MAKASSAR, BKM — SD Inpres Antang 1 Kota Makassar menorehkan prestasi gemilang melalui pelaksanaan inovasi Padi (Pahami Diri). Setelah dua tahun berjalan, program ini mulai memperlihatkan hasil nyata dengan munculnya siswa berbakat dan berprestasi di berbagai bidang non-akademik.
Panen hasil dari pelaksanaan program ini dirayakan secara meriah dalam upacara bendera yang dilaksanakan, Senin (21/7). Dalam upacara yang dihadiri seluruh warga sekolah, para siswa yang berhasil meraih prestasi dalam ajang lomba ekstrakurikuler tingkat kota dan provinsi diberikan penghargaan secarasimbolis.
Penyerahan piala dan piagam penghargaan dilakukan langsung oleh Kepala UPT SPF SD Inpres Antang 1, Hj. Rosmiati, S.Pd., M.Pd., di hadapan peserta upacara. Dalam sambutannya, Hj. Rosmiati menyampaikan rasa bangganya atas semangat dan kerja keras para siswa yang telah membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa jika diberi ruang untuk tumbuh.
“Inilah wujud nyata dari inovasi Padi. Kami tidak hanya ingin siswa pandai dalam pelajaran, tapi
juga percaya diri, mengenal bakatnya, dan mampu menunjukkan kemampuannya di tengah
masyarakat,” ujarnya penuh haru dan bangga.
Para siswa yang menerima penghargaan diantaranya berasal dari bidang seni tari, sepak bola,
pramuka, karate, hingga drama teater. Elvina, salah satu siswi kelas 5A berhasil meraih juara satu
Lomba Drama Teater Tingkat Kota Makassar. Sementara Fadlan dari kelas 3A menjadi juara satu
turnamen renang tingkat provinsi.
Orang tua siswa yang turut hadir pun tampak terharu melihat anak-anak mereka menerima piala.
Sorak sorai dan tepuk tangan dari teman-teman mereka menambah semangat dan suasana haru
dalam upacara tersebut.
Rini, orang tua Elvina menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran program Padi di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa sejak mengikutiekstrakurikuler Drama Teater, putrinya menjadi lebih percaya diri dan berani tampil di depan umum.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah menghadirkan
program Padi. Anak saya dulu pemalu, tapi sekarang dia bisa tampil di atas panggung dan bahkan
menang lomba. Ini bukan hanya soal prestasi, tapi tentang bagaimana dia bisa berkembang menjadi
dirinya sendiri,” tutur Rini dengan mata berbinar.
Puncak kegiatan diakhiri dengan foto bersama antara siswa berprestasi, guru pembina, dan kepala
sekolah sambil mengangkat piala sebagai simbol keberhasilan bersama. Momen ini sekaligus
menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan berbasis minat dan bakat seperti Padi bukan hanya
retorika, tetapi benar-benar mampu mencetak generasi yang unggul dan utuh.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus mengenali
dan mengembangkan potensi dirinya. SD Inpres Antang 1 melalui PADI terus berkomitmen
menjadi pelopor pendidikan karakter dan pembinaan bakat sejak usia dini di Kota Makassar. (rls)

