ribu ton, dan daging ayam sebesar 4,34 juta ton.

Guna mencapai berbagai target tersebut, Kementerian Pertanian memiliki program prioritas tahun 2026, yakni optimasi lahan, cetak sawah, penyiapan benih unggul, hilirisasi komoditas pertanian, fokus untuk peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya, serta peningkatan produksi susu dan daging sapi.
AAS menjelaskan bahwa swasembada pangan termaktub dalam program Astacita Presiden Prabowo Subianto, guna memastikan kebutuhan pangan bagi 284 juta penduduk Indonesia dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (rif)



×


Syahar Terus Pantau Harga Beras dan Gabah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link